Kasus Anak Rabun Jauh di Indonesia Bakal Naik di 2050

Shutterstock
DO IT YOURSELF  |  13 Juni 2019 12:04

Peningkatan rabun jauh atau mata minus di 2050 hampir 200 juta dari saat ini.

Reporter :

Dream - Penggunaan kacamata saat ini seakan hal yang lazim. Bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Tentunya kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Diperkirakan, lebih dari 500 juta anak usia sekolah di dunia akan mengalami rabun jauh atau miopi di 2050.

Sebuah data terbaru yang dikumpulkan oleh Clearly, dipresentasikan dalam konferensi di London mengungkapkan hal tersebut. Mengutip Pharmacy Business , peningkatan rabun jauh atau mata minus di 2050 hampir 200 juta dari saat ini.

Masalah pada mata ini diperkirakan akan meningkat pesat pada anak-anak di dua negara: Tiongkok (65,7 persen) dan India (22,3 persen).

Selain dua negara tersebut, mereka yang menghadapi masalah peningkatan angka rabun jauh pada anak usia sekolah di 2050 adalah: Amerika Serikat (27,6 persen), Meksiko (18,6 persen), Indonesia (17,2 persen), Nigeria (16,4 persen), Pakistan (12,3 persen), Bangladesh (9,3 persen), Brasil (8,5 persen), dan Jepang (8,0 persen).

Brian Holden Institute memperkirakan, hampir setengah dari populasi dunia akan memiliki rabun jauh pada 2050, termasuk anak-anak. Beberapa penyebabnya adalah kurangnya waktu di luar ruangan, serta berbagai kegiatan yang berbasis kedekatan seperti main gim, pekerjaan rumah, membaca buku, komputer, dan layar ponsel.

" Jika tidak diatasi, penglihatan yang buruk dapat berdampak buruk pada semua bidang kehidupan, khususnya masa depan anak-anak." kata James Chen, pendiri badan amal Clearly yang merupakan penyelenggara konferensi serta bagian dari penelitian tersebut.

Selanjutnya : Rabun Menurunkan Kualitas Hidup
Summer Style 2019
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Smartfren Presents Milenial Males Jadi Miliuner Series Eps 1 - Sarjana Ekonomi
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :