Dampak Trauma Persalinan yang Sering Tak Disadari Ibu

Do It Yourself | Senin, 22 November 2021 14:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan ragu untuk meminta bantuan.

Dream - Peristiwa traumatis identik dengan sesuatu hal yang mengerikan. Seperti kekerasan fisik dan mental, kecelakaan, atau bencana. Merupakan kondisi yang berdampak pada emosi dan psikologis serta bertahan lama, dan sangat menggangu kesehatan mental orang yang mengalaminya.

Rupanya, persalinan juga bisa memicu pengalaman traumatis bagi ibu. Dapat terjadi ketika ibu mengalami pengalaman melahirkan baik fisik dan emosi yang sangat tidak nyaman selama persalinan atau setelahnya.

“ Bisa jadi bayi itu berisiko dalam kelahiran, persalinan berjalan cepat, orangtua tak mendapat dukungan memadai baik secara medis maupun smosi," ujar Rachael Benjamin, seorang terapis yang berfokus pada masalah kehamilan dikutip dari Health.

Menurut Benjamin, ada beberapa jenis pengalaman yang bisa menjadi trauma persalinan. Salah satunya adalah keadaan darurat medis yang berdampak pada fisik ibu selama, sesaat sebelum atau setelah persalinan. Keadaan darurat tersebut dapat mencakup induksi, operasi caesar darurat, pendarahan setelah lahir, eklampsia, solusio plasenta, atau kondisi mendesak lainnya.

Hal ini bisa berdampak pada perasaan bahwa lingkungan persalinan tidak aman secara emosional, atau perasaan terus-menerus tidak 'terlihat' atau tidak 'terdengar' dalam proses persalinan.

Penyebab lainnya adalah ketika bayi berada pada risiko medis, ketika meninggal, prematur atau mengalami kelainan yang baru diketahui. Hal ini bukan hanya dialami ibu, tapi juga ayah.

" Memiliki bayi yang harus menjalani intervensi medis yang tidak terduga dapat menimbulkan trauma bagi kedua orangtua," kata Benjamin.

Ketika bayi dan ibu harus terpisah karena alasan medis, ini juga sebuah kondisi yang berat. Lalu saat ayah harus membuat keputusan medis dan membubuhkan tanda tangan untuk tindakan dokter yang cukup berisiko, hal tersebut bisa memunculkan trauma.s yang dibawa dari masa lalu," jelas Benjamin.

 

Dampak Trauma Persalinan yang Sering Tak Disadari Ibu
Pemeriksaan Ibu Hamil
2 dari 6 halaman

Dampak Trauma Persalinan

Dalam kondisi diliputi trauma, lalu ada bayi yang harus diurus tentu bukanlah hal mudah. Sebenarnya, orangtua baru memang membutuhkan dukungan emosional apapun kondisi bayinya. Bahkan hal yang dianggap wajar dalam persalinan, bisa jadi pemicu trauma.

" Apa yang mungkin terasa traumatis bagi satu orang mungkin tidak bagi orang lain," kata Benjamin.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychiatry, antara 3% dan 6% wanita mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD) terkait kelahiran. Lalu sebagian besar kasus PMAD (gangguan mood dan kecemasan perinatal) tidak diobati dan tidak terdiagnosis karena penderitanya merasa malu, dan stigma.

" Seseorang yang pernah mengalami trauma persalinan mungkin terus-menerus mengalami kewaspadaan berlebihan, panik, cemas, atau membanjiri pikiran untuk mengalami kembali peristiwa tersebut di saat-saat terjaga atau dalam mimpi," kata Benjamin.

Penting untuk menyadari ketakutan dan kecemasan tinggi pasca persalinan saat sudah sangat mengganggu. Mintalah bantuan, bisa mulai dengan konseling online, atau mendatangi psikolog.

3 dari 6 halaman

Ibu Hamil Siapkan Diri, Perubahan yang Muncul Setelah Persalinan

Dream - Menjadi ibu merupakan anugerah terindah bagi sebagian besar wanita. Banyak tantangan dalam menjadi seorang ibu. Mengandung selama 9 bulan dan melahirkan bukanlah proses yang pendek dan mudah untuk dilalui.

Beberapa jenis persalinan seperti normal, caesar atau water birth memiliki efek tersendiri. Salah satunya perubahan tubuh dan emosional. Beberapa ibu merasa terkaget-kaget dengan perubahan ini.

Untuk itu para ibu hamil, tak ada salahnya untuk bersiap jika menghadapi hal-hal berikut.

Sakit saat buang air
Nyeri saat buang air kecil (BAK) setelah melahirkan secara spontan (normal) sering terjadi. Keluhan sakit saat BAK yang terjadi selama 6 minggu pertama, dapat disebabkan oleh luka bekas robekan yang terjadi saat proses persalinan. Jika nyeri terlalu lama dan berkelanjutan, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Kerontokan rambut parah
Menurut American Academy of Dermatology, banyak ibu baru mengalami kerontokan rambut yang nyata beberapa bulan bahkan hingga satu tahun setelah melahirkan. Dermatologis menyebut kondisi ini sebagai " kerontokan rambut yang berlebihan," dan disebabkan oleh penurunan kadar estrogen. Meskipun mengkhawatirkan, nantinya akan sembuh dengan sendirinya.

Kebanyakan ibu akan merasakan kondisi rambut mereka kembali normal pada ulang tahun pertama anak. Dengan menggunakan sampo penambah volume dan menghindari memakai pengering rambut secara berlebihan dapat membantu.

 

4 dari 6 halaman

Kram dan Baby Blues

Baby blues
Menurut Mayo Clinic, sebagian besar ibu baru mengalami " baby blues" pascapersalinan selama beberapa minggu pertama. Sindrom blues disebut juga sebagai postpartum blues yang biasanya dialami oleh sekitar 80 persen atau 4-5 ibu baru.

Baby blues mencakup berbagai tingkat perubahan suasana hati, kecemasan, kesulitan tidur, dan emosi yang meningkat, dan sepenuhnya normal.
Jika gejala-gejala ini semakin lama dan menjadi berlebihan, mungkin merupakan kasus depresi pascapersalinan yang lebih serius. Jika mengkhawatirkan kesehatan mental, hubungi dokter atau terapis dan cari bantuan yang dibutuhkan.

Kram
Kondisi kram perut juga masih terjadi setelah melahirkan, rasanya sangat mirip dengan kontraksi persalinan. Hal ini terjadi beberapa hari setelah persalinan, bahkan beberapa bulan setelahnya.

Rasa kram tersebut bisa jadi pertanda rahim kembali ke ukuran semula. Biasanya juga muncul saat menyusui saat oksitosin dilepaskan. Bila dirasa sangat menyakitkan, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter.

Laporan Syifa Putri Naomi/ Sumber: Pop Sugar

5 dari 6 halaman

Fakta-fakta Soal Nyeri Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

Dream – Bagi para ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami nifas selama sekitar 40 hari. Setelah darah nifas berhenti, ibu baru bisa melakukan hubungan intim. Sayangnya, beberapa ibu malah menghindarinya.

Hubungan intim setelah melahirkan memang sedikit menimbulkan kekhawatiran. Baik bagi ibu yang melahirkan secara normal maupun menajalani operasi caesar. Pasalnya, luka persalinan masih terasa.

Hubungan intim memang bisa memicu munculnya rasa nyeri. Istilah medis untuk nyeri selama hubungan seks yaitu dispareunia. Dispareunia setelah melahirkan merupakan kondisi yang cukup umum.

Enam bulan pasca persalinan, seseorang masih mengalami ketidaknyamanan dengan penetrasi. Dibutuhkan komunikasi dengan pasangan hubungan intim bisa kembali nyaman dilakukan

" Kita tidak harus puas dengan seks pasca melahirkan yang menyakitkan. Dengan pengetahuan, alat, dan konsultasi yang tepat, ibu dapat memiliki seks pasca melahirkan sesuai dengan yang diinginkan," kata Krystyna Holland, DPT, seorang dokter terapi.

Holland menjelaskan ada tiga alasan umum utama yang membuat hubungan intim terasa sakit setelah persalinan. Apa saja?

6 dari 6 halaman

Perubahan jaringan otot

Hamil berdampak pada kondisi dan fungsi jaringan panggul, termasuk otot-otot dasar. Keluarnya bayi juga memberi tekanan baru pada jaringan otot. Saat melahirkan otot panggul juga mengalami peregangan ekstrem, termasuk saat operasi caesar karena mengalami sayatan lapis demi lapis.

Otot dasar panggul menjadi alasan utama membuat seks yang menyakitkan. Otot tersebut seperti 'tempat tidur gantung' di bagian bawah panggul, serta memiliki berbagai pekerjaan penting. Ketika jaringan termasuk kulit dan otot terganggu, terluka, atau bahkan terpotong, jaringan tersebut butuh waktu untuk pulih. Semasa pemulihan rasa nyeri akan kerap muncul.

Perubahan hormon

Perubahan hormon juga menjadi dampak besar terhadap seks pasca persalinan yang menyakitkan. Setelah melahirkan, estrogen akan turun secara signifikan dan tetap rendah, terutama jika ibu menyusui.

Jaringan vulva dan vagina yang terbuka disebut introitus, sangat sensitif terhadap estrogen. Ketika introitus kekurangan estrogen, jaringan menjadi meradang dan pelumasan vagina dapat berkurang.

Kekeringan dapat memengaruhi kemampuan ibu untuk menikmati hubungan seks. Kondisi ini bisa diatasi, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Perubahan kebiasaan seksual

Salah satu pemicu paling signifikan terhadap seks pasca melahirkan yang menyakitkan yaitu perubahan kebiasaan seksual. Antara pengasuhan anak, peralihan pekerjaan, perubahan tubuh, kepercayaan diri, kurang tidur, dan kondisi psikologis.

Kenikmatan seksual kerap tidak jadi prioritas. Saat berhubungan intim, fokus pikiran ibu tak fokus. Hal ini membuat hubungan seksual jadi tak menyenangkan bahkan menyakitkan. Penting untuk membicarakannya dengan pasangan.

Laporan: Angela Irena Mihardja/ Sumber: Parents

 

 

Join Dream.co.id