Jika Vaksin Covid-19 Siap Ternyata Tak Bisa Langsung Diberikan Pada Anak

Do It Yourself | Selasa, 20 Oktober 2020 10:02
Jika Vaksin Covid-19 Siap Ternyata Tak Bisa Langsung Diberikan Pada Anak

Reporter : Mutia Nugraheni

Rupanya meski vaksin sudah siap November 2020 mendatang, anak-anak tak bisa lantas mendapatkannya.

Dream - Kematian anak di Indonesia karena virus Covid-19 termasuk yang paling tinggi di Asia Pasifik. Sebuah fakta miris yang membuat sekolah hingga kini tak kunjung dibuka demi menyelamatkan generasi bangsa.

Vaksin jadi pun jadi harapan banyak orang untuk menangkal virus yang bisa mematikan tersebut. Pemerintah Indonesia sudah memesan vaksin dari China dan direncanakan bakal siap pada November 2020 mendatang.

Rupanya, meski vaksin sudah siap, anak-anak tak bisa lantas mendapatkannya. Dikutip dari KlikDokter, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tidak merekomendasikan vaksin virus corona yang pertama kali tersedia untuk diberikan kepada anak-anak. Hal tersebut karena uji klinis yang dilaksanakan selama ini hanya berfokus kepada orang dewasa yang sehat dan tidak hamil.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Alvin Nursalim, Sp.PD. Menurutnya, pemberian vaksin kepada anak harus didasarkan pada uji klinis yang sesuai dengan usia responden.

“ Jika memang belum dilakukan penelitian, maka vaksin untuk anak belum dapat dilakukan. Semua obat aman diberikan jika sudah lolos penelitian pada populasi sesuai dengan target obat tersebut,” jelas dr. Alvin.

 

2 dari 5 halaman

Respons Imun Anak Berbeda

Beberapa pakar menyebut, sistem imunitas anak merespons vaksin secara berbeda dengan orang yang lebih tua. Sistem kekebalan tersebut juga bisa bervariasi pada anak dari berbagai usia. Oleh karena itu, perlu penelitian yang berbeda guna mengevaluasi apakah kandidat vaksin virus corona efektif dan aman untuk anak.

“ Intinya, pemberian obat kepada manusia harus diketahui dengan sangat detail. Jadi, kalau obat atau vaksin ditujukan untuk anak, maka penelitian pada anak juga mesti dilakukan terlebih dahulu,” dr. Alvin menegaskan.

 

3 dari 5 halaman

Uji Klinis Pada Anak

Perusahaan farmasi Amerika Serikat Pfizer berencana melakukan uji klinis vaksin virus corona kepada anak 12 tahun dalam waktu dekat. Dilansir CNN, Pfizer telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk melakukan uji coba vaksin virus corona kepada anak usia 12 tahun. Pfizer mengklaim beberapa orangtua telah menyatakan minat untuk mendaftarkan anak mereka dalam uji coba tersebut.

Melihat kenyataan tersebut dan belum adanya uji klinis pada anak, tampaknya anak-anak bakal jadi kelompok yang paling terakhir mendapatkan vaksin. Selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

4 Langkah Menjaga Bayi Baru Lahir Agar Tak Tertular Covid-19

Dream - Bagi para ibu yang baru saja melahirkan dan kini merawat bayi harus lahir, tetap di rumah saja adalah langkah terbaik. Bila keluar rumah, protokol kesehatan secara ketat harus dijalankan, kenakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.

Pandemi Covid-19 membuat semua orang berisiko tertular di mana pun. Termasuk pada bayi baru lahir yang bisa tertular dari orang dewasa. Dokter Darrell Fernando, SpOG, memperingatkan para orangtua untuk menjaga bayinya lebih ekstra.

Ia memaparkan dalam akun Instagramnya lima langkah penting menjaga bayi baru lahir agar tak tertular Covid-19. Langkah pertama menurut dr. Darell adalah selalu cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi.

Termasuk saat menyusuinya menggunakan botol atau ketika memerah air susu ibu(ASI). Mencuci tangan merupakan hal yang sangat penting agar bayi terhindar dari kontaminasi kuman.

 

5 dari 5 halaman

Protokol Kesehatan Ketat

Langkah kedua adalah kurangi kunjungan ke rumah. Budaya di Indonesia memang jik ada bayi baru lahir maka kerabat atau keluarga datang menengok dan memberi hadiah. Dalam masa pandemi seperti sekarang, sebaiknya hindari atau setidaknya kurangi.

Pastikan orang yang datang melihat bayi, benar-benar dalam keadaan sehat. Jangan segan untuk menolak jika ada yang ingin datang berkunjung jika dirasa ia berisiko sebagai pembawa virus.

Langkah ketiga, lakukan protokol kesehatan ketat jika ada yang datang. Tetap minta tamu memakai masker dan cuci tangan sebelum masuk rumah. Bayi juga sebaiknya dilihat dari jauh dan tidak digendong. Apalagi mencium dan memegang-megang karena sangat berbahaya

Keempat, mereka yang sakit tak boleh dekat-dekat dengan bayi. Termasuk ayahnya jika menunjukkan gejala flu, sebaiknya pisah kamar untuk mencegah menulari penyakit.

Sumber: Instagram dr Darell Fernando

Join Dream.co.id