Kepala Bayi Baru Lahir Tak Rata, Ternyata Ini Penyebabnya

Do It Yourself | Rabu, 12 Februari 2020 10:04
Kepala Bayi Baru Lahir Tak Rata, Ternyata Ini Penyebabnya

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan kaget jika melihat kepala bayi yang miring.

Dream - Pernah memperhatikan kondisi kepala bayi sesaat setelah lahir? Sebagian besar bayi yang baru lahir memiliki kondisi kepala yang tidak rata, atau kita kerap menyebutnya peang.

Mengapa demikian? Dilansir dari beberapa sumber, bayi yang baru lahir memiliki tulang tengkorak yang masih sangat lunak dan fleksibel, sehingga dapat berubah bentuk jika ada tekanan dalam jangka waktu yang lama.

Misalnya karena bayi berbaring ke satu sisi dalam waktu yang lama, inilah yang membuat kenapa bagian belakang kepala atau salah satu sisi kepala bayi yang seharunsya bulat menjadi peang atau datar.

 

2 dari 5 halaman

Dua Kondisi Kepala Bayi

Secara umum, kepala bayi peang dibagi menjadi dua jenis, yaitu plagiocephaly dan branchycephaly. Pada plagiocephaly, kepala bayi yang peang pada salah satu sisi, sehingga kepala terlihat asimetris.

Kondisi ini bisa membuat posisi kedua telinga terlihat tidak sejajar dan kepala nampak tidak rata kalau dilihat dari atas. 

Sedangkan, branchycephaly adalah kepala bayi yang peang pada bagian belakang. Kondisi ini membuat kepala bayi nampak melebar. Kepala bayi menjadi peang bisa dikarenakan oleh beberapa faktor.

Apa saja? Baca penjelasan selengkapnya di Diadona.id

3 dari 5 halaman

Kulit Bayi Mengelupas? Cari Tahu Cara Merawatnya

Dream - Kulit bayi begitu sensitif dan mudah sekali mengalami kemerahan, ruam, bentol, hingga mengelupas. Pada bayi baru lahir, kulitnya bahkan banyak sekali mengalami pengelupasan hingga ke kulit kepala.

Sebenarnya, saat dalam kandungan, bayi dilindungi dengan lapisan tebal bernama Vernix. Nah, saat lahir lapisan ini akan terlepas dengan sendirinya yang membuat tampilan kulit bayi terlihat mengelupas.

Untuk menjaga kulit bayi tetap lembap dan meredakan pengelupasan ada sejumlah perawatan penting yang bisa dilakukan. Simak langkah-langkahnya agar kulit si kecil selalu dalam kondisi sehat.

 

4 dari 5 halaman

Perawatan Penting Kulit Bayi

1. Hindari memandikan bayi terlalu lama

Memandikan terlalu lama juga akan membuat bayi kehilangan minyak alaminya pada kulit. Cukup mandikan dengan cepat, maksimal 10 menit dengan suhu air yang hangat agar kelembapan kulit tetap terjaga.

2. Gunakan pelembap setelah mandi
Jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembap hipoalergenik setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulitnya. Lakukan pijatan lembut saat mengaplikasikannya sehingga formula dapat terserap dengan sempurna.

 

5 dari 5 halaman

Produk Khusus

3. Gunakan produk khusus bayi
Pastikan memakai produk-produk yang diformulasi khusus untuk bayi. Hal ini sangat penting sehingga kulitnya akan terbebas dari iritasi.

4. Usahakan tidak terkena udara terlalu dingin
Udara dingin akan membuat kulit bayi semakin kering dan menjadikan proses pengelupasan tersebut semakin terlihat signifikan. Jadi, selalu lindungi kulit bayi dengan menggunakan selimut, dan pakaian yang nyaman serta lembut sehingga kulit bayi semakin terjaga.

Laporan Nabila Mecadinisa/ Sumber: Fimela

Join Dream.co.id