Gunakan Essential Oil untuk Bayi, Perhatikan Keamanannya

Do It Yourself | Jumat, 30 Oktober 2020 12:02
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Terbuat dari bahan alami tak lantas cocok untuk kulit si kecil.

Dream - Popularitas essential oil atau minyak atsiri semakin naik beberapa tahun belakangan. Minyak satu ini dipercaya bisa mengatasi masalah kesehatan ringan dengan pendekatan holistik.

Harganya pun cukup mahal dan diklaim aman digunakan pada bayi dan anak-anak. Minyak atsiri (essential oil) adalah minyak pekat nabati dengan aroma khas dan memiliki sifat terapeutik. Minyak ini diekstraksi dari bagian tanaman, seperti kulit kayu, daun, bunga, biji, atau buah.

" Tak semua minyak atsiri aman untuk bayi, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih dan memperhatikan kandungan. Terbuat dari bahan alami tak lantas membuatnya aman untuk bayi,"  ujar Swati Patwal, pakar kesehatan anak asal India, dikutip dari Momjunction.

Penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan efek buruk. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan ahli aromaterapi bersertifikat atau praktisi minyak esensial sebelum mengaplikasikannya pada bayi.

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 6 halaman

Apakah Aman untuk Bayi?

Seorang ahli dapat membantu memilih essential oil yang cocok untuk bayi berdasarkan tujuan penggunaan dan usia serta kondisi kesehatan bayi Anda. Selain itu, hal yang juga sangat penting adalah takaran atau dosis dan minyak campurannya.

Keamanan untuk Bayi
Bayi berusia di bawah 3 bulan memiliki kulit yang sangat tipis dan sensitif, terutama pada minyak atsiri. Oleh karena itu, penggunaannya untuk bayi di bawah tiga bulan sebaiknya tidak dilakukan.

Untuk bayi yang berusia lebih dari tiga bulan, jenis minyak esensial dan tujuan penggunaan menentukan usia yang tepat untuk penggunaannya. Sebelumnya lihat juga kondisi kulit si kecil.

Beberapa anak memiliki kulit yang begitu sensitif. Terkena paparan minyak esensial berulang bisa memunculkan kemerahan, gatal, bahkan sampai lecet. Perhatikan betul kandungan, kualitas dan kondisi kulit anak jika ingin menggunakannya.

3 dari 6 halaman

Kondisi Gatal Pada Kulit Anak yang Tak Boleh Disepelekan

Dream - Anak-anak seringkali mengalami kulit kemerahan, disertai gatal, disertai rasa perih dan kulit mengelupas. Kondisi ini biasanya dikira alergi atau keluhan ringan yang bakal mereda dengan sendirinya.

Terutama setelah anak bermain di luar ruangan atau panas-panasan. Keluhan tersebut bisa jadi gejala Dermatitis Atopik (DA), terutama bila disertai dengan penebalan kulit.

Dermatitis atopik pada anak merupakan kondisi eksim pada kulit dengan jangka panjang yang umumnya terjadi pada saat masih kecil, tetapi terkadang juga dapat berlanjut hingga dewasa. Tim dari University of Rochester Medical Center menjelaskan bahwa dermatitis atopik biasanya muncul pertama kali pada usia 3-6 bulan.

Dermatitis Atopik biasanya disebabkan oleh faktor eksternal, seperti cuaca musim dingin, kering, suhu panas, dan kulit yang kurang lembap. Bisa juga disebabkan debu, serbuk kayu, serbuk gypsum, semen, dan deterjen.

Jika di rumah memiliki hewan peliharaan, bulu hewan peliharaan dan gigitan serangga atau tungau juga bisa menjadi pemicu. Tidak hanya itu, daya tahan tubuh, stres emosional juga sangat memungkinkan anak Anda terkena DA.

Selengkapnya baca di Diadona.id

4 dari 6 halaman

Kulit Bayi Mengelupas? Cari Tahu Cara Merawatnya

Dream - Kulit bayi begitu sensitif dan mudah sekali mengalami kemerahan, ruam, bentol, hingga mengelupas. Pada bayi baru lahir, kulitnya bahkan banyak sekali mengalami pengelupasan hingga ke kulit kepala.

Sebenarnya, saat dalam kandungan, bayi dilindungi dengan lapisan tebal bernama Vernix. Nah, saat lahir lapisan ini akan terlepas dengan sendirinya yang membuat tampilan kulit bayi terlihat mengelupas.

Untuk menjaga kulit bayi tetap lembap dan meredakan pengelupasan ada sejumlah perawatan penting yang bisa dilakukan. Simak langkah-langkahnya agar kulit si kecil selalu dalam kondisi sehat.

 

5 dari 6 halaman

Perawatan Penting Kulit Bayi

1. Hindari memandikan bayi terlalu lama

Memandikan terlalu lama juga akan membuat bayi kehilangan minyak alaminya pada kulit. Cukup mandikan dengan cepat, maksimal 10 menit dengan suhu air yang hangat agar kelembapan kulit tetap terjaga.

2. Gunakan pelembap setelah mandi
Jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembap hipoalergenik setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulitnya. Lakukan pijatan lembut saat mengaplikasikannya sehingga formula dapat terserap dengan sempurna.

 

6 dari 6 halaman

Produk Khusus

3. Gunakan produk khusus bayi
Pastikan memakai produk-produk yang diformulasi khusus untuk bayi. Hal ini sangat penting sehingga kulitnya akan terbebas dari iritasi.

4. Usahakan tidak terkena udara terlalu dingin
Udara dingin akan membuat kulit bayi semakin kering dan menjadikan proses pengelupasan tersebut semakin terlihat signifikan. Jadi, selalu lindungi kulit bayi dengan menggunakan selimut, dan pakaian yang nyaman serta lembut sehingga kulit bayi semakin terjaga.

Laporan Nabila Mecadinisa/ Sumber: Fimela

Join Dream.co.id