Ibu Melahirkan Positif Covid-19, Bagaimana Prosedurnya?

Do It Yourself | Senin, 5 Oktober 2020 16:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Bagi ibu yang berencana melahirkan dalam waktu dekat, pastikan menjaga kebersihan dan kesehatan dengan ekstra.

Dream - Demi menurunkan risiko penularan, saat ini para ibu yang melahirkan harus menjalani skrining Covid-19 lebih dahulu. Bisa melalui swab tes/ PCR atau rapid test. Jika hasilnya menunjukkan positif Covid-19, maka prosedur persalinan harus dijalani dengan protokol kesehatan ketat.

Para dokter dan tim medis wajib mengenakan hazmat dan proteksi lainnya. Area persalinan juga khusus dan bayi yang baru lahir harus dipantau dengan lebih intensif. Hal inilah yang membuat tak semua RS bisa menerima ibu dengan Covid-19 positif.

Untuk itu, bagi ibu yang berencana melahirkan, pastikan menjaga kebersihan dan kesehatan dengan ekstra. Jangan sampai tertular Covid-19. Lakukan juga skrining Covid-19 beberapa hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Bila RS tujuan menyediakan, maka harus membuat perencanaan detail.

 

Ibu Melahirkan Positif Covid-19, Bagaimana Prosedurnya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Penanganan Khusus

Bagi ibu yang hasil tes Covid-19, baik rapid maupun PCR mengindikasikan positif atau reaktif, maka harus melahirkan di RS rujukan Covid-19. Penanganan akan diberikan secara khusus demi kesehatan ibu dan bayi.

Sesuai arahan Kementerian Kesehatan, setiap ibu hamil yang akan melakukan persalinan diimbau untuk melakukan skrining Covid-19 tujuh hari sebelum tanggal perkiraan persalinan.

Pelayanan medis nantinya, disesuaikan dengan kondisi ibu. Untuk mengurangi transmisi udara, tim dokter dapat menggunakan delivery chamber untuk pelayanan persalinan pervaginam.Tindakan di ruang operasi bakal dilakukan di ruangan tekanan negatif bila ada atau melakukan modifikasi aliran udara.

 

3 dari 6 halaman

Bayi Segera Dimandikan

Setelah bayi lahir dari ibu yang positif Covid-19, harus segera dimandikan untuk mengurangi risiko infeksi. Untuk bayi dari ibu suspek atau konfirmasi COVID- 19 dirawat di ruang isolasi khusus terpisah dari ibunya.

Pada bayi juga akan dilakukan swab tenggorok 2 kali dengan interval 24 jam. Ibu dengan suspek atau konfirmasi COVID-19 juga tidak rawat gabung dengan bayi. Terkait pemberian ASI dimungkinkan jika ibu dalam kondisi stabil melalui ASI perah. Bila kondisi ibu tak memungkinkan, nutrisi pilihan adalah ASI donor atau formula. 

Sumber: Kementerian Kesehatan

4 dari 6 halaman

Cegah Kluster Covid-19 di Keluarga, Pastikan Lakukan Hal Ini

Dream - DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Penambahan kasus positif setiap harinya kini mencapai lebih dari 3.000.

Salah satu yang yang meningkat adalah kluster keluarga, di mana satu keluarga tertular Covid-19. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menurut Dr. dr. Agus Dwi Susanto SpP(K) Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dalam webinar yang digelar Komite Penanganan COVID-19 di Grahan BNPB, Jumat, 18 September 2020, hal ini karena protokol kesehatan tak dijalankan dengan baik.

" Kita masih ingat betul prinsip stay at home. Kita ingatkan keluarga untuk di rumah saja. Bila bekerja di kantor wajib mengenakan masker meskipun berada di dalam ruangan tertutup. Di DKI Jakarta, sebagian besar kasus tanpa gejala, ini justru mengkhawatirkan," kata dr. Agus.

 

5 dari 6 halaman

Masker Adalah Wajib

Tak bosan-bosan dr. Agus mengingatkan jika keluar rumah, masker tak boleh dilepas sama sekali. Pasalnya kita tak tahu orang di sekeliling dalam keadaan seahat atau tidak. Masker adalah proteksi utama.

" Jika tertular, kita membawa virus itu ke rumah. Sampai di rumah, pastikan kita cukup steril. Alat-alat yang kita bawa harus dibersihkan. Mandi, taruh baju di tempat cuci. Tetap waspada jika bertemu golongan yang rentan seperti orang yang memiliki penyakit jantung, paru-paru, manula dan anak-anak," ungkap dr. Agus.

 

6 dari 6 halaman

Jangan Berkerumun

Bila memang ragu dengan riwayat kontak selama di luar rumah, sebaiknya memisahkan diri dan jangan bercampur dengan anggota keluarga lain sampai merasa benar-benar aman. Bahkan dr. Agus juga menganjurkan untuk tetap menggunakan masker selama di rumah, jika kontak dengan orang yang rentan.

Hal yang juga sangat penting adalah jangan membuat kerumunan di rumah. Mengadakan pertemuan yang mendatangkan banyak orang atau kumpul keluarga besar. Dalam situasi tersebut virus Covid-19 akan sangat mudah menular. Terutama di dalam rumah yang tertutup.

Join Dream.co.id