Galau Menanti Kontraksi, Coba Lakukan Hal Ini

Do It Yourself | Rabu, 18 November 2020 12:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Ketenangan dan kesabaran adalah kunci.

Dream - Para ibu yang tengah hamil di trimester akhir, tingkat kecemasannya cenderung naik drastis. Ditambah lagi dalam situasi pandemi seperti sekarang. Persiapan persalinan pastinya akan lebih banyak dan kompleks dibandingkan sebelumnya.

Bagi yang berencana melakukan persalinan pervaginam atau normal, hal yang paling membuat galau adalah menanti kontraksi atau 'gelombang cinta'. Usia kehamilan sudah matang tapi kontraksi tak kunjung datang, hal ini kerap membuat ibu bingung.

Lanny Kuswandi, bidan senior yang juga pakar hypnobirthing, melalui akun Instagramnya mengingatkan para ibu hamil untuk tetap tenang. Jangan sampai stres saat menunggu kontraksi.

" Kalau sudah mendekati HPL tapi belum ada tanda-tanda gelombang cinta, banyak yang panik. Duh kok belum ya? Apakah aman? Ingat bun, HPL= Hari Perkiraan Lahir. Bukan Hari Pasti Lahir. Tenang dulu, jangan langsung stres," tulis bidan Lanny di akun Instagramnya.

 

Galau Menanti Kontraksi, Coba Lakukan Hal Ini
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Tenang dan Sabar

Ibu sebaiknya mencari ketenangan, karena tenang dan sabar adalah kunci. Cobalah untuk terus berkomunikasi dengan si kecil di dalam rahim untuk bekerja sama dan ungkapkan kalau ibu ingin segera bertemu.

" Ajak komunikasi juga dede bayinya serta hypnobirthing karena ibu dan dede bayi adalah tim!," pesan Lanny.

Konsultasi juga dengan dokter dan bidan untuk memantau kondisi janin dalam rahim. Cobalah berjalan kaki atau berhubungan intim dengan pasangan, yang diketahui bisa memicu kontraksi. Jangan lupa konsumsi makanan kaya gizi agaar tubuh ibu selalu fit dan siap menjalani persalinan.

3 dari 6 halaman

Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Ibu 24 Jam Setelah Melahirkan

Dream - Persalinan jadi momen yang paling ditunggu para ibu. Buah hati yang dinanti, akhirnya lahir ke dunia dan berada dalam dekapan. Banyak ibu yang tak menyadari setelah melahirkan, perubahan pada tubuh bakal terjadi secara drastis.

Rasa tak nyaman, nyeri, perasaan yang campur aduk bakal muncul dan membuat ibu terkaget bahkan mengalami stres hingga depresi. Persiapan sangat dibutuhkan ibu jelang persalinan.

Bukan hanya menyiapkan kebutuhan bayi tapi juga kebutuhan ibu. Termasuk menyiapkan diri mengalami perubahan berikut selama 24 jam pasca persalinan. Minta dukungan suami, karena melewati masa 24 jam setelah melahirkan tidaklah mudah.

Perubahan apa saja yang bakal dihadapi?

Perut masih buncit dan bergelambir
Bayi dan plasenta sudah keluar tak lantas membuat perut ibu langsung kempes dan ramping. Jika sebelumnya saat hamil perut kencang, maka setelah melahirkan perut tetap membuncit tapi bergelambir. Hal ini memang sangat tidak nyaman. Kulit masih merenggang, meski bayi sudah keluar. Untuk membuat ibu lebih nyaman, sangat direkomendasikan mengunakan korset berbahan lembut.

 

4 dari 6 halaman

Keringat mengucur dan buang air kecil lebih sering

Segera setelah melahirkan, berat akan menurun 4,5 hingga 5 kg, ini meliputi gabungan berat bayi, plasenta, dan cairan ketuban. Tetapi ibu masih akan membawa kelebihan berat badan dalam 24 jam pertama, yang sebagian besar adalah air. Setelah operasi caesar ibu mungkin akan mengalami pembengkakan ekstra di seluruh tubuh sebagai akibat dari cairan IV.

Kelebihan air dalam tubuh ibu selama 24 jam akan dikeluarkan melalui urine dan keringat. Jangan kaget jika ibu terus-menerus berkeringat dan buang air kecil lebih sering.

 

5 dari 6 halaman

Nifas/ pendarahan

Setelah persalinan pervaginam atau operasi caesar, ibu akan mengalami masa nifas dan mengeluarkan lokia dari vagina, yang terdiri dari sisa darah, lendir, dan jaringan yang mengelupas dari lapisan rahim. Bagi banyak wanita, pendarahan cukup berat dalam tiga sampai 10 hari pertama pascapersalinan, tetapi ini normal dan akan berkurang selama beberapa minggu berikutnya.

 

6 dari 6 halaman

Kram panggul

Jangan mengira ibu tak akan mengalami kram dan kontraksi lagi setelah melahirkan. Kontraksi di area panggul dan perut masih akan terjadi terutama ketika menyusui. Ini merupakan tanda kalau rahim sedang kembali ke bentuk semula.

Menyusui jadi salah satu pemicu kontraksi rahim setelah melahirkan agar kembali pada ukuran normal. Merupakan sistem alami tubuh yang kerap memicu rasa nyeri, tak nyaman hingga sulit tidur pada ibu. Kontraksi ini bisa terjadi hingga 6 minggu.

 

Join Dream.co.id