Deretan Cara Atasi Rambut Rontok Saat Hamil

Do It Yourself | Selasa, 5 Oktober 2021 07:47

Reporter : Mutia Nugraheni

Rambut mengalami kerontokan hebat, dan berlangsung hingga satu bulan setelah bayi lahir.

Dream - Beberapa ibu mengalami 'pregnancy glowing' saat hamil, kulitnya lebih cerah, rambutnya lebih lebat, begitu juga kukunya lebih padat. Hal ini karena kondisi hormon estrogen yang meningkat drastis.

Sayangnya, jelang persalinan, banyak juga yang mengalami sebaliknya. Rambut mengalami kerontokan hebat, dan berlangsung hingga satu bulan setelah bayi lahir. Kondisi ini tentunya membuat para ibu khawatir karena kondisi rambut semakin tipis

Untuk membantu mengurangi risiko kerontokan saat hamil hingga setelah melahirkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Apa saja? Simak triknya dikutip dari KlikDokter.com

1. Keramas perlahan
Hal yang paling utama dalam mengurangi kerontokan rambut saat hamil adalah mencuci rambut dengan perlahan dan lembut. Hindari menggosok atau menggaruk kulit kepala yang bisa menyebabkan rambut rontok.

Jika ingin melakukan pijatan, lakukan dengan gerakan berputar pada kulit kepala tanpa menggosok akar rambut. Jika rambut menipis dan ingin mengembalikan volume rambut seperti semula, gunakan sampo berlabel “ volumizing”. Sampo ini biasanya mengandung protein yang membuat rambut tampak lebih tebal.

Bisa juga menggunakan sampo yang mengandung biotin dan silica. Hindari sampo berlabel 'conditioning shampoo', karena mengandung kondisioner yang membuat rambut lebih berat sehingga lebih tertarik ke bawah.

Gunakan kondisioner yang diformulasikan untuk rambut tipis. Kondisioner ini mengandung formula ringan yang tidak membuat rambut menjadi berat dan mudah rontok.

 

Deretan Cara Atasi Rambut Rontok Saat Hamil
Rambut Rontok/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

2. Keringkan Rambut dengan Benar

Rambut dalam keadaan basah bersifat lebih rapuh. Akibatnya lebih mudah patah jika digosok dengan handuk atau disisir. Karena itu disarankan untuk membungkus rambut basah dengan handuk tanpa digosok. Biarkan rambut kering dengan diangin-anginkan, baru kemudian disisir.

Penggunaan hair dryer terlalu sering atau panas meningkatkan kerusakan rambut dan rontok. Bagi Sahabat Dream yang memiliki rambut keriting, disarankan menyisir dalam keadaan masih basah. Cara ini lebih mencegah rambut keriting patah dibandingkan dalam keadaan kering.

 

3 dari 5 halaman

3. Kurangi Menyisir Rambut

Menyisir atau menyikat rambut terlalu sering dapat menyebabkan ujung rambut bercabang. Rambut bisa mudah patah dan menambah kerontokan. Karena itu, sisir rambut seperlunya untuk mengatasi rambut rontok saat hamil. Sisir yang bergigi jarang lebih aman untuk rambut dibandingkan bergigi rapat.

4. Kurangi Mengikat Rambut
Jangan terus-menerus mengikat, mengepang, dan mengonde rambut, atau menggunakan hair extension saat hamil. Tanpa disadari, semua gaya rambut ini menyebabkan rambut tertarik dan bisa menyebabkan rambut rontok.

5. Makan Makanan dengan Gizi Seimbang
Protein, vitamin, dan mineral adalah komponen penting untuk pertumbuhan rambut. Jika ibu hamil kekurangan zat-zat gizi ini, pertumbuhan rambut bisa terganggu dan menyebabkan rambut rontok.

Karena itu, makanlah buah dan sayuran, serealia utuh, serta sumber protein hewani maupun nabati (terutama yang rendah lemak) setiap makan. Jenisnya juga harus bervariasi setiap harinya.

Selengkapnya baca di sini.

© Dream
4 dari 5 halaman

Ibu Hamil Jangan Telat Makan, Bisa Berbahaya

Dream - Kondisi hamil membuat ibu kerap kali kehilangan nafsu makan. Terutama yang sedang mengalami mual dan muntah berkali-kali. Dalam kondisi tersebut, usahakan untuk tetap makan dan penuhi nutrisi, jangan sampai telat makan.

Mungkin terdengar sepele, tapi bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Dokter Sara Elise Wijono, dikutip dari KlikDokter, menjelaskan beberapa dampak negatif telat makan pada ibu hamil dan janin.

Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah
Janin yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup berisiko lahir dengan berat badan rendah. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena bayi yang lahir dengan berat badan rendah berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat, dan memiliki sistem imunitas rendah.

Kelahiran Prematur
Karena tidak mendapatkan asupan kalori yang cukup, kemungkinan bayi lahir sebelum waktunya akan lebih besar. Kondisi ini disebut juga dengan kelahiran prematur. Untuk mencegah kondisi tersebut, ibu diminta untuk memenuhi asupan nutrisi terutama kalorinya agar perkembangan bayi terjamin kesehatannya.

 

5 dari 5 halaman

Lemas dan Maag

Risiko Timbul Keluhan Maag
Karena tidak makan secara teratur, kemungkinan ibu hamil mengalami mag pun akan tinggi. “ Perut ibu jadi terasa nyeri, perih. Bahkan tidak sedikit keluhan mag yang menyebabkan mual dan muntah. Pada akhirnya, kondisi ini hanya buat ibu hamil jadi semakin tidak nafsu makan dan nutrisi yang masuk pun akan semakin sedikit,” ujar dr. Sara.

Tubuh Ibu Lemas
Kurangnya nutrisi, ibu hamil berisiko mengalami lemas dan pingsan. Hal ini tentu sangat membahayakan. Jika ibu sampai terjatuh, risiko keguguran dan pendarahan pun bisa terjadi, terutama jika ibu jatuh telungkup.

Untuk mencegahnya, ibu hamil wajib memenuhi asupan zat besi dengan mengonsumsi suplemen atau makanan sumber zat besi, seperti sayuran dan daging. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

© Dream
Join Dream.co.id