Menstruasi Saat Menyusui, Produksi ASI Bisa Menurun Drastis

Do It Yourself | Selasa, 3 November 2020 12:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Tak perlu panik, setelah beberapa hari produksi ASI akan kembali normal

Dream - Bagi ibu yang menyusui secara rutin, baik menyusui langsung atau pun memerahnya dan diberikan pada bayi satu hal yang kerap terjadi adalah menstruasi jadi tak teratur. Ada juga yang tak menstruasi selama beberapa bulan.

Kondisi tersebut sebenarnya normal karena menstruasi biasanya tertunda jika ibu menyusui bayi secara eksklusif, karena perubahan hormonal. Stimulus menyusu pada payudara mengarah pada penurunan hormon luteinizing (LH) dan hormon pelepas gonadotropin (GnRH) yang diproduksi oleh hipotalamus dan kelenjar pituitari. Hormon-hormon ini memainkan peran penting dalam pelepasan sel telur oleh ovarium.

" Bisa juga karena adanya peningkatan kadar hormon prolaktin yang memengaruhi ovarium. Kombinasi dari perubahan hormonal ini menyebabkan penghentian sementara siklus menstruasi," ujar dr Ritika Shah, dkutip dari MomJunction.

 

Menstruasi Saat Menyusui, Produksi ASI Bisa Menurun Drastis
Menyusui
2 dari 5 halaman

Produksi ASI Berkurang

Saat ibu menstruasi, sangat aman untuk menyusui. Hanya saja tubuh ibu mengalami sedikit perubahan hormon. Tetaplah menyusui saat menstruasi, terutama jika bayi masih di bawah enam bulan.

Ada sedikit perubahan pada ASI jika ibu menstruasi. Apa saja?

1. Produksi ASI berkurang
Beberapa ibu mengeluhkan penurunan sementara produksi ASI saat menstruasi. Biasanya ini disadari ibu yang memerah ASI dan terlihat jumlahnya saat disimpan dalam botol atau plastik ASI. Ini adalah perubahan sementara dan menjadi normal dalam beberapa hari.

Pastikan saja ibu mengonsumsi makanan kaya protein dan gizi lain. Telur, ikan, daging dan sayuran hijau agar tubuh tetap fit. Menyusui dan menstruasi akan membuat tubuh jadi lebih lemas, asupan bergizi akan membuat ibu tetap fit.

 

3 dari 5 halaman

Komposisi ASI dan Nyeri

2. Perubahan komposisi ASI
Beberapa peneliti menemukan bahwa selama ovulasi dan menstruasi, jumlah natrium dan klorida meningkat, sedangkan laktosa dan kalium menurun dalam ASI. Hal ini mungkin menyebabkan sedikit perubahan pada rasa ASI.

3. Nyeri pada puting
Perubahan hormonal yang menyertai menstruasi dapat menyebabkan nyeri pada puting. Ini adalah perubahan sementara. Teruslah menyusui daan memerah untuk menghindari saluran ASI tersumbat. Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan atau konsultan laktasi jika nyeri payudara yang parah saat menyusui.

4 dari 5 halaman

Selalu Mual Saat Menyusui, Redakan dengan Cara Ini

Dream - Rasa mual biasanya muncul di awal kehamilan. Rupanya, pada beberapa ibu mual juga dirasakan saat menyusui. Mungkin ibu juga mengalaminya? Jangan khawatir jika terasa mual saat menyusui.

Dikutip dari MomJunction, menyusui tidak secara langsung menyebabkan mual. Tetapi berbagai faktor yang berhubungan dengan menyusui mungkin memicu keluhan tersebut. Antara lain perubahan gaya hidup dan perubahan hormon.

Mual yang terjadi saat menyusui bisa jadi berkaitan erat dengan pelepasan oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan refleks pengeluaran susu dan juga membantu kerja sistem pencernaan lebih efisien serta berhubungan dengan hormon usus lain yang dapat menyebabkan mual.

Menurut Dr. Ruth Lawrence, seorang ahli laktasi, mual pada ibu menyusui selain karena hormon bisa jadi karena gula darah rendah. Disertai rasa sakit kepala dan lapar yang kemudian terasa mual. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan mual saat menyusui. Apa saja?

 

5 dari 5 halaman

Pereda Mual

1. Teh jahe
Teh jahe mungkin bisa membantu mengurangi mual. Selain itu, jahe juga terbukti bersifat " galactagogue," yang bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Rasa hangat dari jahe bisa sedikit meredakan mual.

2. Peppermint
Ibu juga bisa mengonsumsi permen peppermint. Minum teh jenis peppermint diketahui bisa membantu meredakan mual. Pastikan saja mengonsumsinya dengan cukup dan tidak berlebihan.

3. Esensial oil
Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mencium aroma minyak esensial seperti lemon, spearmint, lavender dan aroma lainnya. Perbanyak juga minum air putih hangat dan makan dengan bergizi demi meredakan mual.

Join Dream.co.id