Jalani Program Hamil, Pastikan Nutrisi Tubuh Terpenuhi

Do It Yourself | Kamis, 16 Juli 2020 14:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Kehamilan bagi ibu merupakan momen yang sangat membutuhkan nutrisi tinggi.

Dream - Sederet jadwal konsultasi, pemeriksaan dan tes biasanya sudah dibuat pihak rumah sakit atau klinik untuk pasangan yang sedang menjalani program kehamilan. Usaha untuk mendapatkan momongan memang harus fokus dan konsisten.

Bukan hanya jadwal tes dan pemeriksaan saja yang harus diikuti, tapi pasangan juga harus menyiapkan tubuh. Kehamilan bagi ibu merupakan momen yang sangat membutuhkan nutrisi tinggi.

Begitu juga bagi calon ayah. Pola makan dan asupan nutrisi juga harus diperbaiki agar nantinya, janin yang terbentuk memiliki gen yang sehat dan baik. Apa saja yang bisa dilakukan pasangan untuk memenuhi nutrisi tubuh saat jalani program kehamilan?

 

Jalani Program Hamil, Pastikan Nutrisi Tubuh Terpenuhi
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Perhatikan makanan sehari-hari

Pastikan caon ayah dan ibu mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan, usahakan yang organik. Jangan lupa karbohidrat kompleks (roti gandum, pasta), asupan protein yang cukup, dan takaran lemak baik seperti kacang-kacangan dan minyak zaitun.

Jika berat badan berlebih, ada baiknya menemui ahli gizi untuk membahasnya secara detail agar tak diet sembarangan. Kelebihan berat badan dapat secara signifikan mempengaruhi kehamilan dan persalinan.

Penuhi juga kebutuhan zat besi dengan banyak mengonsumsi daging merah, sayuran hijau dan kacang-kacangan. Zat besi ini sangat penting untuk menyiapkan tubuh ibu saat hail dan agar janin sehat dan berkualitas.

 

3 dari 5 halaman

Suplemen

Kesehatan jangka panjang bayi dimulai jauh sebelum tes kehamilan menunjukkan. Sebelum hamil, konsumsilah suplemen asam folat seidaknya satu bulan sebelum kehamilan.

Setelah positif, tetap konsumsi selama 12 minggu pertama kehamilan. Penting juga mengonsumsi suplemen yodium 150 mikrogram setiap hari sebelum pembuahan, untuk membantu perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

Sumber: Glengarry Private

4 dari 5 halaman

Ibu Hamil Berdiri Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk Bagi Janin

Dream - Kondisi hamil membuat tubuh jadi sangat berbeda. Hal yang pasti, bobot tubuh naik drastis dan membuat ibu mengalami penurunan keseimbangan, mudah lelah dan kerap sesak napas.

Beberapa ibu hamil tak masalah jika melakukan aktivitas fisik yang cukup padat, tapi ada juga yang bermasalah. Penting untuk mengenali kondisi tubuh dan jangan menyepelekan sinyal tubuh.

Salah satu yang tak boleh dilakukan secara berlebihan oleh ibu hamil adalah berdiri terlalu lama. Jika harus berdiri, pastikan ibu hamil menyelinginya dengan duduk. Maksimal berdidi selama 15 menit, kemudian duduk, terutama jika kehamilan di trimester ketiga atau kandungan 7 bulan

Mengapa? Berdiri dalam waktu lama, terutama pada akhir kehamilan, dapat menyebabkan sakit punggung dan ketidaknyamanan pada kaki. Dikutip dari Momjunction, ini juga dapat mengurangi aliran darah ke janin, oleh karena itu, mempengaruhi pertumbuhan bayi yang mengurangi ketersediaan oksigen dan nutrisi ke janin.

 

5 dari 5 halaman

Pengaruh Pada Janin

Penelitian juga menunjukkan bahwa berdiri terlalu lama mempengaruhi pertumbuhan bayi. Diketahui, ibu hamil yang berdiri lebih dari 25 jam per minggu dapat melahirkan bayi yang beratnya 148-198g lebih rendah.

Bayi yang lahir dari ibu yang berdiri terlalu lama mungkin juga memiliki lingkar kepala lebih pendek satu sentimeter, yang dapat memengaruhi perkembangan saraf bayi. Ibu hamil boleh berdiri selama merasa nyaman, tidak ada rasa sakit, pegal di punggung, kaki atau sesak napas.

Jika aktivitas menuntut untuk berdiri dalam waktu yang lama, gerakkan kaki sesering mungkin atau berjalan-jalan. Seringkali setelah ibu hamil berdiri lama, akan memicu bengkak pada kaki atau edema.

Bila terjadi edema, segera duduk dan luruskan kaki. Jika memungkinkan, angkat kaki ke atas. Dalam kondisi ini ibu harus peka dengan kondisi kaki.

Join Dream.co.id