Gangguan Perkembangan Bahasa Pada Anak Sering Tak Disadari

Do It Yourself | Jumat, 19 Februari 2021 12:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Ketahui gejala-gejalanya.

Dream - Bahasa jadi alat komunikasi utama kita sehari-hari. Pada anak yang mengalami masalah perkembangan bahasa, pasti akan sangat sulit berkomunikasi dengan orang di sekitarnya, termasuk para orangtua.

Developmental language disorder (DLD) ternyata gangguan paling umum yang mempengaruhi anak-anak tetapi relatif tidak diketahui. Mempengaruhi lebih dari tujuh persen anak-anak, DLD 20 kali lebih umum daripada autisme.

Sembilan puluh persen orang yang disurvei di negara-negara Eropa mengatakan mereka pernah mendengar tentang autisme, tetapi hanya 60 persen yang pernah mendengar tentang DLD, menurut sebuah studi yang akan datang di Journal of Communication Disorders oleh European Co-operation in Science and Technology Action IS1406, sebuah kolaborasi internasional tentang kesulitan belajar bahasa anak-anak. DLD paling sering ditemukan pada anak usia prasekolah akhir tetapi dapat diidentifikasi pada anak usia sekolah atau lebih.

" Identifikasi DLD didasarkan pada skor yang sangat rendah pada tes formal yang menargetkan berbagai aspek bahasa serta pengamatan terhadap kesulitan yang mencolok dalam menggunakan bahasa di berbagai tempat seperti rumah dan sekolah," ujar Elin Thordardottir, profesor di School of Communication Sciences and Disorders, McGill University, dikutip dari TodaysParent.

 

Gangguan Perkembangan Bahasa Pada Anak Sering Tak Disadari
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Intervensi

Ada kebutuhan mendesak akan kesadaran dan pengetahuan publik yang lebih besar tentang gangguan perkembangan bahasa karena hal itu mempengaruhi begitu banyak anak. Efeknya sangat signifikan dan bertahan lama dan kabar baiknya dapat dikurangi secara signifikan melalui intervensi yang tepat.

" Sebagai peneliti dalam patologi bahasa wicara, kami mempelajari tanda-tanda DLD, cara mengenalinya pada berbagai usia, dalam berbagai bahasa, dan pada anak-anak bilingual dan multibahasa. Kami juga mempelajari efeknya dalam jangka pendek dan jangka panjang, sejauh mana DLD dapat diatasi melalui intervensi dan bagaimana rasanya bagi seorang anak menderita DLD," kata Thordardottir.

 

3 dari 6 halaman

Gejala

Gejalanya bervariasi pada anak-anak dan dalam anak yang sama dari waktu ke waktu, dan di seluruh bahasa, bahkan dalam dua bahasa anak bilingual. Anak-anak dengan DLD memiliki kosakata yang lebih sedikit daripada anak-anak pada usia yang sama yang tidak memiliki gangguan tersebut, repertoar struktur tata bahasa yang lebih kecil, lebih sulit memahami dan menggunakan bahasa yang kompleks, kehalusan dan nuansa serta aturan sosial bahasa.

Jika anak kesulitan memahami bahasa percakapan di sekolah, dalam interaksi sosial atau dalam membaca, masalah mendasar mereka mungkin adalah DLD. Dalam kaitannya dengan konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang dari DLD, bahasa merupakan pusat hampir semua aktivitas manusia.

" Tidaklah mengherankan bahwa DLD memiliki konsekuensi yang bervariasi dan luas. Seperti ketidaknyamanan langsung yang mungkin ditimbulkan pada anak dalam interaksi mereka dengan orang lain," ujar Thordardottir.

4 dari 6 halaman

Bahasa Cinta Anak yang Sering Tak Disadari Orangtua

Dream - Banyak orang dewasa tak bisa mengungkapkan rasa cinta secara gamblang. Seperti 'aku sayang kamu', 'aku cinta kamu' atau 'aku kangen kamu'. Hal ini karena sejak kecil mereka tak terbiasa mengungkapkan perasaannya secara lisan dan detail.

Gary Chapman, Ph.D., seorang konselor pernikahan yang jug penulis buku The 5 Love Languages menjelaskan kalau memang tiap orang memiliki cara mengungkapkan cinta secara berbeda. Termasuk juga anak-anak.

Chapman menjelaskan bahwa kita semua mengungkapkan cinta, dan mengalaminya, dengan lima cara yang sama. Antara lain melalui sentuhan fisik, hadiah, kata-kata penegasan, tindakan pelayanan, dan waktu yang berkualitas, tapi ada satu cara yang selalu dilakukan anak.

“ Orangtua harus tahu bagaimana mengkomunikasikan cinta kepada seorang anak sehingga dia benar-benar merasa dicintai," kata Chapman.

Mengapa kita harus tahu bahasa cinta anak? Hal ini agar kita tahu bagaimana memenuhi kebutuhan anak akan cinta dan emosinya dengan cara yang pas dan dimengerti olehnya.

Berikut ungkapan cinta anak yang sering tak disadari orangtua. Jika anak melakukan hal berikut, jangan lupa untuk membalas dengan memeluk, mengucap sayang atau hal lain yang menunjukkan cinta padanya.

 

5 dari 6 halaman

1. "Peluk aku! Kejar aku!"

Pelukan bagi banyak orang jadi bahasa cinta yang universal, termasuk pada anak. Untuk anak yang bahasa cintanya melalui sentuhan fisik, memelukkan seperti meneriakkan perasaan cinta di telinganya. Ia akan sangat gembira dan membalasnya lebih banyak.

Bisa juga ketika anak mengajak orang yang disayang untuk mengejar dan menangkap lalu memeluknya. " Jika anak-anak terus-menerus berada di ruang kerja orangtuanya, menyentuh, atau bermain-main dengan rambut orangtuanya, itu adalah sinyal bahwa mereka perlu lebih banyak disentuh," kata Laura Markham, Ph.D., penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids.

 

6 dari 6 halaman

2. "Mana hadiahnya?"

Ada juga anak yang merasa dicinta ketika mendapatkan hadiah, persembahan atau barang lain. Seseorang yang bahasa cinta utamanya adalah hadiah cenderung peduli tentang bagaimana hadiah dibungkus, dan dia bakal ingat siapa yang memberinya apa selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah kejadian itu.

Anak melihat hadiah sebagai simbol cinta dan itu bisa berupa apa saja mulai dari batu yang sangat halus hingga bola benang dengan warna yang disukainya. Stiker dan gambar bintang juga merupakan cara konkret untuk membuat anak-anak ini merasa dicintai. Pastikan saja memberinya hadiah bermakna dan bukan yang mahal atau berlebihan.

 3. " Bicaralah padaku!"

Untuk anak-anak yang suka mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan manis, kata-kata orangtua yang penuh kasih sangat berarti. Jika anak berseri-seri setiap kali diberi pujian atau menawarkan mainan hingga makanan favoritnya, ini pertanda ia sangat suka ungkapan cinta secara langsung melalui kata-kata.

Jangan lupa ungkapkan cinta setiap hari, jelang tidur atau mungkin menuliskan catatan di bukunya. Ungkapan cinta akan sangat baik bagi emosinya.

 

Join Dream.co.id