Ingin Ikuti Jejak Luna Maya Bekukan Sel Telur? Perhatikan Hal Ini

Do It Yourself | Rabu, 19 Januari 2022 12:09

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada beberapa pemeriksaan dan konsumsi obat yang harus dilakukan.

Dream - Level kesuburan perempuan secara biologis akan terus menurun seiring pertambahan usia. Bagi mereka yang belum mendapat pasangan, mungkin akan muncul kekhawatiran soal kemungkinan hamil di kemudian hari.

Teknologi kedokteran terutama dalam hal kesuburan kini sudah berkembang sangat pesat, termasuk di Indonesia. Luna Maya, beberapa waktu lalu mengungkap kalau dirinya menjalani prosedur pembekuan sel telur atau freezing egg.

Hal itu dilakukan alasan agar jika di kemudian hari sudah mendapat pasangan dan usianya tak lagi muda, dirinya tetap bisa punya anak dari sel telur yang sehat. Saat ini Luna sudah berusia 38 tahun.

" Aku enggak pernah berpikir umur suatu masalah atau (menikah) dikejar umur ya. Sebagai perempuan, ada biologic secara kalau mau jadi seorang ibu. Tapi aku sudah freeze egg," ujar Luna Maya saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Venna Melinda.

 Pembekuan sel telur© Shutterstock

Luna menjalani prosedur pembekuan sel telur sekitar satu tahun lalu di Indonesia. Dikutip dari KlikDokter.com, pembekuan sel telur juga dikenal dengan istilah oocyte cryopreservation. Proses ini dilakukan dengan mengambil sel telur terbaik dari dalam rahim wanita.

 

Ingin Ikuti Jejak Luna Maya Bekukan Sel Telur? Perhatikan Hal Ini
Luna Maya
2 dari 5 halaman

Pemeriksaan medis

Sel telur akan dibekukan dan disimpan di dalam laboratorium dalam jangka waktu yang telah disepakati. Ketika wanita sudah siap hamil, sel telur dapat dicairkan untuk kemudian dibuahi dan dimasukan kembali ke dalam rahim.

Wanita yang ingin menjalani oocyte cryopreservation tetap perlu mengonsumsi obat penyubur kandungan agar bisa berovulasi dan menghasilkan banyak sel telur.

 IVF© Shutterstock

Menurut dr. Devia Irine Putri proses pembekuan sel telur merupakan metode yang aman untuk dilakukan. Selain itu, tidak ada persyaratan khusus mengenai pembekuan sel telur. Selama kondisi fisik wanita sehat dan sudah melalui berbagai pemeriksaan medis, maka ia boleh membekukan sel telurnya.

 

3 dari 5 halaman

Layanan di Indonesia

“ Sebelum membekukan sel telur, wanita akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jika tidak ada infeksi di organ reproduksi, tak ada penyakit menular seksual, kondisi indung telur dan hormonnya baik, maka prosedur ini bisa dilakukan,” ujar dr. Devia.

Dokter Devia mengingatkan kembali, semakin bertambah usia, maka kesuburan wanita akan menurun, termasuk memengaruhi kualitas sel telurnya.

Untuk di Indonesia sendiri, layanan Oocyte Cryopreservation tersedia di beberapa klinik kesuburan, seperti Morula IVF dan Bocah Indonesia.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

Menguak Kualitas Sel Sperma Berdasarkan Usia

Dream - Masalah kesuburan bisa terjadi pas siapa pun, termasuk kaum pria. Salah satu penyebab kehamilan tak kunjung terjadi adalah level kualitas sperma yang sangat rendah.

Ada dua faktor penting yang sangat memengaruhi kesuburan pria, yaitu jumlah sperma dan pergerakannya menuju sel telur. Bagaimana dengan pertambahan umur pria?

Dikutip dari KlikDokter.com, dokter Reza Fahlevi menjelaskan, kualitas sperma terbaik pria berada pada masa reproduksi, yaitu dari usia 20-40 tahun. Sel sperma tetap bisa membuahi sel telur walaupun pria tersebut sudah berusia 60 tahun.

Hanya saja, jumlah sperma dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Umumnya jumlah sperma rata-rata sekitar 40-300 juta per ml air mani. Jumlah sperma dikatakan rendah bila di bawah 10 juta per ml air mani.

 

5 dari 5 halaman

Kondisi Andropause

Dalam studi di Journal Andrologia, puncak volume air mani berada pada usia 30-35 tahun. Sementara, volume terendah pada usia 55 tahun. Kemampuan pergerakan (motilitas) sperma juga dapat berubah seiring bertambahnya usia.

Motilitas yang paling baik terjadi pada usia sebelum 25 tahun, dan mengalami penurunan pada usia 55 tahun. “ Saat pria sudah berumur tua (lebih dari 60 tahun), kualitas spermanya akan menurun dan jumlahnya juga menurun karena adanya istilah andropause,” ujar dr. Reza.

Andropause adalah kondisi di mana pria mengalami penurunan kadar testosteron akibat proses penuaan. Kondisi ini mirip dengan menopause pada wanita. Pada menopause, penurunan hormon estrogen pada menopause terjadi secara signifikan dan mendadak.

Meski begitu, tidak semua pria mengalami andropause. Dalam hal pertambahan umur, pada sebagian pria, juga belum tentu berdampak pada kualitas sperma. Penting diingat, kualitas sperma atau peluang pembuahan tidak selalu ditentukan oleh usia, melainkan banyak faktor.

Penjelasan selangkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id