Keguguran Bisa Disebabkan karena Sel Sperma yang Bermasalah

Do It Yourself | Rabu, 28 Oktober 2020 12:03
Keguguran Bisa Disebabkan karena Sel Sperma yang Bermasalah

Reporter : Mutia Nugraheni

Faktor pemicu keguguran isa jadi karena sel sperma yang kurang berkualitas.

Dream - Ibu kerap kali merasa jadi penyebab terjadinya keguguran dan merasa bersalah. Hal ini karena ibu memiliki tugas reproduksi untuk mengandung dan menjaga janin lahir dengan selama hingga persalinan.

Banyak dugaan penyebab keguguran berkaitan dengan faktor yang ada pada ibu. Peran ayah atau lebih tepatnya sel sperma, sering kali diabaikan. Padahal bisa saja keguguran terjadi karena kualitas sel sperma yang kurang baik sehingga kehamilan tak bisa bertahan dan terjadi keguguran.

American Society for Reproductive Medicine (ASRM) mencatat bahwa kurang dari setengah dari semua keguguran di Amerika Serikat memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi. Hal itu tentu saja memicu frustasi, terutama pada ibu yang mengalami beberapa kali keguguran.

Kualitas Sperma dan Keguguran

" Baru-baru ini penelitian telah melihat secara khusus pada pria dan hubungan kualitas sperma untuk mencapai kehamilan yang sukses. Pakar kesuburan setuju bahwa diperlukan lebih banyak penelitian. Kualitas sel sperma bisa memicu keguguran karena banyak hal," Krissi Danielsson, dokter dan penulis buku After Miscarriage, dikutip dari Verywell.

Mulai dari kromosom abnormal hingga fragmentasi DNA sperma, bisa juga karena gaya hidup calon ayah yang tak sehat. Direkomendasikan bahwa ketika keguguran terjadi, terutama jika berulang, pengujian dan pemeriksaan bukan hanya difokuskan pada ibu tapi juga ayah.

 

 

2 dari 4 halaman

Masalah Kromosom

Penyebab utama keguguran adalah masalah kromosom. Kromosom adalah blok DNA yang menyandikan semua informasi yang dibutuhkan selama perkembangan. Karena setengah dari kromosom bayi yang sedang berkembang berasal dari ayah, ada kemungkinan ia dapat menyumbangkan kromosom yang tidak normal pada kehamilan.

Sekitar tiga dari empat keguguran terjadi selama trimester pertama kehamilan. Biasanya, jika seorang ibu mengalami keguguran selama trimester pertama, ada masalah dengan kromosom bayi.

 

3 dari 4 halaman

Dulu Hanya Fokus Pada Sel Telur

Adanya masalah kromosom selama pembuahan dapat membuat embrio mendapat jumlah kromosom yang salah (terlalu banyak atau terlalu sedikit). Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan keguguran. Namun, tidak semua bayi dengan jumlah kromosom yang salah mengalami keguguran. Misalnya, bayi dengan trisomi 21 mengalami sindrom Down.

" Dulu, para peneliti berfokus pada sel telur sebagai sumber utama masalah kromosom. Salah satu alasannya adalah (biasanya) hanya satu sel telur yang diovulasi setiap siklus menstruasi. Dengan sperma, seleksi alam terjadi sebelum pembuahan yang secara teoritis mengarah pada " yang terkuat" untuk mencapai sel telur," ujar Danielsson.

Selain itu, studi genetik pada jaringan dari keguguran telah melacak kesalahan pada tahap pertama meiosis ibu (perkembangan awal sel telur) sebagai sumber kelainan yang paling mungkin menyebabkan keguguran.

Beberapa penelitian selama dekade terakhir menunjukkan bahwa ini mungkin tidak selalu terjadi. Beberapa kasus keguguran berulang tampaknya melibatkan ayah yang memiliki insiden kromosom abnormal yang tinggi dalam spermanya.



4 dari 4 halaman

Fragmentasi DNA Sperma

Salah satu kunci kualitas sperma terletak pada DNA yang bisa rusak. Ketika kerusakan ini terjadi, itu disebut fragmentasi DNA sperma (SDF) dan ini adalah area fokus banyak studi penelitian yang mencari penyebab keguguran.

SDF dapat terjadi karena sejumlah alasan. Diantaranya adalah kematian sel, racun lingkungan, dan penyakit atau demam. Sperma tidak dapat memperbaiki kerusakan sel seperti sel lain di dalam tubuh dan ini adalah penyebab utama infertilitas pria. Kerusakan juga mempengaruhi struktur DNA di dalam sperma dan jika membuahi sel telur, ini berpotensi menyebabkan keguguran.

Join Dream.co.id