Hamil di Usia 40-an, Ibu Harus Lakukan Ini

Do It Yourself | Selasa, 13 Juli 2021 16:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Demi kesehatan diri sendiri dan janin dalam kandungan.

Dream - Riafinola Ifani Sari atau akrab disapa Nola, personal B3 yang juga ibu dari penyanyi cilik Naura dan Neona, mengumumkan kalau dirinya tengah hamil di usia yang tak lagi muda. Saat ini usia Nola sudah menginjak 43 tahun.

Awalnya Nola dan sang suami Baldy, cukup khawatir dengan kehamilan ini. Seperti yang kita tahu, hamil di usia 40 tahun ke atas memang memiliki risiko yang lebih besar. Mereka pun melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis kandungan, dan hasilnya kondisi janin sangat baik.

" Alhamdulilllah menurut dokter dan hasil USG kondisi Janin baik dan sudah ada detak jantung nya, Disitulah suami @baldynola baru tenang," tulis Nola di Instagramnya @riafinola.

 Nola Hamil
© Instagram

Kehamilan bisa terjadi kapan saja, ketika pasangan dalam kondisi subur. Termasuk ketika usia 35 hingga 40an. Hamil pada usia 35 ke atas memang lebih berisiko dibandingkan hamil di usia 20-an, tapi bukan berarti risiko tersebut tak bisa diminimalisir.

Kuncinya adalah melakukan pemeriksaan secara lebih intensif. Ibu juga harus lebih menjaga kesehatan tubuhnya. Hal ini mengingat kondisi dan vitalitas tubuh sangat berbeda dibandingkan ketika hamil usia 20an.

" Hal yang wajib dilakukan ibu dan ayah adalah jangan segan untuk berkonsultasi lebih detail dengan dokter. Minta penjelasan kepada dokter apa yang harus dihindari dan risikonya dan perawatan yang harus dilakukan," ujar Nathalina Lee, seorang bidan profesional.

 

Hamil di Usia 40-an, Ibu Harus Lakukan Ini
Nola/ Foto: Instagram @riafinola
2 dari 7 halaman

Pemeriksaan Lebih Sering

Pemeriksaan mungkin akan lebih banyak dilakukan, misalnya pemeriksaan darah atau USG fetomaternal. Menurut penelitian, seperti dikutip dari Mayo Clinic, ibu yang hamil di atas 35 memang memiliki sederet risiko yang lebih tinggi.

Risiko tersebut antara lain hamil kembar, mengalami diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, melahirkan bayi prematur dengan berat badan rendah, serta ketidaknormalan kromoson. Termasuk lebih risiko menjalani prosedur operasi caesar.

Meski memiliki sederet risiko, tapi ada efek positif menjalani kehamilan di usia 40. Menurut penelitian yang dipublikasi dalam Journal Population and Development Review, anak yang lahir dari ibu yang berusia di atas 35 tahun cenderung lebih tinggi dan pintar.

Tak hanya itu, ternyata menurut penelitian yang dipublikasi dalam Journal of the American Geriatrics Society, ibu yang melahirkan anak setelah usia 35, kemampuaan otaknya meningkat dan bisa menurunkan risiko kepikunan atau demensia.

3 dari 7 halaman

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Konsumsi Pil KB dan Hamil

Dream - Kehamilan yang tak direncanakan kerap membuat kita dan pasangan merasa kaget. Usaha untuk mengontrol kehamilan dengan mengonsumsi pil kontrasepsi/ pil KB memang tak seratus persen.

Banyak kasus 'bobol' padahal ibu sudah mengonsumsi pil KB secara teratur. Tingkat kegagalan proteksi dari pil KB untuk mencegah kehamilan sekitar 8 persen.

" Baik pil kombinasi atau pil progestin saja memiliki tingkat kegagalan delapan persen dengan penggunaan yang khas. Alasan utama kegagalan? Tidak mengonsumsinya secara konsisten," ujar Amanda Black, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di The Univeristy of Ottawa, dikutip dari Todays Parent.

Bagi mereka yang menggunakan pil kombinasi, sangat penting untuk meminumnya setiap hari selama minggu pertama. Jika melewatkan satu pil saja, mungkin tidak ada cukup estrogen untuk mencegah ovulasi, dan risiko hamil tetap tinggi.

Melewatkan pil dalam tujuh hari pertama dapat memicu ovulasi. Bahkan hanya terlambat lebih dari tiga jam saja mengonsumsinya, risiko kehamilan bisa terjadi. Pil KB juga bisa gagal bekerja jika ibu mengalami muntah atau diare.

" Tubuh tidak punya waktu cukup untuk menyerap ke dalam sistem tapi sudah keluar lewat muntah dan feses," kata Black.

 

4 dari 7 halaman

Berbahayakah?

Orang yang menggunakan pil KB kombinasi lalu hamil bisa mengalami apa yang disebut withdrawal bleed. Ketika tubuh meniru proses menstruasi karena penurunan hormon pada akhir siklus. Pil juga bisa menutupi tanda kehamilan yang paling mudah diperhatikan yaitu telat haid.

“ Beberapa wanita yang memakai pil KB akan terus mengalami pendarahan secara teratur, tetapi wanita lain mungkin mengalami pendarahan yang sangat sedikit. Tanda pertama hamil biasanya payudara, mual, perubahan lingkar perut atau kelelahan," ujar Black.

Jika curiga hamil padahal mengonsumsi pil KB adalah melakukan tes kehamilan di rumah. Jika tesnya positif, segera hentikan minum pil. Tak perlu panik dengan kondisi janin.

" Hormon dalam pil yang dikonsumsi tidak akan membahayakan janin, untuk lebih mengetahui detail kondisi ibu dan janin segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau bidan," ungkap Black.

5 dari 7 halaman

Catat, Alat Kontrasepsi Paling Mudah Didapat Saat Pandemi

Dream - Kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak pasangan akhirnya menunda kehamilan. Keamanan, kesehatan, kestabilan ekonomi serta pertimbangan finansial jadi pertimbangan yang tak bisa diabaikan dalam hal merencanakan kehamilan.

Akses untuk mendapatkan alat kontrasepsi dalam situasi sekarang memang sangat terhambat. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan ada sekitar 420 ribu kehamilan tak direncanakan karena pandemi.

Tak dipungkiri, kehamilan di masa pandemi memiliki berbagai macam tantangan, terutama dalam akses kesehatan karena layanan medis saat ini lebih banyak diprioritaskan untuk pelayanan Covid-19. Terkait hal ini, para suami punya andil besar dalam upaya pencegahan terhadap ledakan kehamilan tidak direncanakan.

 

6 dari 7 halaman

Kondom

Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), kesadaran laki-laki untuk menggunakan kontrasepsi masih sangat kurang, terbukti dengan hanya 2,5% laki-laki yang menggunakan kondom dan 0,2% laki-laki yang melakukan vasektomi untuk program perencanaan keluarga mereka.

" Kondom sebagai sebuah alat kontrasepsi masih menjadi salah satu hambatan terhadap peningkatan penggunaan kondom di Indonesia. Padahal penggunaan kondom diperlukan sebagai alat triple protections: pencegahan terhadap infeksi menular seksual, pencegahan terhadap kehamilan tak direncanakan dan pencegahan terhadap Covid-19," kata Dr Adi Sasongko, pakar HIV Indonesia, dikutip dari rilis DKT Indonesia yang diterima Dream, 18 Juni 2020.

 

7 dari 7 halaman

Mudah didapat

DKT Indonesia, produsen kondom Sutra, Fiesta dan Supreme, mengungkap fakta bahwa kondom adalah alat kontrasepsi yang non hormonal, sangat efektif dan efisien, paling mudah didapat dengan harga terjangkau daripada alat kontrasepsi lainnya. Dibandingkan kontrasepsi pil/ suntik, atau IUD yang digunakan wanita, pemakaiannya harus konsultasi dengan dokter atau bidan.

Terkait kualitas bercinta, kondom hanya memiliki ketebalan antara 0.05 hingga 0.03 milimeter, sehingga tidak akan mempengaruhi kualitas bercinta pasangan. Selain itu, ini boleh dibilang paling minim risiko, dan tidak memiliki efek hormonal. Untuk mendapatkannya bisa dibeli langsung di minimarket, apotek atau secara online.

Join Dream.co.id