Jenius, Anak 8 Tahun Selesaikan 70 Soal Matematika dalam 5 Menit

Do It Yourself | Kamis, 14 November 2019 18:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Kekuatan otaknya boleh dibilang luar biasa.

Dream - Sulit untuk tidak terkesima dengan Zury Tlapanco Reyes, bocah perempuan 8 tahun asal Meksiko. Ia baru saja memenangkan kompetisi matematika tingkat dunia, Mental Calculation Worldcup 2019 di China.

Zury yang berasal dari Tampico, Tamaulipas mampu menyelesaikan soal matematika rumit yang berjumlah 70 hanya dalam waktu 5 menit. Mengagumkan, bukan? Kekuatan otaknya boleh dibilang luar biasa.

Seluruh soal dikerjakannya dalam waktu singkat tanpa ada kesalahan. Nilainya paling tinggi di antara empat pesaingnya. Zury mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia berpartisipasi dalam kompetisi matematika tingkat internasional.

 

 

Jenius, Anak 8 Tahun Selesaikan 70 Soal Matematika dalam 5 Menit
Zury Tlapanco Reyes (Foto: Unicable)
2 dari 6 halaman

Zury sangat suka Matematika

Bagi Zury menjalani latihan dan kompetisi yang ketat tak membuatnya tertekan. Ia justru merasa sangat berterima kasih pada para pendamping, tutor dan orangtuanya.

" Aku tak merasa ini pengorbanan karena aku sangat suka matematika," ungkap Zury, seperti dikutip dari Forbes Meksiko.

 Zury© Facebook

Dia juga mengatakan bahwa kompetisi tersebut tidak terlalu sulit baginya. Pasalnya, Zury telah mempersiapkan diri dengan baik untuk itu. Keluarga Zury tentunya sangat bangga dengan pencapaian putrinya.

Sumber: Upworthy

3 dari 6 halaman

Buat Otak Anak Jadi Lebih Fokus dengan Aktivitas Ini

Dream - Anak-anak yang sudah bersekolah baik di tingkat SD hingga SMA seringkali berkutat dengan pekerjaan rumah (PR) yang rumit serta tugas yang menumpuk. Seringkali mereka kesulitan menyelesaikannya.

Bisa jadi karena tidak fokus atau otaknya merasa 'lelah' atau hal lain. Jika mendapati buah hati tampak sulit saat mengerjakan PR, cobalah lakukan beberapa aktivitas fisik.

Aktivitas ini dikenal dengan sebutan brain breaks. Merupakan cara sederhana untuk melawan frustrasi dan meningkatkan fokus dan memenuhi kebutuhan harian anak untuk aktivitas fisik.

Gerakan brain breaks harus aktif dan menyenangkan. Anda pun bisa mengajak anak melakukannya saat berada di rumah. Apa saja yang bisa dilakukan saat brain breaks?

 

4 dari 6 halaman

Ajak Anak 3 Aktivitas Ini

- Lompat-lompatan
Bisa melakukan permainan lompat tali, melompat dari satu titik ke titik lain atau melakukan lompatan sebanyak mungkin selama 60 detik. Dengan melompat akan memompa aliran darah jadi lebih kencang termasuk ke area otak.

- Peregangan
Kondisi otot yang tegang, tubuh yang kaku, membuat anak jadi tak bisa berpikir secara jernih. Untuk itu ajaklah ia melakukan pose yoga dan melakukan peregangan otot. Tarik napas secara perlahan lewat hidup dan buang melalui mulut.

- Permainan keseimbangan
Minta anak untuk menaruh kertas di kepalanya, kemudian berjalan. Bisa juga menempatkan benda lain yang ringan. Permainan keseimbangan ini juga cukup efektif untuk merangsang kerja otak.

Sumber: Verywell Family

5 dari 6 halaman

Berhitung dengan Jari Bikin Otak Anak Makin Kuat

Dream - Hampir semua anak belajar berhitung dengan menggunakan jari mereka. Tetapi ketika bertambah umur dan soal matematika di sekolah semakin sulit, maka banyak yang menggunakan alat bantu, seperti sempoa dan kalkulator.

Profesor Jo Boaler dari Stanford University, Amerika Serikat menulis di The Atlantic tentang manfaat neurologis menggunakan jari untuk berhitung. Ia juga mengungkap kebiasaan tersebut dapat berkontribusi pada pengembangan pola pikir yang lebih lanjut.

" Menghentikan siswa menggunakan jari mereka ketika berhitung, sama saja dengan menghentikan perkembangan kemampuan matematika mereka. Jari mungkin salah satu alat bantu visual yang paling berguna, dan area jari di otak kita digunakan dengan baik hingga dewasa," ungkap Boaler, seperti dikutip dari The Atlantic.

 

6 dari 6 halaman

Koordinasi Jari dan Otak

Kebutuhan dan pentingnya koordinasi jari dan otak, bisa menjadi alasan bahwa pianis, dan musisi lain, sering menunjukkan pemahaman matematika yang lebih tinggi daripada orang yang tidak mempelajari alat musik.

Boaler mengembangkan penelitian dan kurikulum untuk mendukung cara yang lebih menarik mengajar matematika. Yaitu dengan menerapkan pemikiran visual, berhitung, dan pemikiran yang berkembang.

Programnya diberi nama YouCubed membantu siswa dan guru untuk belajar dan mengajar matematika. Banyak murid yang merasa bingung dengan abstaraksi angka dan rumus dalam matematika.

" Siswa dibuat untuk menghapal rumus dan langsung menyelesaikan soal dengan sedikit representasi visual, sering kali karena arahan kebijakan dan panduan kurikulum yang salah. Padahal para siswa harus memahaminya dulu secara nyata, bukan dengan soal yang abstrak," kata Boaler.

Ia pun menyarankan untuk tetap mengajarkan anak dan para siswa untuk berhitung menggunakan jari sebagai objek menghitung visual. Hal ini akan sangat baik bagi perkembangan otak dan kemampuan berhitungnya.

Sumber: Kqed.org

Terkait
Join Dream.co.id