Menguak Bahaya Memerah ASI di Toilet

Do It Yourself | Jumat, 3 Januari 2020 10:02

Reporter : Mutia Nugraheni

ak dipungkiri, masih banyak kantor yang tak menyediakan ruang memadai untuk karyawan perempuan yang menyusui.

Dream - Memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan, sangat disarankan demi pertumbuhan bayi dan menjaga kesehatannya selalu optimal. Bagi ibu bekerja, tentunya hal tersebut merupakan tantangan luar biasa.

Terutama jika di kantor tak disediakan ruang memerah ASI. Tak dipungkiri, masih banyak kantor yang tak menyediakan ruang memadai untuk karyawan perempuan yang menyusui.

Alhasil, ibu pun memompa ASI di dalam toilet. Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Chairman Health Collaborative Center, hal tersebut tidak disarankan karena berdampak buruk. Berikut beberapa alasan mengapa memompa ASI tidak baik di toilet.

 

Menguak Bahaya Memerah ASI di Toilet
Pompa ASI (Foto: Shutterstock)
2 dari 7 halaman

1. Tidak higienis

Tentu toilet bukanlah tempat higienis, apalagi untuk memompa ASI yang merupakan makanan utama untuk anak kita. Toilet menjadi sarang kuman terbanyak dan ASI akan mudah terkontaminasi oleh kuman dan bakteri dari toilet. Apalagi, menurut Dr. Ray, usus anak di bawah enam bulan masih rentan yang mudah sekali terserang kuman.

 

3 dari 7 halaman

2. Posisi tidak ergonomis

Posisi ibu saat menyusui sangat berpengaruh untuk ASI yang dihasilkan. Posisi yang benar saat menyusui, ialah ibu harus duduk bersandar dan punggung harus rileks.

Sedangkan, jika di toliet tidak ada tempat duduk yang mengharuskan ibu memompa ASI dalam keadaan berdiri. Inilah yang membuat ASI tidak keluar secara maksimal.

 

4 dari 7 halaman

3. Kesehatan jangka panjang

Dalam toilet, ibu tentunya sangat tidak nyaman dan hal ini akan berdampak buruk pada hormon. Hormon tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, secara kesehatan mental juga meningkatkan risiko baby blues syndrom dan post partum depression.

Cobalah cari ruangan lain yang mungkin bisa digunakan untuk memerah ASI. Bisa juga menggunakan apron dan memerah di pojok ruangan kantor.


Laporan Anisha Saktian Putri/ Sumber: Fimela

5 dari 7 halaman

Efek Mengerikan Bagi Bayi Bila Ibu Menyusui Pecandu Narkoba

Dream - Selama menyusui, ibu harus lebih hati-hati dan selektif dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Hal ini untuk menghindari paparan zat negatif yang bisa dikonsumsi bayi melalui air susu ibu (ASI).

Bukan hanya asupan sehari-hari, begitu juga obat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat tertentu. Pasalnya, zat dalam obat bisa langsung berdampak bayi.

Bagaimana dengan ibu menyusui yang memakai narkoba? Seperti kasus Medina Zein, pengusaha yang baru saja melahirkan 9 September 2019 lalu. Melalui pemeriksaan polisi, ia diketahui positif mengonsumsi sabu-sabu.

Padahal, bayinya yang masih berusia 3 masih butuh ASI. Lalu apa dampaknya jika seorang ibu yang menyusui, memakai narkoba?

 

 

6 dari 7 halaman

Cenderung Tak Bisa Merawat dengan Baik

Dikutip dari KlikDokter, sabu atau metamfetamin dan senyawa turunananya yaitu amfetamin dapat menyebabkan sederet gejala yang sangat fatal. Antara lain, halusinasi, agitasi, kejang, psikosis, hipertensi, hipertermia, jantung berdetak lebih cepat, bergantung dengan dosis yang digunakan.

Efek samping obat tersebut menyebabkan ibu yang mengkonsumsi metamfetamin cenderung tidak bisa merawat bayinya.

Metamfetamin dapat dikeluarkan melalui air susu ibu ke bayi dalam jumlah besar. Jika tak ingin bayi juga terpapar metamfetamin, jarak antar menyusui dengan dosis terakhir metamfetamin harus setidaknya 48 jam.

 

7 dari 7 halaman

ASI Berkurang

Konsentrasi narkotika jenis ini mencapai 2,5 x lebih banyak saat dikeluarkan di air susu daripada jumlah di dalam cairan tubuh ibu. Pernah terdapat satu kasus kematian bayi setelah menyusu dari ibu pengguna metamfetamin.

Amfetamin senyawa turunan metamfetamin dapat menurunkan kadar hormon prolaktin sehingga menyebabkan produksi air susu ibu berkurang.

Bayi yang menyusu dari ibu pecandu narkotika jenis ini cenderung lebih sering gelisah, rewel dan sering menangis. Metamfetamin tidak aman dipergunakan saat kehamilan karena dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan berat badan bayi lahir rendah.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id