Gerakan Janin Berkurang Drastis? Tak Boleh Disepelekan

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
DO IT YOURSELF  |  29 Oktober 2020 10:26

Perhatikan gerakan janin dan faktor lainnya.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Bagi ibu yang tengah hamil dan memasuki trimester kedua, biasanya bidan atau dokter kandung meminta untuk memperhatikan gerakan janin. Janin yang aktif bergerak merupakan indikator positif.

Dikutip dari KlikDokter, gerakan janin yang berkurang dapat menandakan tingginya risiko bayi lahir mati atau kematian segera setelah kelahiran. Apakah itu artinya gerakan janin berkurang pasti pertanda buruk? Tidak selalu.

Pada beberapa kondisi, termasuk wajar jika gerakan janin berkurang. Berikut termasuk normal jika gerakan janin berkurang.

Janin Sedang Tidur
Janin memiliki waktu tidur selama 20 sampai dengan 40 menit, dan tidak lebih dari 90 menit. Janin tidak akan bergerak selama periode tersebut.

Ibu Kurang Sensitif Terhadap Gerakan Janin
Gerakan janin bisa kurang terasa apabila ibu hamil mengalami kondisi-kondisi, seperti penurunan atau peningkatan jumlah air ketuban, posisi ibu duduk atau berdiri, punggung janin berada di sisi depan perut, plasenta atau ari-ari berada di sisi depan rahim, dan ibu sedang aktif bergerak atau sibuk.

Kebiasaan Sehari-hari
Gerakan janin bisa berkurang untuk sementara waktu apabila ibu hamil mengonsumsi obat antinyeri atau obat tidur, merokok, dan/atau mengonsumsi alkohol.

 

Selanjutnya : Kondisi yang Tak Boleh Disepelekan
BERANI BERUBAH: Peti Mati Menyentuh Hati
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
BERANI BERUBAH: Peti Mati Menyentuh Hati
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :