Fakta Tersembunyi Tentang Anak yang Selalu Melucu di Kelas

Do It Yourself | Senin, 11 Oktober 2021 12:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Banyak yang tak tahu kalau anak yang suka melucu cenderung lebih cerdas.

Dream - Sekolah sampai saat ini masih dilakukan secara online dan hanya sesekali tatap muka. Pelajaran dilakukan melalui aplikasi video meeting, dan mungkin kita melihat beragam gaya anak-anak saat belajar.

Salah satu yang selalu ada di adalah anak yang kerap melucu dan berusaha membuat tertawa teman dan gurunya. Kita biasa menyebutnya 'badut kelas' dan menganggapnya sebagai si pencari perhatian.

Rupanya menurut analisis International Journal of Humor Research, anak-anak yang menunjukkan rasa humor yang sangat baik mungkin juga sangat cerdas. Ini juga membenarkan hubungan yang telah lama dipercaya antara dua ciri kepribadian.

Kesimpulan tersebut diambil melalui penelitian yang dilakukan pada 217 siswa di kelas enam dan tujuh. Para peserta berasal dari tujuh sekolah berbeda di sebuah kota besar di bagian barat tengah Turki.

 

Fakta Tersembunyi Tentang Anak yang Selalu Melucu di Kelas
Murid Di Kelas/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Hubungan antara Humor dan Kecerdasan

Peneliti mengukur kecerdasan dengan Anadolu Sak Intelligence Scale. Sebagian besar siswa berada dalam kisaran normal, sedangkan 8,3% berada di bawah kisaran normal dan 17,5% dianggap sangat cerdas. Setelah tingkat kecerdasan di antara para siswa ditetapkan, peneliti memberikan penilaian humor.

Sepuluh kartun diberikan kepada siswa, lima di antaranya tidak memiliki teks dan sisanya memiliki satu teks. Keterangan siswa dinilai oleh pakar humor yang menilai mereka untuk kelucuan dan relevansi.

Ketika peneliti membandingkan kecerdasan dan kinerja humor para peserta, mereka menemukan bahwa kecerdasan umum sangat berkorelasi dengan humor. Anak-anak dengan penalaran verbal dan pengetahuan umum yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan humor yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, kecerdasan menyumbang 68% dari perbedaan kemampuan humor di antara para siswa.

" Kami sangat tertarik pada kualitas humor yang dibuat oleh anak-anak tetapi dievaluasi oleh orang dewasa. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa jika anak-anak atau siswa mereka sering membuat humor berkualitas baik, kemungkinan besar mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa," kata pemimpin studi tersebut, Profesor Ugur Sak dari Universitas Anadolu, dikutip dari MarthaStewart.

3 dari 6 halaman

Anak akan Belajar Lebih Baik Saat Tubuhnya Bergerak

Dream - Mendampingi anak-anak belajar di rumah, terutama mereka yang duduk di TK dan sekolah dasar (SD). Ada kalanya saat belajar lewat video, anak tak bisa duduk diam.

Ada yang sambil melompat, bermain spinner, sibuk dengan mainan atau mencoret-coret dengan crayon. Sebagai orangtua kita cenderung meminta anak untuk manis dan mendengarkan, tapi hal itu kurang tepat. Katie Headrick Taylor, seorang peneliti pembelajaran dengan teknologi, mengungkap bahwa tubuh pertama-tama harus berinteraksi dengan dunia untuk mengaktifkan dan membuka pikiran untuk belajar.

" Untuk belajar paling efisien, pikiran kita bergantung pada gerakan tubuh kita, bekerja dengan berbagai alat, berada di tempat yang dinamis dan memiliki kolaborator di dekatnya," kata Taylor, dikutip dari SmartParenting.

Itu sebabnya, misalnya, siswa yang bekerja dengan berbagai alat dan bahan selama kegiatan pembelajaran dapat memahami konsep pelajaran sulit dan abstrak yang lebih baik, seperti percepatan gravitasi atau pecahan.

© Dream
4 dari 6 halaman

Penting Dilakukan Sebelum Belajar

Meminta siswa untuk duduk diam saat belajar sebenarnya meningkatkan beban kognitif mereka, atau beban pikiran. Hal ini mengharuskan mereka untuk berkonsentrasi dan dampak yang terjadi justru sebaliknya.

" Duduk dengan tenang belum tentu merupakan kondisi terbaik untuk belajar di sekolah," kata Taylor.

Membuat anak aktif bergerak sebelum pelajaran dimulai sangat bermanfaat bagi perkembangan kognitif dan psikologisnya. Cara-cara berikut bisa diterapkan di rumah agar belajar online bisa berjalan baik dan efektif.

- Ajak anak melakukan gerakan fisik sebelum kelas online. Seperti berlari sejenak, jalan-jalan di sekitar teras atau mungkin aktivitas membereskan area belajarnya.

- Biarkan anak bergerak selama kelas online. Misalnya sambil jalan sejenak, memutar mainan atau mencoret-coret.

- Sediakan mainan sensori yang menenangkan seperti spinner atau pop it. Ini juga membantu anak untuk menyalurkan kebutuhannya akan bergerak dan menerima materi pelajaran dengan lebih baik.

5 dari 6 halaman

Kunci Mendampingi Anak Super Aktif Belajar Online

Dream - Sekolah tatap muka sudah dilakukan di beberapa sekolah yang memenuhi syarat. Pandemi membuat aktivitas sekolah memang lebih banyak dipusatkan di rumah.

Tatap muka pun tak bisa dilakukan secara penuh, tetap harus dipadukan dengan sekolah online. Pasalnya, anak-anak tak boleh terlalu lama di sekolah. Terutama yang berusia di bawah 12 dan belum bisa mendapat vaksinasi Covid-19.

Mendampingi anak sekolah online hingga kini masih jadi tantangan besar bagi orangtua. Terutama jika anak termasuk yang sangat aktif atau hiperaktif. Dikutip dari KlikDokter, menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, ciri utama anak hiperaktif sangat sulit untuk duduk fokus mendengarkan guru/ tutor.

" Anak hiperaktif itu biasanya sulit untuk duduk diam. Mereka memiliki aktivitas fisik yang panjang atau energinya banyak. Mereka juga cenderung melakukan suatu hal secara cepat dan tanpa berpikir. Misalnya, kalau mau ambil makanan, langsung ambil aja tanpa pikir ini rasanya atau punya siapa," ujar Ikhsan.

Menurut Ikhsan, tantangan utama belajar online bagi anak hiperaktif adalah kesulitan untuk duduk diam di depan laptop atau gawai guna menyimak materi yang sedang guru terangkan.

" Anak hiperaktif pasti akan terus bergerak, sehingga apa yang dipelajari cenderung butuh waktu untuk diproses olehnya. Belajar online juga hanya berfokus ke satu titik, yaitu layar. Nah, ini akan sulit kalau yang dilihat oleh anak hiperaktif hanya tulisan saja. Anak jadi kurang tertarik, sehingga enggan menyimak dan bertahan di depan layar,” kata Ikhsan.

 

© Dream
6 dari 6 halaman

Coba Lakukan Ini

Ada beberapa tips yang diberikan Ikhsan bagi orangtua yang mendampingi anak super aktif saat belajar di rumah. Yuk simak.

1. Banyak warna dan animasi
Coba sarankan kepada guru atau pihak sekolah untuk memberikan pelajaran yang banyak mengandung warna dan animasi bergerak.

“ Ini dilakukan agar anak tertarik untuk melihat informasi yang diberikan dalam proses pembelajaran online," ucap Ikhsan.

2. Aktivitas fisik
Bantu anak memahami istilah yang dijelaskan oleh guru dalam bentuk aktivitas fisik ringan. Misalnya, mempraktikkan suara sapi, menjelaskan angka atau huruf menggunakan jari, dan lain sebagainya.

3. Belajar di ruangan tenang
Ikhsan menjelaskan anak dengan hiperaktif perlu belajar di ruangan yang tenang. Ini agar mereka tidak terganggu oleh yang lain sehingga bisa tetap fokus pada pembelajaran.

“ Pastikan untuk belajar di ruangan yang tidak distraksi. Contoh, di kamar atau ruangan yang tidak ada mainan, TV atau hal lain yang mengganggu," kata Ikhsan.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id