Fakta Soal Antibodi Anak yang Sudah Sembuh dari Covid-19

Do It Yourself | Minggu, 16 Januari 2022 10:28

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak tetap berisiko terkena Covid-19 lagi meski ia sudah sembuh.

Dream - Varian Covid-19 Omicron saat ini mendominasi penularan di banyak negara, seperti Amerika Serikat, dan Inggris. Orang dewasa, sudah mendapat vaksinasi Covid-19 sejak beberapa bulan lalu.

Sementara anak-anak, program vaksinasi Covid-19 masih dalam proses untuk perlindungan maksimal. Lantas bagaimana antibodi pada anak yang sudah terpapar Covid-19 dan sembuh?

" Ini adalah pertanyaan yang bagus. Sayangnya, untuk menjawab cukup rumit," ujar Bayo Curry-Winchell, MD, Direktur Klinis Regional di Carbon Health, dikutip dari PopSugar.

Dokter Curry-Winchell menjelaskan bahwa ketika terinfeksi Covid-19 atau virus apa pun, sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi khusus untuk melawannya. Saat kita memiliki antibodi terhadap penyakit tertentu, maka ini akan jadi semacam pelindung.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), risiko infeksi ulang rendah setidaknya selama enam bulan pertama setelah infeksi virus. Sayangnya, penelitian terbaru tentang antibodi pada anak-anak mengungkapkan perbedaan yang mencolok dengan orang dewasa.

 

Fakta Soal Antibodi Anak yang Sudah Sembuh dari Covid-19
Anak Pakai Masker/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Varian Omicron

Anak-anak mungkin membersihkan virus ini lebih efisien daripada orang dewasa dan dengan demikian tidak memerlukan respons imun antibodi yang kuat untuk menyingkirkannya. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak menghasilkan lebih sedikit antibodi terhadap protein lonjakan virus, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia.

" Keyakinan yang berlaku bahwa seorang anak yang tertular Covid bakal " aman" untuk mendapatkannya lagi adalah keliru. Sering kali, orang tidak mengerti bahwa kita bisa tertular lagi," kata Curry.

Memang ada sejumlah kecil antibodi dapat memberikan perlindungan, tetapi tidak siginifikan. " Kami tidak yakin berapa lama kekebalan itu bertahan, jadi itu bagian yang mengkhawatirkan," ujar Curry.

Terlebih lagi kini bermunculan banyak varian baru. Pasalnya antibodi dari virus corona asli belum tentu mahir menangkal infeksi dari salah satu varian yang lebih baru ini.

3 dari 5 halaman

Ini Gejala Covid-19 Omicron yang Paling Sering Terjadi Pada Anak

Dream - Varian Covid-19 Omicron yang masuk ke Indonesia tak dipungkiri memicu kekhawatiran banyak orang. Terutama para orangtua yang anak-anaknya belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis penuh atau tak bisa divaksin.

Kasus Omicron di beberapa negara faktanya meningkat signifikan di awal 2022. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), di Amerika Serikat, infeksi Covid-19 pada anak (pediatrik) telah mencapai titik tertinggi sejak awal pandemi.

" Untuk minggu yang berakhir 30 Desember 2021, lebih dari 325.000 kasus dilaporkan di antara anak-anak—peningkatan 64 persen dari minggu sebelumnya dan hampir dua kali lipat kasus dari dua minggu sebelumnya," kata dr. Noah Greenspan, seorang ahli jantung paru terapis fisik dan direktur Pulmonary Wellness ComplexPT.

Anak yang terpapar Covid-19 varian Omicron di AS juga lebih berisiko dirawat di rumah sakit. Salah satu penyebabnya, varian ini lebih mudah menular dibanding varian lain.

" Omicron lebih menular, dan jumlah yang terinfeksi di masyarakat jauh lebih tinggi, yang mengarah pada tingkat rawat inap yang lebih tinggi," ungkap Preeti Parikh, MD, Direktur Medis Eksekutif di GoodRx.

 

4 dari 5 halaman

Gejala yang Sering Muncul Pada Anak

Sejauh ini, Omicron sebenarnya tampak lebih ringan daripada jenis virus corona sebelumnya. Gejala sering menyerupai flu biasa pada anak. Seperti pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, batuk, dan kelelahan.

" Beberapa anak juga mengalami masalah pencernaan seperti mual, muntah, dan diare," kata Andrea Kallah, M.D., dokter anak di Children's Health Orange County.

Anak kecil (terutama mereka yang berusia di bawah 5 tahun) mungkin lebih berisiko lebih parah jika terpapar. Kemungkinan hal ini karena saluran udara mereka lebih sempit.

" Ini membuat mereka lebih mungkin mengalami komplikasi pernapasan seperti bronkiolitis, yang menyebabkan peradangan dan penumpukan lendir di saluran udara dan membuatnya lebih sulit untuk bernapas," kata Dr. Greenspan.

 

5 dari 5 halaman

Perlindungan Utama

Perlindungan utama saat ini, menurut Greenspan, adalah vaksinasi. Pasalnya, pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan intensif di RS, sebagian besar yang tidak mendapat vaksin Covid-19 lengkap.

“ Seseorang yang telah divaksinasi lengkap akan lebih sedikit level keparahannya dibandingkan dengan seseorang yang tidak divaksinasi,” kata Dr. Kallah.

Anak-anak di bawah 5 tahun belum dapat divaksinasi, sehingga hal ini membuat mereka secara alami lebih rentan terhadap Covid-19 varian apa pun. Termasuk anak usia 6 tahun ke atas yang belum mendapat vaksin Covid-19 sama sekali.

Sumber: Parents

Join Dream.co.id