Kebiasaan Buruk Anak Saat Makan yang Harus Segera Dihentikan

Do It Yourself | Selasa, 26 Januari 2021 14:03
Kebiasaan Buruk Anak Saat Makan yang Harus Segera Dihentikan

Reporter : Mutia Nugraheni

Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin tampak sepele.

Dream - Asupan nutrisi didapatkan anak-anak dari makanan dan minuman di rumah setiap hari. Penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak dini agar anak tumbuh dengan sehat.

Sayangnya, secara tak sengaja kita kerap membentuk kebiasaan makan yang buruk pada anak. Ada beberapa kebiasaan makan yang harus segera dihentikan. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin anak mengalami obesitas atau kurang gizi.

" Kebiasaan makan sangat mempengaruhi kondisi gizi anak-anak. Untuk itu orangtua perlu memperhatikannya dengan lebih detail, bila ada kebiasaan anak yang kurang baik saat makan segera perbaiki," ujar Lee Ann, seorang ahli gizi, dikutip dari Smart Parenting.

Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin tampak sepele. Jika dibiarkan, bisa berdampak buruk pada anak secara jangka panjang, terutama dalam kebiasaan makannya.


1. Mengemil berlebihan
Anak-anak sangat suka camilan. Bila dilakukan secara berlebihan, hal ini dapat merusak nafsu makan dan membuat mereka menolak makanan bergizi yang telah disiapkan dengan cermat untuk mereka.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengatur dan mengikuti waktu makan dan kudapan untuk mengatasi dilema ini. Menurut Academy of Nutrition and Dietetics di AS, aturan praktis yang baik adalah menawarkan camilan beberapa jam setelah makan berakhir dan sekitar satu hingga dua jam sebelum makan berikutnya dimulai.

 

2 dari 5 halaman

Hindari Juga Kebiasaan Ini

2. Melewatkan sarapan
Jangan biarkan anak Anda melewatkan waktu makan, terutama sarapan. Para ahli mengatakan bahwa anak-anak yang sarapan cenderung makan lebih sehat dan menjaga berat badan yang sehat. Coba sajikan buah-buahan segar atau selai kacang dan roti isi daging atau pisang.

Segelas susu hangat setiap pagi juga bisa andalan saat anak sedang malas makan. Jangan sampai perutnya kosong saat beraktivitas.

3. Gunakan gadget saat makan
Tanamkan pada anak kebiasaan makan di meja, yaitu tidak menggunakan gadget. Artinya tidak ada smartphone, konsol game, dan bahkan televisi. Dengan cara ini, mereka dapat menikmati makanan mereka sepenuhnya dan tidak berlebihan.

Sebuah studi yang dilakukan di Lituania menemukan anak-anak yang terpapar layar selama makan mengonsumsi lebih banyak junk food dan memiliki lebih banyak masalah perilaku. Jadi, pastikan anak fokus dengan makanannya dan tidak terdistraksi.

4. Mengisi makanan berkalori tinggi dan tidak sehat
Jika anak kekurangan berat badan atau mengalami keterlambatan, tindakan terbaik adalah berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak untuk menentukan diet yang paling cocok. Ukur berat badan anak secara rutin.

Bila ternyata berat badannya tak sesuai dengan usia atau di bawah grafik, jangan ragu untuk ke dokter anak. Bisa jadi anak memiliki masalah pencernaan atau menu harian yang kita buat tak cukup optimal untuknya.

3 dari 5 halaman

Bobot Tubuh Anak Naik Drastis Selama di Rumah, Segera Atur Jadwal Makan

Dream - Selama di rumah saja mungkin banyak orangtua bingung untuk membuat menu makanan bagi buah hati. Pasalnya, anak-anak terus mencari makanan dan bobotnya sudah naik drastis.

Tak ke sekolah, tak bisa bebas melakukan banyak aktivitas fisik, anak-anak memang jadi lebih banyak menghilangkan bosan lewat makanan. Bagaimana jika anak suka makan banyak, dalam arti sudah berlebihan? Apakah kebiasaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatannya kelak?

Anak selalu memegang makanan di tangan kanan dan kirinya. Rasanya mereka tidak pernah merasa kenyang terus meminta menambah makan. Kondisi cukup umum dialami oleh beberapa anak. Dikutip dari KlikDokter, hal tersebut sudah termasuk dalam gangguan perilaku makan.

Dokter Arina Heidyana menjelaskan, ada beberapa penyebab anak banyak makan, tapi tak pernah merasa kenyang, yaitu:

Anak Tidak Mendapatkan Asupan Makan yang Cuku
Selama masa tumbuh kembang, anak memang diwajibkan untuk makan tiga kali sehari dengan asupan nutrisi yang seimbang. Jika orangtua hanya memberikan makan sekitar 2 kali atau bahkan 1 kali dalam sehari, anak bisa merasa kelaparan. Mereka pun akan terdorong untuk makan dengan porsi yang sangat banyak ketika melihat makanan.

 

 

4 dari 5 halaman

Jam Makan Tidak Teratur

Tidak memiliki jadwal makan yang teratur juga bisa berdampak para perilaku makan anak. Orangtua wajib memberi makan anak dengan jadwal yang teratur setiap harinya.

Misalnya, sarapan pada pukul 08.00 pagi, makan siang pukul 12.00, dan makan sore pukul 16.00. Kita juga bisa memberikan camilan di sela-sela waktu makan siang hingga makan sore.

Terlalu Banyak Makan Cepat Saji 
Bukanya tidak boleh sama sekali anak konsumsi makanan cepat saji, hanya saja jangan terlalu sering. Makanan cepat saji mengandung karbohidrat dan gula tinggi sehingga memicu lebih cepat lapar. Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula juga berisiko diabetes di masa yang akan datang.

Jika anak banyak makan dan berlebihan, hal tersebut tidak juga sehat. Orangtua pun perlu membatasinya dengan segera.

“ Ketika berat badan anak sudah melebihi batas normal, sudah saatnya Anda mengerem anak untuk makan banyak. Anda perlu cermat dalam memberi makan dan nutrisi pada anak,” ujar dr. Arina.

 

5 dari 5 halaman

Cara Mengerem Anak yang Suka Makan Banyak

Untuk mengontrol atau mengerem porsi makan anak, mulailah dengan membuat jadwal makan anak dengan teratur. Jika kebiasaan ini terus dilakukan setiap hari, tidak ada lagi drama anak merengek minta makan setelah makan pagi, siang, atau sore.

Berikan juga camilan sehat beberapa jam setelah makan seperti buah, biskuit, atau kacang-kacangan. Alihkan perhatian anak dengan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya, bermain di luar rumah, membaca buku, membacakan dongeng, menidurkan anak, atau hanya sekadar bermain bola tangkap bersama.

Hindari makan sambil menonton karena ini berisiko tersedak dan membuat anak mengunyah lebih lama. Tidak hanya itu, makan sambil nonton juga buat anak sulit menyadari bahwa dirinya sudah kenyang.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id