Kelainan Triphallia, Bayi Lahir dengan 3 Penis

Do It Yourself | Selasa, 20 April 2021 10:02
Kelainan Triphallia, Bayi Lahir dengan 3 Penis

Reporter : Mutia Nugraheni

Seperti apa kelainan ini?

Dream - Beberapa waktu lama ramai dibahas soal kelainan organ intim bawaan yang dialami Aprilia Manganang, seorang anggota TNI sekaligus atlet voli nasional. April yang kini berganti nama menjadi Aprilio diketahui mengalami hipospasdia, yang merupakan kelainan bawaan sejak lahir.

Setelah melalui pemeriksaan hormon dan operasi, April dinyatakan sebagai lelaki dan telah disahkan oleh pengadilan. Selain hipopasdia, ada juga kelainan bawaan pada organ intim anak lelaki yang cukup mengagetkan, yaitu Triphallia.

Triphallia atau juga disebut supernumerary penis, dikutip dari KlikDokter terjadi pada bayi yang lahir dengan tiga penis. Menurut studi dalam International Journal of Surgery Case Reports, triphallia adalah kelainan urogenital kongenital yang sangat langka.

Dalam kasus yang dilaporkan, orangtua anak menemukan dua tonjolan kulit di dasar skrotumnya dan dibawa ke dokter. Para dokter bingung ketika mereka menemukan bahwa itu adalah penis.

Meski begitu, hanya ada satu penis yang memang berfungsi dan duanya lagi tidak. Untuk itulah, dokter harus membuang kedua penis lainnya. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.

Triphallia dapat terjadi selama perkembangan embrio penis antara minggu ke-3 dan ke-6 kehamilan. Selain itu, kondisi ini bisa juga terjadi selama proses migrasi ventral dan fusi anlagen mesodermal berpasangan pada minggu ke-15 kehamilan.

Mengenai penyebabnya, faktor obat-obatan dan infeksi dicurigai menjadi pemicu triphallia. Meski begitu, belum diketahui pasti apa penyebab pasti dari kelainan ini.

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, triphallia masuk ke dalam kategori kelainan kongenital atau bawaan. Kondisi ini memang bisa terjadi saat ada masalah muncul ketika proses perkembangan genital.

" Meski langka, bukan berarti triphallia tidak bisa diatasi dengan baik. Hanya saja, butuh metode pembedahan yang rumit dan perawatan intensif untuk mengatasinya," kata dr. Reza.

Ia juga mengungkap tidak sembarang dokter bisa melakukan pembedahan dalam kasus triphallia. Dokter spesialis urologi yang harus mengambil tindakan. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 5 halaman

Masalah Terjadi Saat Perkembangan Embrio

Triphallia dapat terjadi selama perkembangan embrio penis antara minggu ke-3 dan ke-6 kehamilan. Selain itu, kondisi ini bisa juga terjadi selama proses migrasi ventral dan fusi anlagen mesodermal berpasangan pada minggu ke-15 kehamilan.

Mengenai penyebabnya, faktor obat-obatan dan infeksi dicurigai menjadi pemicu triphallia. Meski begitu, belum diketahui pasti apa penyebab pasti dari kelainan ini.

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, triphallia masuk ke dalam kategori kelainan kongenital atau bawaan. Kondisi ini memang bisa terjadi saat ada masalah muncul ketika proses perkembangan genital.

" Meski langka, bukan berarti triphallia tidak bisa diatasi dengan baik. Hanya saja, butuh metode pembedahan yang rumit dan perawatan intensif untuk mengatasinya," kata dr. Reza.

Ia juga mengungkap tidak sembarang dokter bisa melakukan pembedahan dalam kasus triphallia. Dokter spesialis urologi yang harus mengambil tindakan. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

3 dari 5 halaman

Organ Intim Si Kecil Sangat 'Mini'? Bisa Jadi Mikropenis

Dream - Salah satu masalah kesehatan yang dialami bayi dan sering terabaikan para orangtua adalah masalah di organ intim. Untuk bayi laki-laki, ada sebuah kondisi di mana ukurannya di bawah normal dan sering disebut sebagai mikropenis.

Kadang, penis si kecil tampak tenggelam dan tidak terlihat. Jika Anda merasa kondisi penis si kecil sangat kecil dan 'tenggelam', jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter. Dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak semua penis yang terlihat kecil itu memang benar-benar kecil dan memerlukan penanganan medis.

Jadi sebaiknya diperiksakan ke dokter anak untuk mengetahui dengan pasti. Nantinya dokter akan mengukur penis. Cara mengukur penis memerlukan teknik khusus, yaitu dengan mengukur penis yang tertarik maksimal (stretched penile length).

Untuk mengukur panjang penis adalah dengan menggunakan caliper atau penggaris. Panjang penis harus diukur dalam keadaan teregang dan tidak dalam kondisi lemas. Bagian ujung penis dipegang dengan ibu jari dan telunjuk, ditarik, dan pengukuran dilakukan dari dasar penis (pubis).

4 dari 5 halaman

Penyebab Mikropenis

Hasil pengukuran tersebut akan dibandingkan dengan ukuran panjang penis secara statistik menurut usia anak. Bila hasil pengukuran penis anak di bawah -2,5 standar deviasi maka panjang penis anak tersebut termasuk dalam mikropenis. Bila panjang penis berada di antara -2,5 standar deviasi dan ukuran normal sesuai usianya, maka termasuk dalam penis kecil (small penis).

Terdapat berbagai kondisi yang dapat menyebabkan mikropenis, namun sebagian besar mikropenis sederhana (tanpa kelainan bentuk kelamin lain) tidak diketahui penyebabnya atau disebut juga mikropenis idiopatik.

Penyebab lainnya yang lebih jarang, seperti penurunan produksi hormon androgen (testosteron) pranatal, skrotum yang tidak berkembang dengan baik, gangguan produksi hormon testosteron atau gangguan pada reseptor testosteron. Hormon testosteron merupakan hormon yang dikeluarkan oleh testis, yang berfungsi untuk penyempurnaan atau maskulinisasi bentuk kelamin termasuk penis.

 

5 dari 5 halaman

Bisa Disertai Masalah Lain

Sedangkan kelenjar pituitari mengeluarkan hormon yang berfungsi untuk mengatur pengeluaran hormon androgen di testis. Penis yang tenggelam dapat menyerupai mikropenis. Kondisi ini disebabkan lemak suprapubik (daerah depan penis) yang cukup tebal, sehingga sebagian atau seluruh batang penis tenggelam dan tidak terlihat.

Mikropenis dapat merupakan bagian dari suatu sindrom atau kondisi yang lebih kompleks, seperti Sindrom Kallman, Sindrom Klinefelter, atau disorders of sex development (gangguan perkembangan jenis kelamin). Pada kondisi ini biasanya akan ditemukan manifestasi klinis lain yang menyertai, seperti kelamin ganda, testis tidak turun, hipospadia, pembesaran payudara, atau gangguan penciuman.

Ada pengobatan khusus untuk kondisi mikropenis ini. Biasanya yang akan menangani adalah dokter anak sub spesialis endokrinologi. Selengkapnya baca di sini.

Sumber: IDAI

Join Dream.co.id