Deretan Kelainan Sel Sperma yang Bisa Pengaruhi Kesuburan

Do It Yourself | Selasa, 14 September 2021 12:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Salah satu yang menyebabkan kehamilan tak kunjung terjadi adalah kelainan sperma.

Dream - Kesuburan tentunya jadi hal yang sangat penting bagi pasangan yang berencana untuk memiliki buah hati. Jika kehamilan tak kunjung terjadi selama setahun padahal sudah rutin berhubungan intim, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kesuburan.

Banyak faktor yang menyebabkan ketidaksuburan. Salah satu yang menyebabkan kehamilan tak kunjung terjadi adalah kelainan sperma. Dikutip dari SehatQ, kualitas dan kesehatan sperma biasanya hanya diukur melalui kekentalan dan jumlahnya setelah pemeriksaan di laboratorium.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kualitas sperma antara lain jumlah, bentuk, dan pergerakan dari sperma. Jika terjadi masalah pada setidaknya satu dari tiga faktor itu, maka bisa jadi mengalami kelainan sperma.

Lalu apa saja jenis kelainan sel sperma?

1. Leukocytospermia
Kelainan ini juga sering disebut pyospermia. Terjadi ketika ditemukan banyak sel darah putih dalam air mani. Sel darah putih dalam air dapat merusak sperma dan menurunkan kesuburan. Leukocytospermia menjadi pertanda infeksi atau penyakit autoimun dalam tubuh.

2. Necrozoospermia
Necrozoozpermia menjadi salah satu penyebab kemandulan pada pria. Terjadi ketika sel sperma dalam air mani mati dan tidak melakukan pergerakan. Penyebab kelainan sperma yang satu ini masih belum dapat dipastikan.

Sedikitnya kasus necrozoospermia membuat penelitian mengenai kelainan sperma ini masih sangat minim. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi necrozoospermia.

 

Deretan Kelainan Sel Sperma yang Bisa Pengaruhi Kesuburan
Kondisi Sel Sperma/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

3. Oligoasthenoteratozoospermia (OAT)

Merupakan penyebab kemandulan yang paling sering dialami pria. OAT terjadi ketika jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma tidak normal. Kelainan sperma ini dibagi dalam tiga tingkat keparahan, yaitu ringan, sedang, atau berat. Tingkat keparahan tersebut nantinya akan menjadi acuan dokter untuk melakukan prediksi (prognosis) kesuburan dan pengobatan.

4. Teratozoospermia
Disebabkan masalah genetik, teratozoospermia terjadi ketika bentuk sperma tidak normal. Salah satu indikasi kelainan ini misalnya sperma memiliki kepala atau ekor lebih dari satu. Sperma yang normal hanya punya satu kepala dengan ekor panjang.

Bentuk sperma tidak normal dapat mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak ataupun berenang. Saat sperma memiliki bentuk dan pergerakan yang tidak normal, hal itu nantinya berdampak pada pembuahan sel telur.

 

3 dari 5 halaman

5. Asthenozoospermia

Merupakan abnormalitas sperma yang terjadi saat pergerakannya (motilitas) tidak normal. Pergerakan sperma yang normal harus berada di dalam satu garis lurus atau lingkaran besar.

Beberapa hal yang menjadi penyebab buruknya kemampuan gerak sperma misalnya terlalu banyak minum alkohol, paparan racun, penyakit, merokok, mengonsumsi narkoba, hingga buruknya nutrisi yang masuk ke tubuh. Selain motilitas, minimnya jumlah sel sperma dalam air mani juga dapat menjadi Anda mengalami kelainan ini.

6. Oligozoospermia
Oligozoospermia terjadi ketika jumlah sperma dalam air mani jauh lebih sedikit dari biasanya. Berbeda dengan OAT, kelainan sperma ini memiliki empat tingkat keparahan, yaitu ringan, sedang, berat, dan ekstrem.

Penderita oligozoospermia dengan tingkat keparahan rendah dan sedang masih punya harapan untuk memiliki momongan secara normal. Berbeda dengan penderita dengan tingkat keparahan tinggi dan ekstrem yang akan kesulitan untuk mempunyai anak.

Selain itu, sedikitnya jumlah sel sperma dalam air mani nantinya dapat berpengaruh juga terhadap bentuk dan pergerakannya. Beberapa hal yang memicu masalah sperma ini, seperti penyakit celiac, infeksi saluran reproduksi, gangguan genetik, obesitas, berendam dalam air panas, merokok, hingga mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

Penuhi Kebutuhan Vitamin D Demi Jaga Kualitas Sel Sperma

Dream - Sel sperma yang dalam kondisi sehat sangat dibutuhkan ketika seorang pria sedang merencanakan memiliki anak. Kondisi sperma yang sehat berpengaruh besar pada kesuburan.

Untuk itu bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, khususnya calon ayah penting untuk menjaga kualitas sel sperma. Salah satunya adalah memenuhi kebutuhan vitamin D.

Sebuah studi yang dilakukan tim dari The University of Copenhagen, Denmark, mengungkap fakta bahwa vitamin D bisa meningkatkan kadar kalsium di dalam sperma.

Hal tersebut nantinya meningkatkan motilitas (pergerakan) dan proporsi sperma yang yang diperlukan untuk menyatu dengan sel telur wanita. Para peneliti menemukan memang ada hubungan antara kadar vitamin D dan motilitas sperma. Meskipun, tidak secara langsung melihat peluang kehamilan yang sukses jika hanya mengandalkan vitamin D.

Kalsium dari vitamin D nantinya akan meningkatkan pergerakan dan kualitas sperma secara keseluruhan. Semakin tinggi kadar kalsium di dalam tubuh, maka makin baik dan cepat pergerakan sperma.

 

5 dari 5 halaman

Berjemur dan Minum Suplemen

Dikutip dari KlikDokter.com, menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, vitamin D memang punya peranan dalam meningkatkan kualitas sperma. Hanya saja, masih butuh penelitian lebih dalam akan hal ini.

“ Banyak studi mengenai hubungan vitamin D dengan hormon-hormon yang memengaruhi kualitas sperma. Hasilnya masih beragam dan menjadi perdebatan. Namun, mayoritas ahli setuju bahwa vitamin D memiliki efek positif pada kesuburan pria, terutama terkait motilitas atau kemampuan berenang sperma yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menyarankan untuk memenuhi asupan vitamin D harian dengan baik. Misalnya, lewat makanan bergizi maupun suplemen (bila diperlukan). Usahakan untuk berjemur di bawah matahari setiap paginya. Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id