Ibu Hamil Disarankan Ikuti Vaksin Booster Covid-19

Do It Yourself | Rabu, 19 Januari 2022 08:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Bisa memberikan perlindungan lebih optimal bagi ibu dan janin.

Dream - Pemerintah Indonesia dan di berbagai negara memutuskan untuk memberikan vaksinasi booster Covid-19. Hal ini karena munculnya varian Omicron yang lebih mudah menular.

Bagi Sahabat Dream yang tengah hamil, mungkin bingung apakah harus memperoleh booster atau tidak. Menurut dr. Tali Bogler dari Toronto, yang juga Co-Founder Pandemic Pregnancy Guide, sebaiknya ibu hamil juga mendapatkan booster.

" Kami merekomendasikan bahwa semua individu yang sedang hamil, serta mereka yang mencoba untuk hamil, harus menerima semua dosis vaksinasi COVID-19, termasuk dosis booster," ungkap dr. Tali, dikutip dari Todays Parent.

Untuk waktu pemberiannya, memang ada syarat jarak waktu dari dosis kedua. Bila sudah memenuhi syarat, dalam kondisi sehat, dr. Tali, mengungkap tak perlu ragu untuk mendapatkan booster.

" Waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin atau dosis booster adalah sekarang, berapa pun usia kehamilannya. Itulah cara terbaik untuk melindungi kehamilan dan janin, mengingat dampak buruk yang terkait dengan infeksi COVID-19 pada kehamilan, termasuk kelahiran prematur.

 

Ibu Hamil Disarankan Ikuti Vaksin Booster Covid-19
Vaksinasi
2 dari 5 halaman

Bisa konsultasi Dulul

Studi menemukan bahwa ibu hamil yang divaksinasi lengkap mengirimkan antibodi ke janin selama kehamilan, terlepas dari waktu pemberian vaksin mereka (yaitu apakah divaksinasi pada tanggal 1, 2 atau ketiga trimester).

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa dosis booster dikaitkan dengan tingkat antibodi ibu dan tali pusat tertinggi. Dalam penelitian ini, booster diberikan pada trimester ketiga, tetapi respons yang berkelanjutan diharapkan juga terjadi pada trimester lainnya.

Lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaksin pada trimester pertama tidak terkait dengan peningkatan risiko keguguran, dan ketika diterima pada trimester kedua dan ketiga, tidak terkait dengan peningkatan risiko kelahiran prematur, lahir mati, berat badan kurang, atau kelainan bawaan.

" Kita tahu bahwa kekebalan kita berkurang dari waktu ke waktu, jadi tidak ada efek kumulatif dari vaksin. Inilah sebabnya mengapa kita sering melihat rangkaian vaksin dosis ganda secara rutin pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa," ungkap dr. Tali.

Bila memang ragu untuk booster, bisa konsultasi dulu dengan dokter obstetri dan ginekologi. Terutama bagi ibu hamil yang memiliki riwayat masalah kehamilan.

 

3 dari 5 halaman

Ibu Hamil Bisa Vaksinasi Covid-19 Mulai Usia Kehamilan 13 Minggu

Dream - Vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil terus digencarkan. Penting untuk diingat, ibu hamil termasuk kelompok yang sangat rentan jika terpapar Covid-19 karena kondisi imunitasnya lebih rendah.

Untuk itu pemerintah sangat menganjurkan bagi ibu hamil untuk aktif ke pusat layanan kesehatan publik seperti puskesmas atau RSUD, demi mendapatkan vaksinasi Covid-19. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) juga baru saja mengeluarkan surat yang berisi, ibu hamil bisa mulai divaksin Covid-19 di usia kehamilan 13 minggu.

Dokter Agung Zentyo, lewat akun Instagram @agung_zentyo mengunggah surat panduan terbaru dari POGI untuk vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil.

Isinya antara lain ibu hamil yang ingin melakukan vaksinasi Covid-19 tak perlu mendapat rekomendasi dari spesialis obstetri dan ginekologi. Lalu setelah penyuntikan harus dilakukan pemantauan dan pencatatan kehamilan sampai persalinan oleh kader. Hal ini di bawah koordinasi POGI.

Untuk pemantauan ibu hamil pasca vaksinasi menggunakan formulir pemantauan khusus. Jenis vaksin yang diberikan bagi ibu hamil yaitu Pfizer, Moderna dan Sinovac.

 Surat POGI© POGI

4 dari 5 halaman

Pasangan yang Program Hamil, Tak Perlu Ragu Vaksinasi Covid-19

Dream - Vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan pada mereka yang belum mendapatkannya, baik dosis pertama maupun dosis kedua. Hal ini demi mencapai kekebalan komunitas dan tentunya mengurangi risiko penularan dan tingkat keparahan jika memang tertular.

Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar kalau vaksinasi Covid-19 bisa berdampak buruk pada kesuburan. Hal ini tentu saja membuat khawatir para pasangan yang sedang merencanakan kehamilan atau menjalani program hamil secara intensif.

Kabar tersebut sebenarnya tidak benar. Pasalnya, sebelum vaksin didistribusikan tentunya melewati sejumlah penelitian khusus dan uji klinis.

Lalu pada Agustus 2021 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) memperbarui panduan vaksin Covid-19. Salah satu poinnya adalah vaksin direkomendasikan pada semua orang yang berusia 12 tahun ke atas untuk divaksinasi, termasuk orang-orang yang mencoba hamil dalam waktu dekat atau mungkin hamil di masa depan, serta pasangan mereka.

 

5 dari 5 halaman

Vaksin Tak Sebabkan Masalah Kesuburan

CDC juga memaparkan penelitian terbaru pasangan yang menjalani fertilisasi in vitro (IVF). Para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan dalam tingkat keberhasilan kehamilan di antara tiga kelompok wanita yang mencoba hamil dan sudah divaksin Covid-19 serta yang belum. Pertama mereka yang memiliki antibodi dari vaksinasi, mereka yang memiliki antibodi dari infeksi COVID-19, dan mereka yang tidak memiliki antibodi.

Mendapatkan vaksinasi merupakan cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan bayi dari virus corona,termasuk varian Delta yang sangat menular. " Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang terinfeksi COVID lebih mungkin mengembangkan infeksi parah (dibandingkan wanita yang tidak hamil yang terinfeksi) dan memerlukan perawatan di rumah sakit/ICU selama mereka sakit," kata Janet Choi, MD, direktur medis di CCRM, yang juga ahli kesuburan, dikutip dari Parents.

CDC juga juga mengungkap tak satu pun dari vaksin yang tersedia (Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson) dikaitkan dengan masalah kesuburan pada pria atau wanita. " Saat ini tidak ada bukti bahwa antibodi yang dibuat setelah vaksinasi COVID-19 atau bahwa bahan vaksin akan menyebabkan masalah kehamilan sekarang atau di masa depan," ungkap CDC.

Banyak organisasi medis lainnya juga mendukung vaksinasi ketika mencoba untuk hamil, termasuk American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), American College of Nurse-Midwives, Society for Maternal-Fetal Medicine, American Academy of Family Physicians, dan masih banyak lagi. Jadi tak perlu ragu untuk vaksinasi Covid-19 bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, karena justru bisa memberikan perlindungan.

Join Dream.co.id