Frekuensi Aman Berhubungan Intim Saat Hamil

Do It Yourself | Jumat, 19 April 2019 11:17

Reporter : Mutia Nugraheni

Pastikan mempertimbangan kondisi ibu dan janin.

Dream - Kehamilan pada beberapa ibu membuat hasrat untuk berhubungan intimnya menjadi sangat tinggi. Hal ini karena pengaruh hormon dan psikologis. Saat hamil, ibu dan ayah cenderung ingin selalu berdekatan dan kian mesra.

Semacam ada dorongan untuk membuat tim yang solid untuk mengurus janin yang bakal segera lahir. Salah satu caranya untuk membuat hubungan kian dekat adalah dengan bercinta. Saat hamil, sebenarnya tak ada larangan untuk berhubungan intim.

Sejauh hubungan intim dilakukan dengan hati-hati dan kehamilan tidak bermasalah, dokter atau bidan cenderung tidak akan melarang. Agar hubungan intim tetap aman selama kehamilan, pastikan untuk melakukannya dengan posisi yang tepat.

Dalam melakukan hubungan intim tak perlu khawatir jika penetrasi akan menyakiti atau berbahaya untuk janin. Para ahli mengatakan jika otot-otot dalam rahim cukup kuat untuk menjaga janin di kandungan tetap aman.

Frekuensi Aman Berhubungan Intim Saat Hamil
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
2 dari 2 halaman

Perhatikan Usia Kandungan

Lantas, kapan sebaiknya hubungan intim selama ini boleh dilakukan? Penelitian menyebutkan jika di usia kehamilan yang masih terlalu muda sebaiknya berhubungan intim dihindari dulu.

Dikhawatirkan cairan sperma yang mengandung senyawa prostaglandin bisa menyebabkan rasa mulas hingga kontraksi yang bisa berbahaya buat kandungan.

Di usia kehamilan 37 hingga 42 minggu sebaiknya hubungan intim juga tidak dilakukan. Di waktu ini, janin sudah memasuki rongga panggul sehingga berhubungan intim dikhawatirkan bisa menyebabkan pendarahan bahkan persalinan dini.

Berhubungan intim selama kehamilan dianjurkan untuk dilakukan di usia kandungan lebih dari 3 bulan hingga usia 7 bulan. Frekuensi yang dianjurkan adalah 3 kali dalam satu minggu.

Berhubungan intim terlalu sering saat hamil dikhawatirkan bisa menyebabkan masalah infeksi saluran kemih. Kondisi tersebut akan membahayakan janin karena bisa memicu keguguran.

Laporan: Mimi Rohmitriasih/ Sumber: Fimela.com

Join Dream.co.id