Buat Si Kecil Nyaman Saat Mulai Tumbuh Gigi

Do It Yourself | Minggu, 30 Juni 2019 09:23

Reporter : Mutia Nugraheni

Tak perlu panik, bunda!

Dream - Momen tumbuh gigi bagi banyak orangtua menimbulkan rasa khawatir. Banyak yang bilang, kalau saat bayi mulai tumbuh gigi tubuhnya akan demam, tak mau menyusu dan menjadi rewel.

Padahal tak demikian. Gigi mulai tumbuh ketika bayi berusia sekitar enam bulan. Sebuah tinjauan dari 16 studi menemukan bahwa meskipun tumbuh gigi kerap dikaitkan dengan keluhan, biasanya hanya ringan seperti iritasi gusi dan air liur yang banyak.

Suhu tubuh bayi memang sedikit meningkat, tapi tidak sampai demam. Banyak gejala yang berkaitan dengan tumbuh gigi, seperti rewel, gangguan tidur dan air liur berlebih. Tapi hal itu sebenarnya tak terlalu mengganggu.

Buat Si Kecil Nyaman Saat Mulai Tumbuh Gigi
Gigi Bayi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Gusi Gatal

Saat gigi mulai tumbuh, biasanya ditandai dengan gusi si kecil yang kemerahan dan agak membengkak. Ia pun mengeluarkan lebih banyak air liur dari biasanya. Rasa tidak nyaman pada gusi membuatnya seperti gatal.

Barang-barang yang ada di sekitarnya bakal digigit. Terutama barang yang bertekstur keras. Saat diambil, si kecil bakal menangis kencang karena itu 'obatnya' untuk menghilangkan rasa tidak nyaman pada gusi.

3 dari 6 halaman

Teether dan pijatan lembut

Coba berikan teether yang teksturnya berbagai macam. Mulai dari yang halus, bergerigi, lunak dan agak keras. Cari juga yang mudah dipegang bayi. Kini banyak teether yang desainnya memang sengaja untuk merangsang motorik anak.

Teether juga bisa melatih kemampuan oral motoriknya. Untuk membuatnya nyaman, berikan juga pijat lembut. Gunakan kain atau handuk bersih yang sudah dicelup ke air hangat dan bersih.

Setelah itu berikan tekanan dan pijatan lembut pada gusi. Memberinya buah dingin juga bisa dilakukan tapi jika usianya sudah melewati 6 bulan. Selamat, mencoba!

 

 

4 dari 6 halaman

Bangun Ikatan Emosi Ibu dan Anak Melalui Pijatan Lembut

Dream - Kebutuhan gizi bukanlah satu-satunya faktor penunjang tumbuh kembang anak. Setelah lahir, penting untuk merangsang panca indera bayi agar berfungsi secara optimal.

Cara terbaik untuk melatihnya adalah dengan memberikan stimulus secara rutin. Nah, stimulus yang paling efektif tentu saja berasal dari orang terdekat, yaitu sentuhan ibu.

" Skin to skin contact akan merangsang pertumbuham anak seiring dengan pertambahan usia mereka. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan memijat bayi," ujar Bernie Endyarni Medise, Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial di acara Johnson 'Sentuhan Cinta', Jakarta, Rabu 26 Juni 2019.

Stimulasi yang diberikan oleh pijatan dapat mendorong keterampilan anak dari segi emosional dan motorik di kemudian hari. Teknik ini juga bermanfaat untuk menjaga imunitas bayi terhadap penyakit.

5 dari 6 halaman

Bayi Jadi Lebih Tenang

Efek pijat akan membuat bayi lebih tenang sehingga memicu hormon kekebalan tubuh. Pernapasan juga menjadi lebih lancar dan membuat bayi mudah tertidur pulas.

" Setelah dipijat, bayi biasanya akan lapar. Sama seperti orang berolahraga. Enzim, pencernaan serta penyerapan makanan mereka bekerja lebih optimal," ujar Bernie.

Selain itu, memijat bayi juga menjadi momen bonding bagi ibu dan anak. Lakukan secara lembut dan gunakan baby oil agar pijatan terasa lebih halus.

6 dari 6 halaman

Bukan untuk Sembuhkan Penyakit

Lakukan pijat bayi 2-3 kali sehari selama 15 menit. Perlu diperhatikan bahwa pijat bayi bersifat stimulasi, bukan terapi. Itu artinya, ibu tidak bisa mengandalkan pijat untuk menyembuhkan penyakit tertentu.

" Kalau bayi sakit jangan dipijat, konsultasi dulu dengan dokter. Pijat hanya boleh dilakukan untuk bayi dengan berat di atas 2.500 gram. Khusus bayi prematur ada tekniknya sendiri dan dilakukan oleh tenaga medis," imbuhnya.

Pijat bayi berkembang pesat menjadi tren parenting belakangan ini. Khususnya di kalangan ibu yang baru memiliki bayi. Mereka cenderung haus ilmu mengenai cara mengasuh anak.

Di kesempatan yang sama, Johnson & Johnson Indonesia melakukan edukasi 'Sentuhan Cinta' guna memperkenalkan teknik pijat bayi kepada lebih dari 145.000 ibu di Indonesia.

" Kami ingin meningkatkan awareness tentang pentingnya sentuhan ibu, terutama di masa emas 1000 hari pertama untuk perkembangan bayi," tutur Lakish Hatalkar, President Director of Johnson & Johnson Indonesia.

Kampanye juga disertai dengan peresmian posyandu di Dusun Randuwongso, Gresik, Jawa Timur hasil kolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia.

Join Dream.co.id