Dokter Peringatkan Mainan Water Beads Sering Berujung IGD

Do It Yourself | Rabu, 27 Oktober 2021 12:08

Reporter : Mutia Nugraheni

Pastikan selalu mengawasi anak-anak saat memainkannya.

Dream - Water beads atau hydrogel termasuk mainan sensori yang sangat disukai anak-anak. Warnanya yang beragam dan teksturnya yang lembut, membuat anak-anak selalu penasaran.

Bukan hanya dipegang dan dimainkan, tapi juga dimasukkan ke mulut hingga tertelan. Ariani Dewi Widodo, seorang dokter spesialis anak di RSAB Harapan Kita, bercerita seputar pengalamannya menangani kasus anak yang menelan mainan tersebut.

" Hampir setiap minggu adaaa saja lho Moms anak yang dibawa ke IGD atau poli karena tertelan hydrogel. Memang sih hydrogel/water beads warnanya cerah dan sangat ideal digunakan untuk sensory play: menghitung, menuang, belajar tekstur, ukuran... bahannya juga aman, polimer non toksik. Tapi ada bahaya tersedak dan bahaya tertelan, terutama pada batita," tulis dr. Ariani, dikutip dari akun Instagramnya @dr.ariani.

Ia memperingatkan kalau hydrogel ini bisa membesar saat terkena air. Awalnya berdiameter 1-15 mm, tapi bisa mencapai 6 cm saat menyerap air.

" Kebayang nggak kalau water beads ini mengembang di usus anak kita yang mungil bisa menyebabkan penyumbatan berat pada usus," ungkapnya.

Untuk itu dr. Ariani memperingatkan orangtua agar selalu mengawasi dan mendampingi saat anak-anaknya bermain water beads atau hydrogel. Terutama pada anak balita yang masih suka memasukkan apapun ke dalam mulutny.

" Saat bermain anak harus selalu ditemani dan diperhatikan. Mainkan waterbeads dalam keadaan mengembang. Saat menyusut harus disimpan baik-baik dalam wadah tertutup, jauh dari jangkauan anak," pesan dr. Ariani.

Dokter Peringatkan Mainan Water Beads Sering Berujung IGD
Mainan Water Beads/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Bermunculan Kluster Covid-19 di Sekolah, Dokter Beri Kritikan Pedas

Dream - Penurunan kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir cukup signifikan. Hal ini karena pemerintah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan ketat.

Dengan menurunnya jumlah kasus, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah akhirnya diizinkan tapi dengan sejumlah persyaratan kesehatan. Sejak beberapa waktu lalu sekolah yang sudah mendapat izin, menyelenggarakan PTM.

Sayangnya setelah PTM diberlakukan, muncul sejumlah kluster atau penularan berkelompok Covid-19 di sekolah. Kasus yang paling banyak terjadi adalah di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Terkait hal ini, dr. Adaninggar, seorang spesialis penyakit dalam, yang juga relawan dari akun edukasi Covid-19 @pandemictalks, memberi kritikan keras. Menurutny jika memang sekolah dibuka dan PTM dijalankan, seluruh pihak harus benar-benar disiplin. Jangan sampai nyawa anak jadi taruhannya.

" Yuk donk please semua orang tua, guru dan siapapun yang pengen PTM benar-benar berjalan, ya yang bener donk. Tujuan PTM itu apa sih? Bener kan alasannya karena ingin anak-anak kita ga jadi loss generation?? Klo bener itu alasannya mestinya pelaksanaan dan pemantauan pelaksanaan PTMnya juga ga asal-asalan donk. Kecuali kalo tujuannya hanya menuruti ego para orang dewasa tapi alasan anak jadi pembenaran,"  tulis dr. Ning, sapaan akrabnya, di akun Instagram @drningz.

 

3 dari 5 halaman

Kejujuran

Ia pun meminta semua pihak yang bertanggung jawab dalam hal kebijakan PTM benar-benar jujur atas kondisi di lapangan. Bukan sekadar asal menerapkan protokol kesehatan.

 dr Ning© Instagram dr Ningz

" Ngeri karena masih banyak orang di luar sana yang tidak memegang prinsip KEJUJURAN, EMPATI, dan PENGENDALIAN DIRI. Hanya memikirkan diri sendiri. Ini hal yang paling mengerikan,"  ungkapnya.

4 dari 5 halaman

Mulai Sekolah Tatap Muka, Pastikan Barang Ini Ada di Tas Anak

Dream - Beberapa sekolah sudah mulai menerapkan sekolah tatap muka. Sejumlah persyaratan protokol kesehatan diterapkan demi mengurangi risiko penularan Covid-19.

Mungkin sebagian besar orangtua merasa khawatir mengirimkan anak-anaknya ke sekolah. Dalam situasi seperti sekarang, tampaknya kita harus mulai beradaptasi dengan keadaan, termasuk dalam hal sekolah anak-anak.

Hal yang terpenting adalah melatih dan selalu mengingatkan buah hati kalau kondisi di sekolah jauh berbeda dan mereka harus berhati-hati. Tak boleh lepas masker, dan tetap menjaga jarak.

Siapkan juga barang-barang berikut pada tas sekolah anak. Pastikan selalu ada dalam tas, sebelum anak ke sekolah saat pandemi.

- Masker ganti
Anak-anak cenderung aktif dan masker yang dikenakan akan mudah kotor atau basah. Siapkan masker cadangan dalam tas. Masukkan dalam kantung khusus yang bersih.

Akan lebih baik siapkan masker medis dan masker kain agar bisa digunakan anak. Masker dua lapis akan lebih baik untuk perlindungan maksimal, terutama saat di sekolah.

- Hand sanitizer
Barang ini juga sangat penting agar anak bisa menggunakan setiap saat. Bisa digantung di celana atau tasnya agar anak mudah mengakses dan tak gampang hilang.

Bisa juga menyiapkan hand sanitizer yang berdesain lucu dan disukai anak. Hal ini membuat anak selalu semangat menggunakannya. Ini termasuk semprotan antivirus bakteri.

 

5 dari 5 halaman

Keperluan Pribadi Anak

- Botol minum dan bekal
Seperti yang kita tahu, kantin di sekolah selama pandemi tak diperbolehkan dibuka. Untuk itu anak-anak harus membawa minum dan makanan sendiri dari rumah. Perhitungkan durasi waktu sekolah anak.

Siapkan minuman, makanan dan camilan yang cukup. Jangan sampai anak merasa lapar dan haus di sekolah. Ingatkan anak untuk minum atau makan jauh dari teman-temannya karena harus membuka masker.

- Alat tulis
Pastikan juga seluruh alat tulis anak lengkap di dalam tas. Mulai dari pensil, pulpen, penghapus, penggaris, rautan dan perlengkapan lain. Hal ini agar anak tak perlu meminjam dan melakukan banyak kontak.

Join Dream.co.id