Komorbid yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Anak karena Covid-19

Do It Yourself | Kamis, 22 Juli 2021 16:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Waspada jika anak memiliki komorbid berikut.

Dream - Tingkat kematian anak di Indonesia karena Covid-19 di Indonesia sangat tinggi. Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per 1 Juli 2021 kasus kematian anak usia 0-18 tahun mencapai 1,2%.

Salah satu yang meningkatkan risiko kematian pada anak yang terpapar Covid-19 seperti juga orang dewasa, yaitu komorbid atau penyakit penyerta. Pada orang dewasa, jenis komorbid yang tingkatkan risiko kematian karena Covid-19 antara lain diabetes, darah tinggi, jantung koroner dan autoimun.

Sementara pada anak-anak berbeda. Menurut Profesor Aman Pulungan, Ketua IDAI, dalam akun Twitternya ada beberapa komorbid pada anak yang harus diwaspadai.

 Twitter Aman Pulungan
© Twitter Aman Pulungan

" Kematian anak Covid-19, 3 Minggu ini meningkat, lebih 100 anak/minggu. Data, sebagian besar ada komorbid seperti Obesitas, TBC dll. Melihat data ini sebaiknya pastikan anak tidak obes. Kita no 2 utk TB di dunia. TB bisa diobati. Jika terpapar,ada gejala, segera periksa,obati," tulisnya.

 

 

 

 

 

Komorbid yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Anak karena Covid-19
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Waspada Jika Anak Punya Komorbid Berikut

Ia juga menunggah tabel presentase komorbid pada kasus Covid-19 anak di Indonesia. Komorbid yang harus diwaspadai antara lain keganasan (malignancy), malnutrisi, penyakit kelainan jantung, TBC, cerebral palsy dan obesitas.

 Komorbid
© Twitter Aman Pulungan

Sumber: Aman Pulungan

3 dari 6 halaman

Salut! Tim Psikososial Berkostum 'Badut APD' Hibur Anak yang Terpapar Covid-19

Dream - Tak bisa bebas sekolah, apalagi bermain dengan teman sebaya, lalu terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi, tentunya sangat berat bagi anak-anak. Stres, jenuh dan merasa terisolir kerap dialami anak.

Terutama mereka yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran. Rupanya saat dirawat di sana, para pasien anak bukan hanya ditangani dokter, suster dan tim medis.

Ada juga tim psikososial yang terdiri dari psikolog, psikiater dan relawan. Mereka bekerja sama untuk membantu menjaga kesehatan jiwa dan kestabilan psikologis para pasien termasuk pasien anak.

Menteri BUMN, Erick Thohir dalam akun Instagram resminya @erickthohir memperlihatkan relawan tim psikosial yang menghibur anak-anak. Salah satunya ada badut yang mengenakan baju APD (alat pelindung diri).

"Saya mendapat kiriman video ini dan merasa sangat tersentuh sekali. Saya berterima kasih untuk kakak Badut yang sungguh sungguh dalam menghibur anak anak di wisma Atlet. Saya belum kenal Kakak Badut, tapi saya tau anda berhati mulia. Terima kasih ya. Saya berterima kasih kepada tim mental healing di Wisma Atlet yang tidak kenal lelah memastikan anak anak disana bisa tetap gembira dalam situasi seperti ini. Tentu bukan pekerjaan mudah menghibur dan menyembuhkan mental anak anak ketika mereka terpapar Covid 19. Sampai ada yg menjadi badut segala. Luar biasa perjuangan Anda. Saya salut," tulis Erick.

 

      View this post on Instagram

A post shared by Erick Thohir (@erickthohir)

4 dari 6 halaman

Tim Penuh Dedikasi

Tim psikosial berperan untuk menjaga mental anak-anak tetap dalam kondisi baik meski harus menjalani isolasi. Pasien anak bisa melakukan banyak aktvitas seperti menggambar, bermain serta bernyanyi dan aktivitas lainnya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu tim di akun Instagram @decco_d.

"Semangat kakak² Petugas Sosial dari Tim Layanan Dukungan Psikososial yang penuh kreativitas, loyalitas dan dedikasi untuk anak-anak bangsa. Kegiatan hari ini diisi dengan acara menari bersama, fun games dan di akhir acara anak-anak mendapatkan bingkisan dari kakak-kakak Petugas Sosial," tulisnya.

Ia berharap agar Covid-19 di Indonesia cepat mereda. "Semoga adek-adek, kakak-kakak, bapak, ibu di Wisma Atlet Kemayoran serta seluruh Indonesia segera pulih dan kita semua dapat berkarya kembali untuk Indonesia," tulisnya.

      View this post on Instagram

A post shared by D I Λ N ☘ (@decco_d)

5 dari 6 halaman

Momen Kocak Bocah Pasien Covid Bertemu Gubernur Jawa Tengah

Dream - Lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah, seperti di Jakarta, sangat tinggi. Pasiennya banyak berasal dari usia anak. Mereka pun harus menjalani isolasi di tempat yang telah disediakan pemerintah agar tidak menulari ke orang lain atau keluarga dekatnya di rumah.

Seperti bocah lelaki bernama Christoper asal Semarang. Ia terpapar virus dan sedang menjalani isolasi bersama adiknya. Hal itu tak membuatnya sedih, justru ia berusaha tetap semangat.

Terbukti saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, datang ke tempat isolasi, Christoper memperkenalkan dirinya dengan baik. Anak pintar ini juga bercerita kalau ia tertular dari sang adik.

 Ganjar Pranowo
© Ganjar Pranowo

" Kamu dapat bola basket? Taruh aja di luar, bola basketnya jangan taruh di dalam," kata Ganjar penuh canda merujuk pada perut bulat Christoper.

" Ini bukan bola basket," ujar Christoper menanggapi dengan polos.

 

6 dari 6 halaman

Tertular dari Sang Adik

Percakapan berlanjut. Ganjar penasaran, Christoper tertular Covid-19 dari siapa. Ia pun bertanya "ketularan sopo?".

Christoper pun langsung menjawab. Ia menunjuk adik perempuan yang berdiri di sebelahnya.

Christoper
© Instagram Ganjar Pranowo

"Ini nih, ini yang pertama ketularan," kata Christoper.

Ganjar juga menanyakan menu makanan di tempat isolasi tersebut. Christoper mengungkap kalau makanan yang disediakan cukup enak.

"Makanananya enak gak di sini? Selama kamu di sini makan yang paling enak apa?," tanya Ganjar.

"Ayam goreng," jawab Christoper mantap.

Lihat saja momen percakapan seru mereka dalam Instagram @ganjar_pranowo.

 

      View this post on Instagram

A post shared by Ganjar Pranowo (@ganjar_pranowo)

Join Dream.co.id