Buah Hati Sulit Sosialisasi? Bisa Jadi Asperger's Syndrome

Do It Yourself | Senin, 6 Agustus 2018 10:12
Buah Hati Sulit Sosialisasi? Bisa Jadi Asperger's Syndrome
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Reporter : Mutia Nugraheni

Sebagian besar penderitanya adalah anak laki-laki.

Dream - Tahukah Sahabat Dream, kalau satu dari 300 anak dan dewasa yang ada di dunia diperkirakan mengalami Asperger’s Syndrome. Sekitar 90% di antaranya berjenis kelamin laki-laki.

Gangguan perkembangan yang ditemukan oleh Hans Asperger ini membatasi kemampuan seseorang untuk berteman atau bersosialisasi. Anak dengan Asperger's Syndrome mungkin memiliki kecerdasan yang tinggi tapi sangat sulit berkomunikasi dan bersosialisasi.

Asperger's syndrome (AS) sendiri merupakan gangguan perkembangan yang ditandai oleh ketidakmampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi. Memiliki pola perilaku yang cenderung berpola atau berulang. Ini adalah salah satu dari banyak gangguan neurologis yang muncul di bawah gangguan spektrum autisme.

Anak-anak yang didiagnosis dengan Asperger cenderung memiliki kecerdasan normal dan bahkan di atas normal. Mereka dapat belajar di kelas biasa dan memiliki pekerjaan saat dewasa.

Penyebab Asperger's Syndrome sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun beberapa penelitian menunjukkan kombinasi faktor, baik genetik dan lingkungan, dapat berpengaruh pada perkembangan neurologis pada anak-anak.

Lalu apa gejala khas dari AS? Gejalanya sedikit mirip dengan autisme. Antara lain selalu merasa kikuk saat berkumpul dengan banyak orang. Mereka tampak kebingungan untuk bereaksi dan merespons orang lain. Ekspresinya juga cenderung datar selama berjam-jam meski berada dalam kondisi emosi yang berubah-ubah.

Anak dengan AS juga cenderung menghindari kontak mata. Mereka juga sulit berbicara secara jelas dan konsisten. Tak suka dengan perubahan dan akan sangat terganggu jika rutinitasnya berubah.

Jika curiga dengan gejala di atas dialami si kecil, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Untuk mendiagnosis AS memang cukup sulit. Pasalnya dibutuhkan analisis multidisiplin, yaitu dari dokter tumbuh kembang, psikolog dan dokter syaraf.

Sumber: Momjunction

Terkait
Join Dream.co.id