Fakta Soal Risiko Diabetes pada Anak yang Terpapar Covid-19

Do It Yourself | Kamis, 7 Oktober 2021 14:10

Reporter : Mutia Nugraheni

Satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah efek Covid-19 secara jangka panjang pada kesehatan anak

Dream - Hingga saat ini vaksin Covid-19 untuk anak usia 0 hingga 11 tahun belum tersedia karena masih dalam tahap uji klinis. Risiko anak terpapar virus Covid-19 selalu ada meskipun orang dewasa di sekelilingnya sudah divaksin.

Satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah efek Covid-19 secara jangka panjang pada kesehatan anak. Pasalnya dikutip dari Parents, salah satu rumah sakit anak di Los Angeles, mengungkap kalau kasus baru pada diabetes tipe 2 meningkat dari 44 pada 2018 (pra-pandemi) menjadi 82 pada 2020 (puncak pandemi).

Dalam studi di lima pusat penelitian di Inggris, para peneliti menemukan peningkatan 80 persen selama pandemi dalam jumlah anak-anak dengan kasus baru diabetes tipe 1, serta peningkatan DKA (ketoasidosis diabetikum).

" Namun, hubungan antara COVID-19 dan diabetes masih belum jelas," kata Cynthia E. Muñoz, Ph.D, Kepala perawatan kesehatan dan pendidikan untuk American Diabetes Association (ADA).

 

Fakta Soal Risiko Diabetes pada Anak yang Terpapar Covid-19
Pemeriksaan Gula Darah Pada Anak/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Merusak Sel Beta

Seorang peneliti menemukan bukti bahwa virus COVID-19 merusak sel-sel pankreas. Senta Georgia, Ph.D, peneliti utama Pusat Endokrinologi, Diabetes, dan Metabolisme di Rumah Sakit Anak Los Angeles, telah mengamati dalam penelitian bahwa COVID-19 merusak sel beta, sel di pankreas yang memproduksi hormon insulin.

Ketika sel beta tidak bekerja dengan baik dan tidak dapat menghasilkan cukup (atau apapun) insulin, glukosa tidak dapat memasuki sel dari aliran darah. Itu bisa memicu diabetes.

" Tidak diketahui apakah sel pada akhirnya akan pulih dari kerusakan akibat virus COVID-19 atau kerusakan jangka panjang," kata dr Georgia.

 

3 dari 5 halaman

Gejala Diabetes Pada Anak

Maka dari itu penting untuk mengetahui gejala diabetes. Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, ketika kondisi autoimun yang terjadi pada tubuh tidak dapat membuat insulin.

Sementara diabetes tipe 2 bentuk yang lebih umum, terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuh menjadi resisten terhadapnya. Dalam kedua kasus tersebut, glukosa tidak dapat keluar dengan baik dari darah dan masuk ke dalam sel untuk menyediakan energi.

Gejala diabetes 1 dan 2 bisa sama. Ada tanda serta gejala yang harus diwaspadai jika terjadi pada anak:
- sering buang air kecil
- sering terasa haus dan keinginan untuk minum
- kelelahan ekstrem
- penurunan berat badan

Bila anak mengalami gejala-gejala tersebut segera konsultasikan ke dokter. Nantinya sejumlah pemeriksaan, termasuk level gula darah akan dilakukan.

Laporan Syifa Putri Naomi

4 dari 5 halaman

Awas Lengah, Titik Risiko Penularan Covid-19 di Sekolah

Dream - Sejumlah sekolah sudah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka saat pandemi. Persyaratan dari Dinas Kesehatan tentunya harus dipenuhi demi keselamatan para murid, guru dan staf di sekolah.

Rupanya, ada sejumlah kasus penularan atau kluster di sekolah saat pembelajaran tatap muka. Terkait hal ini, Dokter Adaninggar, spesialis penyakit dalam, yang juga aktif mengedukasi seputar Covid-19 di akun @pandemictalks, mengingatkan titik lengah penularan saat sekolah tatap muka.

Menurut dokter Ning lewat Instagramnya @drningz, sapaan akrabnya, ada dua kondisi di mana penularan bisa terjadi dan kerap disepelekan, yaitu saat perjalanan di lingkungan sekolah. Untuk di perjalanan bagi yang menggunakan kendaraan umum, terdapat risiko penularan.

Lalu saat pulang dari sekolah, berkumpul lebih dulu dan tidak langsung pulang, anak-anak juga kerap jajan di penjual makanan/ minuman sekitar sekolah. Dalam waktu tersebut bisa terjadi penularan.

 

5 dari 5 halaman

Harus Ekstra Waspada Tak Boleh Lengah

Titik risiko lainnya adalah saat di lingkungan sekolah, yaitu saat ada yang sakit dan tak jujur, lalu ke sekolah. Menganggap kondisinya hanya sekadar penyakit ringan padahal belum tahu Covid-19 atau bukan. Ini sangat berbahaya. Saat ada guru, staf atau murid ada yang sakit, hal yang terbaik dan paling aman adalah beristirahat di rumah.

Lalu risiko penularan bisa terjadi jika makanan dan minum bersama di sekolah, durasi pembelajaran lama, ventilasi kelas tidak baik, kapasitas murid melebihi yang ditentukan, tidak menjaga jarak serta pelanggaran protokol kesehatan di sekolah.

" Waspada titik-titik lengah ini ya. Tidak capek-capek saya mengingatkan bahwa jika PTM tidak diperhatikan pelaksanaannya maka akan bisa menjadi bom waktu terjadinya peningkatan kasus mengingat kegiatan PTM ini melibatkan interaksi sosial yang luas dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Sukses tidaknya pelaksanaan PTM tergantung dari kita semua," pesan dr. Ning di akun Instagram resminya.

Join Dream.co.id