Kondisi Medis yang Dialami Ibu Saat Operasi Caesar

Do It Yourself | Jumat, 2 November 2018 12:14
Kondisi Medis yang Dialami Ibu Saat Operasi Caesar
Operasi Caesar (Foto: Shutterstock)

Reporter : Mutia Nugraheni

Berbeda dengan persalinan normal, risiko medis yang dihadapi ibu lebih tinggi.

Dream - Persalinan melalui operasi caesar kadang jadi pilihan terakhir demi keselamatan ibu dan janin. Berbeda dengan persalinan normal, risiko medis yang dihadapi ibu lebih tinggi.

Prosedurnya pun jauh lebih rumit. Dikutip dari Ivansini.com, sebelum menjalani operasi caesar, dokter dan tim akan mendiagnosis.

Jika dirasa persalinan normal akan mengancam keselamatan ibu dan janin maka dokter akan menginformasikan.

Opsi untuk prosedur caesar pun akan ditawarkan dan membutuhkan persetujuan ibu atau ayah. Lalu, bagaimana kondisi medis yang bakal dihadapi ibu?

Kehilangan darah
Dokter akan menyayat perut ibu untuk bisa mengeluarkan bayi dari rahim. Tentunya, ibu akan kehilangan cukup banyak darah. Kehilangan darah yang disebabkan oleh operasi ini dapat membuat ibu lebih lelah daripada saat melakukan persalinan melalui vagina. Di beberapa kasus, 2% dari wanita yang melakukan operasi ini kehilangan terlalu banyak darah dan perlu melakukan transfusi darah.

Bius
Seperti operasi pada umumnya, ibu akan perlu dibius saat melakukan bedah caesar. Jenis bius yang diberikan bisa bius lokal (epidural atau spinal) atau bius total, sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan Bunda. Bius lokal akan jauh lebih aman bagi ibu dan bayi. Hanya saja ibu akan terjaga saat operasi tengah berlangsung.

Bayi
Karena bayi dalam kandungan dikeluarkan bukan dengan proses yang semestinya yaitu persalinan melalui vagina, maka sangat berisiko mengalami masalah pernapasan. Tim dokter yang terdiri dari dokter anak akan membantu memantau kondisi bayi segera setelah dilahirkan.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id