Ketahui Tahapan Perkembangan Alergi Pada Anak

Do It Yourself | Jumat, 8 Juni 2018 10:05
Ketahui Tahapan Perkembangan Alergi Pada Anak

Reporter : Mutia Nugraheni

Tungau debu adalah pemicu alergi inhalan paling awal yang paling umum.

Dream - Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita adalah alergi. Kondisi alergi ini biasanya baru diketahui ketika sudah muncul gejala. Seperti bersin dan batuk atau kemerahan.

Lalu di usia berapa anak mulai mengalami alergi? Beberapa dokter percaya kalau alergi tak terjadi pada anak yang usianya di bawah 2 tahun. Hal itu karena sistem imunitasnya belum berkembang dengan sempurna.

Alergi bisa terjadi karena sistem imunitas tubuh mendeteksi zat-zat yang sebenarnya tak bahaya sebagai ancaman. Akibat hal tersebut, reaksi pun muncul seperti kemerahan, gatal, batuk, bahkan sesak napas.

" Kami jarang melihat alergi inhalan (zat yang dihirup) pada bayi usia 18 hingga 24 tahun. Seorang bayi mungkin secara genetik cenderung alergi terhadap bulu hewan peliharaan atau serbuk sari pohon," ujar Dale Umetsu, profesor pediatrik dari Harvard Medical School

Untuk alergi makanan dan eksim dapat muncul setelah lahir. Jika terdeteksi demikian, maka si bayi juga memiliki kecenderungan akan mengalami asma dan alergi inhalan di kemudian hari.

" Kami menyebutnya 'pawai alergi'. Biasanya dimulai dari usus, kulit, lalu bergerak ke hidung dan paru-paru," kata jelas Michael J. Welch, M.D., penulis buku The Guide to Your Child's Allergies and Asthma (Villard).

Tungau debu adalah pemicu alergi inhalan paling awal yang paling umum. Lalu oleh jamur, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan. Jika penasaran dengan kondisi si kecil, bisa melakukan tes alergi dan konsultasi dengan dokter.

Sumber: Parents

Join Dream.co.id