Cerita Pilu Ibu Susui Bayi Orang Lain Setelah Serangan Teroris

Do It Yourself | Selasa, 19 Mei 2020 08:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Sebanyak 18 yang baru lahir harus kehilangan ibunya.

Dream - Sebuah serangan teroris terjadi di sebuah bangsal rumah sakit bersalin Dasht-e-Barchi di Kabul, Afghanistan. Hal ini mengakibatkan sejumlah perawat dan ibu dari bayi-bayi yang baru saja lahir tewas seketika.

Total ada 24 korban tewas. Ada 20 bayi yang masih hidup di Dasht-e-Barchi lalu dipindahkan ke rumah sakit terdekat dan 18 bayi kehilangan ibunya. Feroza Omar, seorang ibu yang masih menyusui tak tega melihat bayi-bayi baru lahir tersebut.

“ Kita semua telah dirusak oleh penjahat yang menghancurkan kemanusiaan di Afghanistan. Saya salah satunya,” kata Omar kepada Tolo News.

 

 

Cerita Pilu Ibu Susui Bayi Orang Lain Setelah Serangan Teroris
Feroza Omar (Foto: Twitter)
2 dari 5 halaman

Susui Bayi yang Kehilangan Ibunya

Ia mendatangi salah rumah sakit tempat perawatan bayi tersebut dan menyusui bayi-bayi yang kehilangan ibunya. Feroza sendiri memiliki bayi yang masih berusia 14 bulan.

Sebuah foto tindakan dermawannya beredar di media sosial dan menginspirasi wanita di sekitar kota untuk menawarkan memberikan ASI mereka kepada bayi yang baru lahir yang selamat dari serangan itu.

 

Seorang ibu bahkan mengatakan siap mengadopsi salah satu bayi yang ibunya terbunuh. Pihak berwenang mengatakan tidak jelas mengapa bangsal bersalin menjadi sasaran para teroris, dan belum ada kelompok teroris besar yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan rumah sakit dikategorikan kejahatan perang berat oleh Amnesty International dan Human Rights Watch. Seratus orang dievakuasi dari rumah sakit Dasht-e-Barchi, termasuk para bayi oleh tentara khusus Afghanistan.

3 dari 5 halaman

Menyusui Anak, Bolehkah Mintah Upah dari Suami?

Dream – Setelah hamil dan melahirkan, tugas ibu dilanjutkan dengan menyusui. Dalam hal menyusui, ada yang berpendapat kalau ibu bisa mendapat upah dari menyusui anaknya sendiri.

Bagaimana hukumnya menurut Islam? Syekh Ali Jum’ah, salah satu ulama yang menjadi mufti Al-Azhar Kairo Mesir di dalam kitab Fatawa Ashriyah telah menjawab hal ini.

Beliau mengatakan bahwa seorang istri mengerjakan tugas-tugas rumah tangga seperti menyusui anak dan merawatnya, melayani suami, dan menjaga rumah merupakan tradisi yang biasa dipraktikkan oleh semua istri di dunia ini, dari dulu hingga sekarang.

Semua itu mereka kerjakan tanpa upah. Sedangkan masalah upah atas semua yang dikerjakan oleh istri tersebut menurut Syekh Ali Jum’ah adalah hal yang tidak dikenal atau dipraktikkan oleh kalangan salafus shalih. Namun hal ini dilihat dari sisi realitas kehidupan masyarakat Muslim.

 

4 dari 5 halaman

Menyusui Bukan Kewajiban Ibu

Adapun dari sisi hukum fiqih, Syekh Ali Jum’ah menjelaskan bahwa beberapa fuqaha’ berpendapat sang istri berhak menerima upah dari menyusui anaknya karena menyusui anak bukan kewajibannya. Bahkan, dia berhak menolak menyusui anaknya sehingga suami mesti memberi perempuan lain upah untuk menyusui anaknya.

Namun, beberapa fuqaha’ lainnya berpendapat bahwa sang istri wajib menyusui anaknya. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah Swt. “ Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anaknya selama dua tahun penuh.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 233).

 

5 dari 5 halaman

Jika Orangtua Bercerai

Join Dream.co.id