Cara Aman Pakai Skincare Saat Hamil, Mama Sudah Tahu?

Do It Yourself | Rabu, 28 Juli 2021 16:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan sampai skincare yang kita gunakan berbahaya bagi kehamilan.

Dream - Menggunakan produk skincare setiap hari mungkin sudah jadi kebiasaan Sahabat Dream yang tak bisa dilepaskan. Dalam kondisi hamil, kerap muncul keraguan untuk menggunakannnya karena takut akan berdampak buruk pada kehamilan dan janin.

Penting untuk memperhatikan kandungan pada skincare sebelum menggunakannya. Ada beberapa formula yang bisa berefek negatif, yaitu paraben, benzoyl peroxide, hydrokuinon, retinoid, sodium lauryl sulfate dan glycolic acid.

“ Ibu hamil juga harus mengetahui apakah zat tersebut berbahaya atau tidak bagi jabang bayinya,” ujar dr. M. Iqbal Ramadhan, dikutip dari KlikDokter.

Berikut beberapa produk skincare yang cukup aman digunakan ibu hamil. Bisa dijadikan panduan saat menggunakannya.

Gunakan Tabir Surya
Kehamilan membuat kulit jadi lebih sensitif. Beberapa ibu juga mengalami peningkatan produksi melanin yang sebetulnya baik untuk mencegah paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari.

Kendati begitu, peningkatan jumlah melanin dalam tubuh rentan menyebabkan kondisi hiperpigmentasi. Oleh karena itu, ibu hamil wajib menggunakan tabir surya minimal SPF 30 setiap hari. Pemakaian tabir surya bertujuan melindungi kulit bumil dari paparan sinar UV.

 

Cara Aman Pakai Skincare Saat Hamil, Mama Sudah Tahu?
Ibu Hamil
2 dari 6 halaman

Lakukan Juga Hal Ini

Aplikasikan serum itamin C
Vitamin C merupakan salah satu jenis antioksidan yang aman digunakan saat masa kehamilan. Vitamin C dapat mencerahkan kulit, melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, dan mengurangi tampilan pori-pori besar.

Untuk menjaga dan merawat kulit wajah, ibu dapat menggunakan skincare serum vitamin C. Hindari menggunakan produk atau serum perawatan kulit yang mengandung paraben. Paraben adalah salah satu bahan kimia yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin.

Obat jerawat
Jerawat kerap muncul saat hamil. Hati-hati jika menggunakan obat jerawat karena yang beredar di pasaran sebagian besar mengandung benzoil peroksida. Zat ini sebaiknya diberikan berdasarkan resep dokter kulit. Pasalnya jika berlebihan bisa membahayakan kehamilan.

Hindari bahan retinol
Biasanya krim malam memiliki bahan aktif retinol atau asam salisilat yang dapat mencegah penuaan dan permasalahan kulit wajah. Kedua bahan skincare tersebut juga tidak aman bila digunakan oleh ibu hamil.

Vitamin A seperti retinol, asam retinoat, retin-A, tazarotene, atau retinoid dapat berbahaya karena pada beberapa kasus bisa mengganggu perkembangan janin dalam kandungan.

Selengkapnya baca di KlikDokter.

3 dari 6 halaman

Waduh, Keluhan Seputar Gigi Ini Kerap Muncul Saat Hamil

Dream - Kondisi kehamilan memang membuat tubuh ibu berubah drastis. Bukan hanya peningkatan berat badan tapi juga kondisi tangan, kaki, mental bahkan gigi. Beberapa ibu hamil mengeluhkan kondisi giginya bermasalah.

Banyak yang tak tahu kalau perubahan pada tubuh saat hamil juga dapat menyebabkan sakit gigi selama masa kehamilan. Mengapa demikian? Saat sedang hamil, hormon akan mengalami fluktuasi dan ibu juga bisa merasakan efeknya di dalam mulut.

Kadar progesteron yang tinggi membuat perempuan hamil lebih rentan mengalami pertumbuhan bakteri dan pembentukan plak, sementara peningkatan hormon estrogen menyebabkan naiknya aliran darah ke gusi sehingga membuat gusi lebih sensitif dan rentan bengkak.

Ada tiga keluhan pada gigi dan gusi saat hamil yang kerap terjadi pada ibu hamil. Apa saja?

1. Gusi berdarah
Saat hamil di usia kandungan minggu ke-14 hingga ke-30, ada kemungkinan terjadinya gusi berdarah saat menyikat gigi karena kadar hormon estrogen, estradiol, dan progesteron dapat menyebabkan radang gusi. Plak pada gigi yang tidak dibersihkan sebelum hamil juga akan meningkatkan sensitivitas rongga mulut dalam mengembangkan bakteri sehingga bisa menyebabkan perdarahan dan menginfeksi gusi.

 

4 dari 6 halaman

Infeksi dan Berlubang

2. Infeksi gusi
Periodontitis atau infeksi gusi juga bisa terjadi selama hamil, lagi-lagi karena hormon. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi gusi ini bisa merusak jaringan dan bahkan memicu perubahan struktur letak gigi karena berpengaruh pada tulang di area mulut atau rahang. Jadi sebisa mungkin jangan mengabaikan infeksi gusi selama hamil ya.

3. Gigi berlubang
Susah tidur karena perut membesar bukan tantangan satu-satunya. Ada kalanya perempuan hamil juga harus menerima fakta giginya tiba-tiba berlubang saat hamil karena hormon saat hamil mampu meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan manis. Jika tidak rajin menyikat gigi dan menjaga kebersihan gigi, gula akan sangat mudah mengikis enamel gigi dan menyebabkan pembusukan di gigi.

Sumber: Fimela

5 dari 6 halaman

Keluhan Saat Hamil yang Bisa Jadi Pertanda Bahaya

Dream - Menjalani kehamilan tanpa ada masalah atau keluhan yang berarti tentu jadi harapan setiap ibu hamil. Kehamilan bisa berjalan lancara hingga persalinan. Sayangnya, beberapa ibu kerap mengalami keluhan atau gejala yang bisa jadi pertanda bahaya.

Bisa membahayakan nyawa janin dalam kandungan atau nyawa ibu. Untuk itu sangat penting melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin setiap bulannya pada bidan atau pun dokter kandungan.

" Dokter atau bidan akan memberi tahu jika terdapat hal yang dicurigai dan mungkin akan menawarkan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah atau semacamnya untuk mengetahui kondisi lebih detail," kata Robin Elise Weiss, PhD, MPH, seorang pakar kesehatan kandungan, dikutip dari Verywell.

Penting bagi ibu hamil untuk mencatat keluhan yang dialami. Saat pemeriksaan, sampaikan keluhan secara detail. Termasuk rasa tak nyaman, nyeri ringan, kesakitan luar biasa tau adanya pendarahan. 

6 dari 6 halaman

Perhatikan keluhan berikut

Coba tengok keluhan keluhan berikut yang bisa jadi adanya pertanda bahaya.

- Pendarahan pada vagina, bisa jadi adanya keguguran, plasenta previa, perdarahan hormonal, atau perdarahan implantasi

- Nyeri panggul atau perut, bisa jadi adanya solusio plasenta (lepasnya plasenta dari dinding rahim), preeklamsia, sindrom HELLP, kista, atau melebarnya rahim.

- Nyeri punggung yang persisten, bisa mengindikasikan terjadinya keguguran, persalinan prematur, adanya infeksi ginjal/kandung kemih, kista, atau nyeri kehamilan normal

- Keluarnya cairan dari vagina, bisa jadi adanya persalinan prematur, ketuban pecah dini, keguguran, solusio plasenta, atau kandung kemih yang bocor

- Pembengkakan pada tangan atau wajah. Kondisi ini bisa disebabkan preeklamsia atau naiknya tekanan darah secara signifikan saat hamil.

- Sakit kepala parah dan penglihatan kabur. Hal ini bisa karena preeklamsia, eklampsia atau disebabkan oleh perubahan hormonal atau stres

" Ingatlah bahwa meskipun mungkin ada penyebab lain untuk gejala, ibu tidak boleh mengabaikannya. Mungkin ada perbedaan samar antara masalah kecil dan komplikasi besar dalam kehamilan. Selalu konsultasikan dengan dokter," ujar Weiss.

Saat berkonsultasi, pastikan memberi informasi yang cukup terkait kondisi kehamilan, termasuk keluhanyang dirasakan. Hal ini akan sangat berdampak keakuratan analisis. Bila terdapat masalah pada kehamilan bisa ditangani lebih cepat.

 

Join Dream.co.id