Fakta Miris Bocah yang Hidup dengan Monyet Mulai Terungkap

Do It Yourself | Rabu, 12 April 2017 12:02
Fakta Miris Bocah yang Hidup dengan Monyet Mulai Terungkap
Bocah Perempuan Yang Ditemukan Di Hutan Bahraich (The Sun)

Reporter : Mutia Nugraheni

Bocah berusia antara 9 atau 10 tahun ini ditemukan tak jauh dari hutan dan berperilaku seperti monyet.

Dream - Beberapa waktu lama ramai diberitakan penemuan bocah perempuan di kawasan Bahraich, Uttar Pradesh, India yang hidup dengan monyet. Ia tak bisa bicara, hanya bisa berteriak dan beperilaku seperti monyet.

Para penebang pohon menemukan bocah tersebut di hutan tempat biasa mereka mencari potongan kayu. Saat ditemukan, si bocah berada tak jauh dari kawanan monyet. Para monyet saat bocah tersebut dibawa untuk diselamatkan tampak melindunginya dan ingin menyerang.

Pihak kepolisian dan para warga sekitar pun berspekulasi kalau bocah tersebut telah lama tinggal dengan kawanan monyet dalam hutan layaknya cerita klasik " Mowgli'. Hal ini lantaran si bocah berperilaku seperti monyet, seperti berteriak, berjalan dengan tangan dan sulit berkomunikasi.

Tapi ternyata setelah dianalisis tak demikian. Sepertinya, bocah yang belum diberi nama itu ditinggal oleh keluarganya di dekat hutan.

" Ada kemungkinan ia tinggal di hutan selama beberapa waktu. Tapi jika ia tinggal selama bertahun-tahun dan masih hidup rasanya tak mungkin. Karena bocah ini mengenakan pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuhnya dan pakaian dalam layaknya anak yang terpelihara dengan baik," kata JP Singh, Kepala Pengawas Hutan di Katarniya Ghat, seperti dikutip dari Washington Post.

Usia bocah itu diperkirakan 9 atau 10 tahun. Saat diselamatkan oleh warga dan kepolisian tubunya penuh luka di tangan kaki dan perutnya. Para petugas kini juga mulai curiga kalau bocah tersebut sengaja dibuang keluarganya karena disabilitas.

Setelah dirawat beberapa waktu di rumah sakit, diketahui kalau bocah tersebut memang tak bisa bicara, kaki dan tangannya juga tak bisa berfungsi secara normal. Berita soal penemuan bocah juga telah disebar ke seluruh India tapi tak ada pihak yang merespons.

" Kemungkinan besar ada yang meninggalkannya pada pagi hari, lalu pada sore dia ditemukan warga. Pasalnya tak mungkin bocah tersebut bisa selamat jika sampai bermalam di hutan karena banyak sekali hewan buas yang bisa memangsanya kapan saja," kata Ram Avtar Yadav, petugas kepolisian dari Motipur.

Fakta menyedihkannya adalah, anak perempuan di India dianggap lebih rendah dari anak laki-laki. Mereka dianggap lebih menghabiskan uang keluarga karena tak bisa mencari uang banyak sementara keluarga harus mencari banyak uang untuk pernikahannya. Apalagi jika yang lahir seorang anak perempuan yang cacat bawaan, bisa jadi beban ekonomi dan mentalbagi keluarga.

" Ada beberapa keluarga yang beranggapan lebih baik 'menyingkirkan' anak perempuan dibanding mengeluarkan banyak uang untuknya. Banyak tekanan dari kebiasaan dalam budaya pada anak perempuan," ujar Ranjana Kumari, seorang aktivis perempuan di India.

Sampai saat ini bocah tersebut berada di pusat rehabilitasi kesehatan milik pemerintah. Jika ada pihak yang mengklaim kalau memiliki hubungan darah dengan anak tersebut, nantinya akan dijalankan tes DNA sebelum diserahkah.

 

 

Join Dream.co.id