Kemenkes Antisipasi Balita Kurang Gizi Pasca Tsunami Selat Sunda

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
DO IT YOURSELF  |  11 Januari 2019 08:08

Tenda-tenda pemberian makanan bayi dan anak disediakan.

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Dream - Tsunami yang terjadi di Selat Sunda masih menyisakan dampak besar. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 2.752 rumah luluh lantah akibat terjangan ombak.

Pada masa pemulihan dan rekonstruksi, Kementerian Kesehatan RI turun tangan untuk menangani korban pengungsi. Direktur Utama Gizi Masyarakat Dodi Iswardi menyampaikan, penanganan utama ditujukan ada anak-anak, ibu hamil dan menyusui. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kasus kurang gizi.

" Pengendalian gizi pada korban tsunami sudah menjadi tugas utama cluster perlindungan dan pengungsian, salah satunya terkait ketersediaan makanan," ujar Dodi di Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.

Ketersediaan makanan pendamping untuk balita serta asupan gizi bagi ibu hamil dan menyusui menjadi prioritas. Tenda-tenda pemberian makanan bayi dan anak disediakan.
Kemenkes juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial terkait masalah logistik bahan makanan.

Dodi mengatakan, saat ini konsep pengungsian masih mengedepankan jarak radius aman dari titik bencana.

" Yang penting kita menyingkir dulu dari hazard (potensi bahaya), mungkin masih ada yang mengungsi di lereng gunung namun secara bertahap kita atur lagi agar kembali ke lingkungan yang lebih sehat," pungkasnya.

Pengamanan Jelang Keputusan Sidang MK
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Deddy Corbuzier Mualaf, Kalina Buka Suara Soal Azka
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :