Kehamilan Ternyata Bisa Picu Alergi Baru

Do It Yourself | Sabtu, 7 Agustus 2021 10:19

Reporter : Mutia Nugraheni

Kondisi alergi bisa terjadi karena adanya perubahan hormon secara drastis.

Dream - Setelah melahirkan, kondisi fisik dan psikis ibu berubah drastis. Keluhan yang muncul antara lain, sakit punggung, baby blues, hingga rambut rontok. Rupanya, ada juga efek kesehatan yang muncul dan kerap tak disadari yaitu munculnya alergi baru.

Kondisi alergi bisa terjadi karena adanya perubahan hormon secara drastis. Bisa berupa bersin terus-menerus, gatal-gatal atau reaksi alergi lainnya. Jika sebelum hamil tak pernah terjadi, justru reaksi tersebut muncul setelah melahirkan.

" Fluktuasi hormon memengaruhi alergi Anda karena estrogen dan progesteron berdampak pada sel mast (sel alergi) Anda,” kata Purvi Parikh, M.D., ahli alergi dan imunologi dari Allergy and Asthma Network, dikutip dari Parents.

Alergi baru dapat muncul selama periode perubahan hormonal yang signifikan, termasuk kehamilan, pascapersalinan, perimenopause, dan menopause. Saat menstruasi, wanita bisa mendapatkan reaksi yang lebih parah.

" Peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menyebabkan reaksi baru, terutama alergi musiman," kata dr. Parikh.

Bagi mereka yang memiliki alergi yang sudah ada sebelum kehamilan, reaksi yang muncul dapat bervariasi. Menurut Dr. Parikh, gejalanya bisa memburuk, tetap sama, atau membaik selama kehamilan.

 

Kehamilan Ternyata Bisa Picu Alergi Baru
Ibu Hamil Mengalami Alergi/ Shutterstock
2 dari 6 halaman

Kehamilan dan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita sering mendengar sistem kekebalan tubuh dalam keadaan lemah selama kehamilan, itulah sebabnya ibu hamil mungkin lebih rentan terhadap pilek dan flu. Ada juga kepercayaan bahwa keadaan sistem kekebalan yang unik saat hamil dapat membuka pintu bagi alergi baru untuk berkembang.

Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Sistem kekebalan kita memiliki dua subsistem: kekebalan bawaan dan adaptif. Keduanya memiliki respons yang berbeda-beda terhadap kehamilan.

" Selama kehamilan, sistem kekebalan beradaptasi untuk memungkinkan koeksistensi antara ibu dan janin/plasenta yang mengandung materi genetik ayah. Untuk mencapai ini, respons bagian adaptif dari sistem kekebalan berkurang. Inilah sebabnya mengapa kehamilan dianggap sebagai keadaan imunodefisiensi," kataAmina Abdeldaim, MD, MPH.

Sementara itu, respon imun bawaan, yang bertahan melawan infeksi, tetap tinggi. Dalam keadaan baru ini, tubuh dapat melakukan dua peran kunci—menjaga janin yang sedang tumbuh aman dari serangan sistem kekebalan dan melindungi ibu dari infeksi bakteri dan virus yang berbahaya.

3 dari 6 halaman

Deretan Pemicu Hasrat Bercinta Turun Drastis Saat Hamil

Dream - Kehamilan memang membawa perubahan luar biasa pada perempuan. Bukan hanya kondisi fisik tapi juga psikis. Dalam hal hasrat seksual, umumnya saat hamil mengalami peningkatan.

Menurut dr. Reza Fahlevi dikutip dari KlikDokter, hormon dalam tubuh ibu hamil, seperti hormon estrogen, bekerja dengan sangat baik yang membuatnya lebih berhasrat. Sayangnya, ada hal yang bisa meredam gairah seksual ibu hamil.

Apa saja? Mungkin salah satunya adalah yang sedang dialami.

1. Fase Morning Sickness
Umumnya, morning sickness terjadi pada awal-awal usia kehamilan (trimester pertama). Meski menggunakan istilah “ morning”, rasa mual bisa terjadi kapan saja, termasuk di malam hari. Jika hal ini terjadi dalam intensitas yang berat, ibu akan merasa lelah dan bisa jadi tidak bergairah untuk berhubungan seks.

2. Lebih Mementingkan Kondisi Janin
Saat sedang hamil, kesehatan janin adalah prioritas utama. Ini sebabnya, bercinta saat sedang hamil mungkin enggan dilakukan oleh pasangan. Sebenarnya berhubungan seks saat hamil diperbolehkan, namun rasa takut dan cemas membuat ibu jadi berpikir dua kali untuk bercinta.

 

© Dream
4 dari 6 halaman

Juga Dipengaruhi Hal Ini

3. Tidak Percaya Diri
Berubahnya fisik selama hamil juga bisa membuat ibu jadi merasa tidak percaya diri saat sedang berhubungan seks. Nantinya, hal ini juga bisa membuat ibu jadi tidak bergairah dan buat vagina ibu jadi kering,” ujar dr. Reza.

“ Karena itu, penting untuk mendiskusikan hal tersebut dengan pasangan guna mendapatkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” kata dr. Reza.

4. Pasangan Merasa Kasihan
Suami yang merasa kasihan dengan kondisi tubuh ibu juga bisa jadi alasan lain gairah seksual wanita hamil turun. Karena melihat pasangan sering mengeluh sakit dan pegal, suami jadi lebih ingin merawat ketimbang memuaskan hawa nafsunya. Jika ibu hamil merasa sehat dan siap, komunikasikan dengan suami. Pilih posisi seks yang aman dan nyaman untuk kedua belah pihak.

Selengkapnya baca di sini.

5 dari 6 halaman

Rutin Latihan Jongkok Saat Hamil, Rasakan Efek Dahsyatnya

Dream - Para ibu hamil sangat dianjurkan untuk rutin berolahraga ringan. Aktif secara fisik akan membuat kondisi ibu hamil lebih fit dan juga berdampak positif bagi janin. Antara lain mengurangi rasa pegal dan nyeri, meningkatkan sirkulasi darah, menjaga penambahan berat badan naik tidak berlebihan, dan membantu tidur lebih lelap.

" Olahraga sangat bermanfaat dalam mempersiapkan tubuh untuk persalinan, melahirkan, dan pascapersalinan," kata Amanda DeGrace, pelatih olahraga bersertifikat, dikutip dari Verywell.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar ibu hamil melakukan aktivitas fisik 150 menit per minggu. Salah satu olahraga yang dianjurkan bagi ibu hamil adalah squat atau jongkok.

" Squat sangat aman untuk sebagian besar ibu hamil, dan juga sangat dianjurkan karena dapat membantu memperkuat otot dasar panggul. Squat juga meningkatkan mobilitas pinggul dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh yang membantu mempersiapkan tubuh untuk persalinan," kata DeGrace.

Menurut Carrie Pagliano, terapis fisik dan juru bicara American Physical Therapy Association, berjongkok adalah posisi melahirkan yang sebenarnya. Beberapa ibu hamil akhirnya berjongkok saat melahirkan karena membantu membuka pinggul dan mengurangi rasa sakit dan tekanan pada punggung.

" Jongkok adalah gerakan fungsional. Kita harus jongkok untuk duduk di toilet atau mengambil barang dari lantai. Ini harusnya bukan gerakan yang menakutkan," kata DeGrace.

 

© Dream
6 dari 6 halaman

Posisi Tubuh yang Lebar

Untuk membantu menjaga keseimbangan, ibu hamil dapat melakukan squat dengan posisi tubuh yang lebih lebar atau menggunakan kursi atau meja demi menjaga keseimbangan tambahan.

" Saat berolahraga selama kehamilan, biasanya perlu melebarkan posisi berdiri di banyak latihan untuk memberi ruang bagi perubahan di dalam panggul, dan ruang untuk bayi dan perut yang sedang tumbuh," kata DeGrace.

Lakukan latihan squat secara perlahan dan dengan cara yang terkontrol dan terukur. Hormon relaksin akan diproduksi tubuh dengan gerakan ini dan menyebabkan ligamen serta persendian mengendur yang sangat penting bagi ibu hamil.

Saat olahraga squat lakukan dengan perlahan dan hati-hati. Pastikan juga penuhi kebutuhan cairan tubuh, jangan sampai mengalami dehidrasi.

Join Dream.co.id