Jaga Kesehatan Gigi Si Kecil Selama di Rumah Saja

Do It Yourself | Senin, 26 Oktober 2020 08:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Saat gigi anak bermasalah, asupan gizinya bisa terhambat, begitu pun tumbuh kembangnya.

Dream - Anak-anak yang biasanya penuh dengan aktivitas seperti bermain, les maupun sekolah, kini harus di rumah saja selama pandemi. Rasa jenuh tentu saja muncul dan biasanya waktu di rumah dihabiskan dengan menikmati camilan manis.

Permen, cokelat, susu merupakan asupan favorit anak. Terus menerus mengonsumsi makanan manis dan lengket, tentunya bisa berdampak buruk pada gigi susu anak.

" Rata-rata anak usia 5 hingga 8 tahun mengalami karies gigi. Jika didiamkan bisa membuat anak sulit makan dan asupan gizinya terganggu," kata drg Avianti, spesialis kedokteran gigi anak dalam webinar yang digelar RS Pondok Indah, Jumat 23 Oktober 2020.

Karies pada gigi anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain kondisi gigi, gula, bakteri dan waktu. Karies awalnya terlihat seperti bercak putih.

" Awal terjadinya karies dimulai dari lapisan email. Bila dibiarkan, karies akan terus berlanjut ke dentin, biasanya jika mencapai dentin akan muncul nyeri saat ada rangsangan panas, manis dingin. Jika tak dirawat lubang akan mencapai pulpa, dan anak akan merasa sakit dan sering terbangun malam dan menangis kesakitan," ungkao drg Avianti.

 

Jaga Kesehatan Gigi Si Kecil Selama di Rumah Saja
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Camilan Sehat

Jangan sampai selama di rumah gigi si kecil jadi bermasalah. Pasalnya, saat anak mengalami masalah gigi yang serius, bisa mengurangi asupan gizi. Anak kehilangan nafsu makan, merasa kesakitan dan bisa berdampak buruk pada tumbuh kembangnya.

Avianti menyarankan untuk menjaga kesehatan gigi anak selama di rumah dengan menyediakan camilan yang sehat. Seperti sayur buah, aneka makanan laut, susu atau keju.

" Pada anak yang suka ngemil, berikan camilan setelah makan siang. Bisa buah, keju atau biskuit cokelat. Pastikan 30 menit setelah makan, anak sikat gigi terutama jika makanan makanan manis. Sisa makanan bisa jadi asam dan memicu bakteri pemicu karies," pesan drg Avianti.

3 dari 5 halaman

Orangtua Bisa 'Tularkan' Gigi Berlubang Pada Anak

Dream - Masalah gigi berlubang pada anak kerap dianggap sepele. Biasanya, karena gigi anak merupakan gigi susu yang akan copot dan bakal ada gigi pengganti. Gigi berlubang pada anak bisa memicu kesakitan hingga kehilangan nafsu makan dan berat badannya turun drastis.

Penting diketahui kalau gigi yang berlubang atau karies pada anak disebabkan bukan hanya karena kurang disiplin dalam menyikat dan membersihkan gigi, tapi juga karena 'ditularkan' oleh orangtua.

Karies gigi ini, dikutip dari Parents, disebabkan oleh kuman tertentu dan bisa menyebar dengan mudah dalam keluarga, bahkan dapat bertahan seumur hidup. Karies gigi lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan penyakit kronis lainnya, termasuk asma dan diabetes.

Menurut The National Institute of Dental and Craniofacial Research, sekitar 42% anak-anak berusia 2 hingga 11 tahun memiliki karies gigi yang mempengaruhi gigi primer atau gigi tetap.

" Kerusakan gigi dimulai dengan sekelompok kuman yang disebut streptococcus. Kuman ini memakan gula dan menghasilkan asam yang menggerogoti struktur gigi dengan menipiskan kalsium," ujar Burton Edelstein, D.D.S, direktur pendiri Proyek Kesehatan Gigi Anak-Anak di AS.

 

4 dari 5 halaman

Kerap Ditularkan Ibu

Plak kekuningan yang menumpuk di gigi akan menipiskan enamel gigi. Setelah itu, area tanpa kalsium menjadi cukup besar, dan permukaan gigi akan hancur.

Bayi dilahirkan tanpa bakteri berbahaya di mulutnya. Penelitian membuktikan bahwa ibu biasanya menginfeksi kuman streptococcus pada anak-anaknya ketika usia anak sebelum 2 tahun.

" Hal itu terjadi ketika mentransfer air liur ke mulut anak dengan berulang kali, melalui sendok makan yang sama. Jika ibu mengalami gigi berlubang, maka kuman akan dengan mudah menulari anak," kata Burton.

 

 

 

 

5 dari 5 halaman

Jaga Kesehatan Gigi Orangtua

Saat mulut anak dimasuki kuman karies, maka ia akan sangat rentan terhadap gigi berlubang. Jadi bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan gigi anak, orangtua juga harus melakukan hal yang sama.

Jika mengalami gigi berlubang, segera lakukan pemeriksaan rutin. Ajak juga si kecil rutin ke dokter gigi, agar kondisi giginya selalu sehat dan tak menghambat tumbuh kembangnya.

 

Join Dream.co.id