Ibu Hamil Butuh Rutin Berjemur, Perhatikan Keamanannya

Do It Yourself | Senin, 30 November 2020 10:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan sampai berjemur malah memicu masalah kesehatan pada ibu hamil.

Dream - Sinar matahari sangat dibutuhkan ibu hamil untuk membantu mensintesis vitamin D yang penting bagi pertumbuhan bayi dan memperkuat tulang ibu. Vitamin D juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kesehatan mata, serta menurunkan risiko darah tinggi pada ibu hamil.

Dikutip dari KlikDokter, berjemur juga dapat memberikan risiko kepada ibu hamil. Hal ini karena saat hamil kulit cenderung lebih sensitif dan mudah terbakar. Apabila tidak dilakukan dengan tepat, berjemur dapat menyebabkan dehidrasi, penuaan dini, dan masalah serius pada kulit.

Pada ibu hamil yang suka berjemur, pastikan melakukan hal-hal berikut agar aktivitas satu ini tak menyebabkan masalah serius pada kesehatan.

1. Menggunakan Tabir Surya atau Sunscreen
Gunakan tabir surya ketika ibu hamil ingin berjemur. Ibu bisa mengoleskan tabir surya 15 menit sebelum berjemur dan oleskan di bagian kulit yang akan terpapar sinar matahari.

Wajah, leher, tangan, dan kaki adalah daerah-daerah yang biasa terpapar sinar matahari, maka jangan lupa oleskan di bagian tersebut. Gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 dan oleskan dengan rata dan tidak terlalu tipis. Ulangi pemakaian tabir surya setidaknya setiap dua jam sekali.

 

Ibu Hamil Butuh Rutin Berjemur, Perhatikan Keamanannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Minum Banyak Cairan

2. Gunakan Pakaian, Topi, dan Kacamata
Gunakan pakaian berwarna terang dilengkapi dengan topi dan kacamata bila ingin berjemur. Pakaian berwarna terang akan membantu melindungi kulit ibu hamil dari paparan sinar matahari.

Sinar matahari yang mengenai perut ibu hamil tidak akan melukai janin. Sebab, cairan ketuban akan melindungi janin dan menjaga suhu di dalam agar tidak panas secara berlebihan.

3. Jaga Hidrasi Tubuh
Saat berjemur tubuh dapat mengeluarkan banyak keringat, penting bagi para ibu hamil untuk menjaga status hidrasi tubuh mereka. Selalu bawa air minum setiap ingin berjemur. Jangan lupa untuk selalu minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. Bisa juga minum jus buah.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Sederet Bahaya Penyakit Menular Seksual Pada Ibu Hamil

Dream - Kesehatan ibu hamil harus dijaga dengan ekstra, jangan sampai ibu hamil terkena penyakit menular seksual (PMS). Dikutip dari KlikDokter, penyakit infeksi menular seksual adalah penyakit yang berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui hubungan seksual.

Proses penularan penyakit ini bisa terjadi akibat adanya aktivitas seksual melalui mulut, anus, penis maupun vagina. Infeksi menular seksual merupakan penyakit serius yang bisa menyebabkan kemunculan berbagai komplikasi.

Jika terjadi pada ibu hamil, penyakit ini bisa mengancam keselamatan ibu maupun janin yang ada di dalam kandungannya. Ketahui dampak PMS yang sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

 

4 dari 6 halaman

Gonore

Gonore alias gonorrhoea adalah penyakit infeksi menular seksual yang terjadi akibat paparan bakteri Neisseria gonorrhoea. Jika penyakit ini terjadi pada ibu hamil, terjadinya keputihan berbau, rasa terbakar sewaktu berkemih atau nyeri perut tak bisa dihindari.

Tak hanya itu, ibu hamil yang mengalami gonore dan tidak ditangani dengan baik juga dapat mengalami keguguran, kelahiran prematur, kehamilan di luar kandungan dan gangguan kesuburan di masa mendatang.

Sementara itu, bayi yang lahir dari ibu dengan gonore sangat berisiko untuk mengalami kebutaan, infeksi sendi dan infeksi darah. Kesemua kondisi tersebut sangat mungkin mengancam nyawa.

 

5 dari 6 halaman

Klamidia

Infeksi klamidia – atau chlamydia – yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis sangat berbahaya jika dialami oleh ibu hamil. Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan terjadinya keputihan abnormal, sering buang air kecil dan terasa nyeri, sakit perut, hingga perdarahan.

Bila tidak segera diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi berat, seperti peradangan rongga panggul, kecacatan pada bayi, gangguan kesuburan, kehamilan di luar kandungan, kelahiran prematur, pecah ketuban dini, berat badan bayi lahir rendah, pneumonia, hingga kematian bayi.

 

6 dari 6 halaman

Sifilis

Sifilis adalah jenis penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat dengan mudah menular pada calon bayi jika dialami oleh ibu hamil.

Infeksi sifilis pada janin dapat dimulai sejak usia kehamilan 14 minggu dan risiko semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Terjadinya kondisi ini membuat bayi berisiko tinggi untuk lahir secara prematur dan mengalami masalah organ tubuh. Sekitar 40% wanita hamil yang mengalami sifilis dan tidak diobati dapat berakhir pada kematian bayi.

 

Join Dream.co.id