Cara Minum Pil Kontrasepsi yang Benar, Sudah Tahu?

Do It Yourself | Selasa, 28 September 2021 10:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Efektivitas pil KB bisa turun hingga 91 persen apabila pengguna lupa meminumnya.

Dream - Menunda atau menjaga jarak kehamilan bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi. Salah satu yang paling mudah diakses saat pandemi dan harganya cukup terjangkau adalah pil KB.

Pil ini bisa dibeli di apotek atau bahkan secara online. Cara kerjanya, dikutip dari KlikDokter, adalah dengan mencegah ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur.

Lalu, pil ini mengentalkan lendir leher rahim sehingga sperma sulit bertemu sel telur, dan mencegah sel telur menempel di dinding rahim agar tidak hamil.
Pil KB merupakan jenis pil atau obat yang mengandung hormon reproduksi sintetik (progesteron dan kombinasi estrogen-progesteron). Fungsinya mengatur hormon dalam tubuh wanita untuk mencegah kehamilan.

Pil KB dianggap sebagai salah satu cara mencegah kehamilan yang sangat efektif. Hal ini tentunya jika aturan pakai pil KB dilakukan dengan benar. tingkat efektivitasnya mencapai 99 persen.

Efektivitas pil KB bisa turun hingga 91 persen apabila pengguna lupa meminumnya. Pil KB memang harus diminum setiap hari. Untuk cara meminumnya tergantung dari jenis pil.

 

Cara Minum Pil Kontrasepsi yang Benar, Sudah Tahu?
Minum Pil Kontrasepsi/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Cara Minum Pil KB Sesuai Jenisnya

Pil KB yang beredar di Indonesia terdiri dari dua jenis sediaan jumlah, yaitu 21 tablet dan 28 tablet. Cara meminum pil KB sebagai berikut:

21 Tablet
Pil KB ini diminum setiap hari 1 tablet, dari hari ke-1 hingga ke-21. Kemudian, tidak minum apa-apa selama 7 hari. Mulai kembali paket yang baru pada hari berikutnya.

28 Tablet
Pil KB ini terdiri dari 21 tablet hormon (tablet aktif) dan 7 tablet inaktif (plasebo). Pil diminum 1 tablet setiap hari, dan langsung mulai paket yang baru setelah tablet terakhir pada kemasan sebelumnya.

Fungsi paket tersebut adalah membentuk kebiasaan minum pil setiap hari dan mengurangi kemungkinan lupa. Cara menggunakan pil KB untuk kedua jenis ini adalah perlu diminum pada jam yang sama setiap harinya. Hal ini terutama pada pil KB yang hanya mengandung progesteron.

Karena, kemungkinan gagalnya lebih tinggi apabila tidak diminum pada jam yang sama. Pil KB jangan diminum satu jam sebelum atau sesudah makan.

Pil KB Darurat
Pil KB ini mengandung levonorgestrel yang diminum untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual tanpa kontrasepsi. Cara minum pil KB ini yaitu 2 tablet levonorgestrel (1,5 mg) diminum sekaligus secepat mungkin. Sebaiknya minum dalam 12 jam, namun tidak boleh lebih dari 72 jam setelah berhubungan seksual.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Sangat Berbahaya, Jangan Copot Sendiri Kontrasepsi Spiral di Rumah

Dream - Sebuah video dari akun @Mikkiegallagher viral di TikTok. Pemilik akun yang merupakan wanita muda mengungkap kalau dirinya bisa mengeluarkan alat kontrasepsi spiral atau IUD tanpa perlu ke dokter.

Dalam video, @Mikkiegallagher tampak menggunakan sarung tangan medis. Setelah itu, ia mengambil IUD yang dipakainya dan berhasil dalam durasi yang singkat.

" Jauh lebih mudah daripada yang saya kira, sejujurnya,"  tulis @Mikkiegallagher.

 Copot IUD© Tiktok

Video kemudian beralih ke @Mikkiegallagher yang berdiri di luar, memegang IUD-nya di tangannya. " Ini BUKAN saran medis tetapi hanya butuh 2 menit,"  ungkapnya.

Video tersebut memicu banyak komentar pro kontra. Bahkan ada juga yang pernah melakukan hal yang sama dengan @Mikkiegallagher, yaitu mengambil IUD sendiri.

" Apakah itu sakit sama seperti saat memasangnya," tulis salah satu komentar.

" Saya melakukan ini setelah saya memberi tahu dokter saya bahwa IUD membuat saya sangat tertekan dan cemas. Ia memberi tahu saya bahwa saya bisa datang paling cepat adalah dua bulan. Jadi saya mengambilnya sendiri dan sekarang serviks saya terbuka secara permanen lebih dari yang seharusnya dan saya tidak pernah bisa menggunakan IUD lagi," kata komentator lain.

 

4 dari 6 halaman

Bahaya Mengambil IUD Sendiri

Jangan pernah mengambil IUD sendiri, karena sangat berbahaya bagi kesehatan rahim dan reproduksi secara keseluruhan. Bila muncul rasa nyeri atau tak nyaman segera buat janji dengan dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan.

" Melepas IUD sendiri, sangat tidak aman. Kesalahan mungkin terjadi, bisa keluar utuh atau mungkin ada yang tertinggal di dalam," kata Jessica Shepherd, MD, seorang dokter kandungan dan pendiri Sanctum Med Wellness, dikutip dari Health.

Ia memperingatkan pernah menemui kasus, orang yang mengambil sendiri IUD yang dipakainya lalu putus dan terdapat potongan di bagian dalamnya. Kondisi ini tentu sangat berbahaya dan harus segera mendapat tindakan medis.

Efek berbahaya lain yang mungkin muncul adalah bisa merobek area sekitar rahim. Kondisi ini bukan hanya menyakitkan tapi juga berdampak fatal.

" Nisa menyakitkan jika tidak dilakukan dengan benar. Talinya pun bisa terputus lalu IUD tersangkut di leher rahim, ini sangat berbahaya," kata dr. Shepherd.

 

5 dari 6 halaman

Ini Cara Kerja Kontrasepsi Gel yang Cukup Dioles

Dream - Dalam kondisi pandemi seperti sekarang banyak pasangan memutuskan untuk menunda kehamilan. Berbagai alat pengontrol kehamilan atau kontrasepsi kini sangat beragam dan mudah diakses, seperti kondom.

Untuk suntikan, pil, IUD memang harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter. Rupanya, kini ada kontrasepsi berbentuk gel yang cukup praktis dan baru saja disetujui Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada September 2020 lalu. Kontrasepsi ini disebut Phexxi.

Dikutip dari Health.com, Evofem Biosciences, perusahaan yang membuat Phexxi, dalam keterangan resminya mengungkap kalau kontrasepsi ini bersifat non-hormonal. Berupa gel yang mengandung asam laktat, asam sitrat, dan kalium bitartrat.

Penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menaruhnya ke aplikator, lalu dimasukkan ke dalam vagina segera sebelum atau satu jam sebelum berhubungan seksual. Jika berhubungan seks lebih dari sekali dalam satu jam, atau jika harus menunggu lebih dari satu jam sebelum berhubungan, perlu dosis tambahan.

Phexxi bekerja dengan mengubah pH vagina untuk membuatnya lebih asam dan 'kurang ramah' terhadap sperma. Akibatnya, kecil kemungkinan sperma benar-benar sampai ke sel telur untuk menyebabkan kehamilan.

" Sperma berkembang dalam lingkungan basa. Jika pH vagina terlalu asam, sperma tidak akan bisa berenang dengan baik atau berpotensi mati," kata Jennifer Wider, MD, dikutip dari Health.

 

6 dari 6 halaman

Seberapa efektif Phexxi?

Menurut data yang dikutip oleh FDA, Phexxi sekitar 86% persen efektif. Dengan penggunaan yang sempurna, angka itu naik menjadi 93% efektif. Menurut riset Planned Parenthood, sekitar sekitar 14 dari 100 wanita yang menggunakan Phexxi tetap hamil.

Tingkat efektivitasnya memang di bawah implan, IUD, atau sterilisasi pria atau wanita, yang memiliki efektivitas sekitar 99%, menurut CDC. Bahkan jika dibandingkan dengan penggunaan patch, cincin, suntikan, dan pil biasa yang berkisar antara 91%-94%.

Penasaran ingin mencoba? Sayangnya, kontrasepsi tersebut hanya beredar di AS dan belum dipasarkan ke negara lain termasuk ke Indonesia.

Join Dream.co.id