Ibu Hamil, Jangan Sampai Kekurangan Zat Besi

Do It Yourself | Rabu, 17 Maret 2021 12:04
Ibu Hamil, Jangan Sampai Kekurangan Zat Besi

Reporter : Mutia Nugraheni

Faktanya, sekitar 50% ibu hamil tidak mendapatkan cukup mineral penting ini.

Dream - Saat hamil, ibu membutuhkan sekitar dua kali jumlah zat besi dari sebelum hamil. Hamil membuat tubuh menggunakan zat besi untuk membuat darah ekstra bagi kebutuhan perkembangan janin.

Faktanya, sekitar 50% ibu hamil tidak mendapatkan cukup mineral penting ini. Makan makanan kaya zat besi dan mengonsumsi suplemen zat besi dapat membantu menjaga kadar asupannya tetap optimal

Apa manfaat zat besi?
Dikutip dari WebMD, tubuh menggunakan zat besi untuk membuat darah ekstra (hemoglobin) untuk ibu dan janin selama kehamilan. Zat besi juga membantu memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan ke janin.

Mendapatkan cukup zat besi dapat mencegah kondisi kekurangan sel darah merah. Ibu hamil yang kekurangan sel darah merah akan cepat merasa lelah, atau disebut anemia defisiensi besi. Anemia ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau terlalu dini (prematur).

 

2 dari 6 halaman

Kapan ibu hamil harus konsumsi suplemen zat besi?

Menurut CDC, ibu harus mulai mengonsumsi suplemen zat besi dosis rendah (30 mg sehari) saat tahu pertama kali hamil. Akan lebih baik jika sedang merencanakan kehamilan. Hal ini agar saat kehamilan terjadi, kadar zat besi dalam tubuh dalam level normal.

Ibu hamil membutuhkan setidaknya 27 miligram (mg) zat besi setiap hari selama kehamilan. Sementara saat menyusui, penuhi setidaknya 9 mg zat besi setiap hari jika untuk mereka yang berusia 19 tahun atau lebih.

Di sisi lain, hindari minuman dan makanan tertentu yang bisa mencegah tubuh menyerap zat besi. Ini termasuk kopi, teh, susu, biji-bijian, dan produk susu. Usahakan untuk tidak makan makanan ini pada waktu makan yang sama saat ibu mengonsumsi makanan tinggi zat besi.

3 dari 6 halaman

Ternyata Ada 4 Sindrom Langka yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Dream - Menjaga kehamilan bagi beberapa ibu bukanlah hal mudah. Keluhan fisik kerap terjadi, belum lagi level kecemasan dan stres meningkat drastis. Memang, masalah kehamilan bisa saja terjadi dan tak terdeteksi di trimester pertama kehamilan.

Hal yang juga penting diketahui adalah sindrom langka pada ibu hamil dan tak mudah untuk dideteksi. Dikutip dari KlikDokter, di antara berbagai sindrom langka tersebut, ada pula yang mengancam nyawa ibu.

Kenali sindrom tersebut agar ibu hamil lebih waspada dan penanganannya tidak terlambat.

Mirror syndrome
Mirror syndrome cukup dikenali masyarakat karena merenggut janin kembar artis Irish Bela. Sindrom ini dikenal juga sebagai triple edema karena menyebabkan bengkak akibat penumpukan cairan pada tubuh baik bagi dua janin yang kembar dan juga bagi ibu.

Gejala dari mirror syndrome yaitu bengkak yang parah, tekanan darah tinggi pada ibu, kenaikan berat badan yang signifikan dalam waktu yang cepat dan adanya protein pada urine. Penyebab pasti dari mirror syndrome masih tidak diketahui karena penyakit ini sangat jarang.

Mirror syndrome berhubungan dengan kondisi fetal hydrops. Ini adalah pembengkakan pada janin akibat janin tidak dapat meregulasi cairan tubuh sehingga cairan menumpuk pada janin.

Penumpukan dapat terjadi pada bawah kulit, perut, paru-paru atau jantung. Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan fetal hydrops seperti gangguan jantung, kelainan metabolik, anemia, infeksi dan kelainan genetik.

 

4 dari 6 halaman

Hiperemesis gravidarum

Mual dan muntah merupakan gejala normal pada kehamilan yang sering disebut sebagai morning sickness. Biasanya terjadi pada ibu hamil saat trimester pertama, yaitu minggu ke-6 dan puncaknya pada minggu ke-9. Morning sickness dapat hilang pada minggu ke-16 hingga ke-18.

Namun, jika gejala mual dan muntah sangat parah dan lebih lama sampai akhir kehamilan, gejala ini sudah dapat dikatakan sebagai hiperemesis gravidarum. Terkadang penderita juga perlu dirawat di rumah sakit karena gejala yang terlalu parah, hingga menyebabkan dehidrasi dan defisiensi vitamin dan mineral.

Pada beberapa kasus, penderita hiperemesis gravidarum juga dapat mengalami penurunan berat badan hingga lima persen dari berat normalnya sebelum hamil. Penyebab pasti dari sindrom ini masih tidak diketahui. Beberapa teori menyebutkan ketidakseimbangan hormon, defisiensi vitamin B, hipertiroidim, infeksi helicobacter pylori, arus balik asam lambung (GERD), faktor psikologis dan gangguan pada metabolisme karbohidrat.

 

5 dari 6 halaman

HELLP syndrome

Sindrom ini merupakan singkatan dari Hemolysis, Elevated Liver enzyme levels, and Low Platelet levels syndrome. Sindrom HELLP merupakan kondisi yang mengancam jiwa ibu dan salah satu komplikasi kehamilan yang paling ditakuti. Biasanya sindrom ini terjadi pada trimester ketiga, namun juga masih dapat terjadi segera setelah persalinan.

Berbagai gejala pada sindrom HELLP yang bisa Anda kenali antara lain lemah, bengkak akibat penumpukan cairan, kenaikan berat badan berlebihan, nyeri kepala, mual, muntah, nyeri pada perut kanan bagian atas atau tengah, pandangan kabur.

Pada beberapa kejadian, penderita juga ada yang sampai mimisan dan kejang. Penyebab pasti dari sindrom ini masih tidak diketahui. Namun, sindrom ini lebih sering terjadi pada wanita yang mengalami preeklamsia dan eklamsia.

 

6 dari 6 halaman

Selective Intrauterine Growth Restriction (sIUGR)

Selective Intrauterine Growth Restriction (sIUGR) merupakan kondisi yang terjadi pada kehamilan kembar identik. Janin kembar tersebut hanya didukung oleh satu plasenta yang dibagi. Sindrom sIUGR terjadi ketika plasenta tidak dibagi secara rata, sehingga salah satu janin menjadi malnutrisi.

Sindrom ini biasanya terjadi pada 10-15 persen kehamilan kembar identik dengan satu plasenta. Kondisi ini biasanya ditemukan ketika sang ibu melakukan pemeriksaan rutin USG kehamilan. Ketika salah satu janin mengalami penurunan berat badan 10 persen di bawah normal, diagnosis sIUGR dapat ditegakkan.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id