Haruskah Payudara Dibersihkan Dulu Sebelum Menyusui?

Do It Yourself | Senin, 11 Januari 2021 16:04
Haruskah Payudara Dibersihkan Dulu Sebelum Menyusui?

Reporter : Mutia Nugraheni

Mungkin banyak ibu yang belum tahu kalau bakteri di payudara bermanfaat bagi bayi.

Dream - Kebersihan sangat penting selalu dijaga di situasi pandemi seperti sekarang. Para ibu yang memiliki bayi dan masih menyusui pastinya khawatir. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul pada ibu menyusui untuk menjaga kebersihan adalah apakah payudara harus selalu dibersihkan sebelum menyusui.

Bidan senior Lanny Kuswandi yang juga praktisi hypnobirthing Indonesia, menjawab pertanyaan banyak ibu soal kebersihan payudara. Menurutnya, payudara ibu tak perlu selalu dibersihkan.

" Bukan berarti tidak dirawat sama sekali ya. Tetap harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika ingin mencuci pun, cukup basuh dengan air dan jangan digosok kencang saat mengeringkan," tulis Bidan Lanny dalam akun Instagramnya.

Selalu mencuci puting sebelum menyusui menyebabkan kulit payudara menjadi kering dan iritasi. Penggunaan sabun terlalu sering bisa menyebabkan hilangnya minyak alami pada kulit payudara.

" Puting juga terdapat bakteri baik yang bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh dan melindungi puting," pesan Bidan Lanny.

Jadi, para ibu menyusui cukup bersihkan putih dengan kapas yang telah dibasahi dengan air. Tak perlu menggunakan sabun karena justru bisa melukai puting.

2 dari 7 halaman

Muncul Gejala Flu Saat Menyusui, Amankah Konsumsi Obat?

Dream - Para ibu baru cenderung kurang tidur dan sangat mudah mengalami keluhan tak enak badan. Hal ini karena kerap terbangun di malam hari untuk menyusui. Belum lagi kurang hormon yang belum stabil dan masih dalam pemulihan pascara persalinan.

Untuk itu ibu kerap mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sakit kepala bahkan demam. Selama hamil ibu tak boleh minum obat sembarangan karena bisa berdampak buruk pada janin. Lalu bagaimana saat menyusui?

Dikutip dari Today Parents, sebenarnya obat flu yang banyak di pasaran, aman dikonsumsi ibu menyusui. Ingat, bukan obat resep atau obat yang berlogo K dengan lingkaran merah dan hitam, karena termasuk obat keras.

Sebelum minum obat, langkah pertama adalah mencari tahu apakah sedang pilek atau flu. Flu bisa meningkat menjadi kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia, terutama jika baru saja melahirkan. Itulah mengapa penting untuk mendapatkan vaksinasi flu sebelum hamil.

Untuk keluhan ringan tanpa demam, ibu sebaiknya makan makanan kaya protein, perbanyak makan buah dan minum air putih. Pakai masker jika dekat bayi agar si kecil tak tertular.

 

3 dari 7 halaman

Amankah mengonsumsi asetaminofen?

Acetaminophen, obat yang ditemukan di Tylenol, aman untuk ibu menyusui. Sejumlah kecil obat memang masuk ke dalam ASI, tetapi itu tidak cukup untuk memengaruhi bayi, dan tidak memengaruhi suplai ASI.

Berhati-hatilah saat menggunakan Tylenol saat Anda juga mengonsumsi obat flu lain, karena dosisnya menjadi tinggi. Akan lebih jika konsultasi dulu dengan dokter atau apoteker.

 

4 dari 7 halaman

Bolehkah mengonsumsi antihistamin dan dekongestan saat menyusui?

Antihistamin aman untuk wanita menyusui, kata Shawna Lamond, direktur dan staf dokter di The Alex Breastfeeding Clinic dan Riley Park Lactation in Clinic di Calgary. Dia menjelaskan bahwa obat tersebut sering diresepkan untuk mengatasi ruam dan masalah lain setelah melahirkan.

“ Tapi obat apa pun yang akan mengeringkan [hidung] akan mengeringkan semuanya. Konsumsi antihistamin bisa menurunkan produksi ASI," ungkap Lamond.

Jika khawatir produksi ASI menurun sebaiknya hindari obat dengan dua bahan aktif tersebut. Biasanya terdapat pada obat pereda hidung pilek. Hindari juga minum obat batuk sirup saat menyusui.

Alasannya karena ada tiga bahan aktif yang ditemukan dalam sirup obat batuk. Pseudophedrine adalah salah satunya, yang berdampak pada penurunan suplai ASI. Bahan kedua, dekstrometorfan, tidak berdampak pada ASI tapi juga tidak terlalu efektif. Dan yang ketiga, kodein, tidak efektif dan pada beberapa kasus bisa berbahaya bagi bayi.

5 dari 7 halaman

Menstruasi Saat Menyusui, Produksi ASI Bisa Menurun Drastis

Dream - Bagi ibu yang menyusui secara rutin, baik menyusui langsung atau pun memerahnya dan diberikan pada bayi satu hal yang kerap terjadi adalah menstruasi jadi tak teratur. Ada juga yang tak menstruasi selama beberapa bulan.

Kondisi tersebut sebenarnya normal karena menstruasi biasanya tertunda jika ibu menyusui bayi secara eksklusif, karena perubahan hormonal. Stimulus menyusu pada payudara mengarah pada penurunan hormon luteinizing (LH) dan hormon pelepas gonadotropin (GnRH) yang diproduksi oleh hipotalamus dan kelenjar pituitari. Hormon-hormon ini memainkan peran penting dalam pelepasan sel telur oleh ovarium.

" Bisa juga karena adanya peningkatan kadar hormon prolaktin yang memengaruhi ovarium. Kombinasi dari perubahan hormonal ini menyebabkan penghentian sementara siklus menstruasi," ujar dr Ritika Shah, dkutip dari MomJunction.

 

6 dari 7 halaman

Produksi ASI Berkurang

Saat ibu menstruasi, sangat aman untuk menyusui. Hanya saja tubuh ibu mengalami sedikit perubahan hormon. Tetaplah menyusui saat menstruasi, terutama jika bayi masih di bawah enam bulan.

Ada sedikit perubahan pada ASI jika ibu menstruasi. Apa saja?

1. Produksi ASI berkurang
Beberapa ibu mengeluhkan penurunan sementara produksi ASI saat menstruasi. Biasanya ini disadari ibu yang memerah ASI dan terlihat jumlahnya saat disimpan dalam botol atau plastik ASI. Ini adalah perubahan sementara dan menjadi normal dalam beberapa hari.

Pastikan saja ibu mengonsumsi makanan kaya protein dan gizi lain. Telur, ikan, daging dan sayuran hijau agar tubuh tetap fit. Menyusui dan menstruasi akan membuat tubuh jadi lebih lemas, asupan bergizi akan membuat ibu tetap fit.

 

7 dari 7 halaman

Komposisi ASI dan Nyeri

2. Perubahan komposisi ASI
Beberapa peneliti menemukan bahwa selama ovulasi dan menstruasi, jumlah natrium dan klorida meningkat, sedangkan laktosa dan kalium menurun dalam ASI. Hal ini mungkin menyebabkan sedikit perubahan pada rasa ASI.

3. Nyeri pada puting
Perubahan hormonal yang menyertai menstruasi dapat menyebabkan nyeri pada puting. Ini adalah perubahan sementara. Teruslah menyusui daan memerah untuk menghindari saluran ASI tersumbat. Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan atau konsultan laktasi jika nyeri payudara yang parah saat menyusui.

Join Dream.co.id