Buah Hati Kerap Mengigau, Haruskah Khawatir?

Do It Yourself | Jumat, 8 Januari 2021 10:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Studi menemukan, lebih dari 50 persen anak berusia 3-10 tahun pernah mengigau saat tidur.

Dream - Mengigau pada anak-anak merupakan hal yang wajar, bahkan orang dewasa juga mengalaminya. Saat tidur, bermimpi sampai mengucap kata-kata tak jelas atau menangis dan berteriak.

Anak yang mengigau saat tidur, dikutip dari KlikDokter, disebut juga dengan sleep talking atau somniloquy, kasusnya cukup banyak ditemukan. Studi menemukan, lebih dari 50 persen anak berusia 3-10 tahun pernah mengigau saat tidur.

Ternyata 1 dari 10 anak mengigau beberapa kali dalam seminggu. Jika anak mengigau, dan itu cukup sering, perlukah orangtua khawatir? Sebelum menjawabnya, ketahui dulu empat tahapan tidur.

Tahap 1 tidur non-REM
Tahapan ini merupakan transisi antara terjaga dan tidur. Seseorang jadi mudah terbangun pada saat ini.

Tahap 2 tidur non-REM
Pada tahapan ini, gelombang otak melambat.

Tahap 3 tidur non-REM
Ini merupakan tahapan tidur nyenyak saat semua gerakan mata dan otot berhenti.

Tidur REM (rapid eye movement)
Tahapan tidur ini berhubungan dengan bermimpi, bola mata bergerak cepat, serta denyut jantung dan napas menjadi cepat dan teratur.

 

Buah Hati Kerap Mengigau, Haruskah Khawatir?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Bisa Normal Bisa Tidak

Anak dapat mengigau pada setiap tahapan tidur. Pada tahap non-REM, sebagian besar bagian otak sudah beristirahat dan tertidur, tetapi ada sebagian kecil yang masih 'terbangun'. Pada bagian ini, anak bisa mengigau. Pada tahapan REM, anak mudah mengigau saat sedang bermimpi.

Anak yang mengigau bisa normal, bisa juga tidak
Sebagian besar kondisi anak yang mengigau tak perlu dikhawatirkan, karena menjadi bagian dari proses tidur yang normal. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak mudah mengigau.

Demam, kelelahan, stres dan depresi merupakan penyebab anak kerap mengigau. Ada beberapa kasus mengigau pada anak yang tidak normal dan memerlukan penanganan khusus. Ciri-cirinya adalah:
- Anak berbicara sendiri saat tidur selama lebih dari 1 menit
- Kejadian mengigau berlangsung setiap malam
- Anak terlihat lelah dan mengantuk keesokan harinya
- Mengigau disertai berjalan saat tidur (sleep walking)
- Anak mengigau sambil berteriak-teriak saat sedang tidur (night terror)
- Anak mengigau disertai mimpi buruk yang membuatnya terbangun ketakutan.
- Mengigau disertai dengan kaku otot atau kejang (kejang nokturnal)
- Mengigau disertai dengan mendengkur yang tidak teratur (sindrom obstructive sleep apnea).

Jika anak mengalami satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter agar bisa dicari tahu penyebabnya. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Suhu Ruangan Terbaik untuk Si Kecil Agar Bisa Tidur Nyenyak

Dream - Suhu ruangan yang ideal dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak dan tetap nyaman saat bermain. Kisaran suhu yang nyaman untuk bayi sangat tergantu pada cuaca. Penting untuk menjaga suhu ruangan yang ideal melalui termostat, pemanas, AC, atau membiarkan jendela tetap tertutup atau terbuka.

Kita juga harus mempertimbangkan pakaian bayi saat mengatur suhu ruangan. Lalu, berapa suhu ruangan yang ideal untuk bayi?

" Menurut para ahli tidur, suhu ruangan yang ideal untuk bayi dan balita adalah antara 18 hingga 21 derajat celcius, tergantung musim. Bayi tidak bisa beradaptasi dengan perubahan suhu, tidak seperti orang dewasa. Bayi bisa menjadi kepanasan saat ruangan menjadi panas dan mudah terasa dingin saat ruangan menjadi dingin," ujar dr. Bhagyashree Ketkar, dikutip dari MomJunction.

Orangtua dapat menjadikan tubuh sendiri titik acuan pertama untuk mengecek apakah suhu ruangan nyaman untuk bayi. Jika merasa agak dingin atau panas, kemungkinan itu terlalu dingin atau terlalu panas untuk bayi.

" Bisa juga apat meletakkan termometer kamar di kamar bayi untuk memeriksa suhu lingkungan karena suhu dapat bervariasi di berbagai bagian rumah," kata Ketkar.

 

4 dari 6 halaman

Lakukan Hal Ini

Untuk menjaga suhu kamar bayi tetap nyaman coba lakukan beberapa langkah berikut:

- Tutupi jendela dengan tirai tebal untuk mencegah sinar matahari menghangatkan ruangan pada siang hari
- Biarkan jendela terbuka untuk membiarkan udara segar masuk
- Letakkan handuk basah di bukaan jendela untuk mencegah udara panas memasuki ruangan
- Dapat menggunakan kipas angin gantung untuk mengalirkan udara ke seluruh ruangan. Jika menggunakan kipas meja atau pendingin udara, jangan arahkan langsung ke bayi. - Letakkan agak jauh dari tempat tidur bayi dan atur kecepatan yang nyaman untuk putaran kipas
- Dapat menggunakan AC untuk menjaga suhu optimal 18–21 derajat celcius. Pertahankan aliran udara yang lembut dan jaga suhu tetap konstan.

 

5 dari 6 halaman

Bahaya Membiarkan Bayi Tidur Lama di Ayunan

Dream - Baby bouncer, ayunan, atau perangkat lain untuk menggoyang-goyangkan bayi kini banyak sekali di pasaran. Produk satu ini kerap jadi andalan para ibu untuk menaruh bayinya, sementara bisa melakukan aktivitas lain.

Saat berada di bouncer atau ayunan, bayi juga kerap tertidur bahkan lebih mudah terlelap. Seringkali orangtua membiarkan bayi tidur di ayunan hingga hitungan jam. Hal ini rupanya sangat berbahaya.

Mengapa?

Aturan tidur yang aman bagi bayi adalah seharusnya bayi tidur di atas permukaan datar tanpa banyak benda benda di dekat mereka. Menurut Ben Hoffman, seorang dokter anak dan anggota American Academy of Pediatric, jika memang bayi tidur di ayunan pastikan ada yang mengawasi.

" Jika dibiarkan dalam waktu lama tanpa pengawasan akan sangat berbahaya. Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah hidungnya tertutup, sesak napas dan bayi sulit bergerak, belum lagi risiko jatuh," kata Hoffman.

Selain itu, hal yang juga dikhawatirkan adalah bayi bisa terjerat dengan tali atau berguling di ayunan. Bahkan hal ini tetap bisa terjadi meski orangtua telah menggunakan tali dengan benar.

 

6 dari 6 halaman

Tidurkan Bayi di Permukaan Datar

Pada 2019, ternyata penggunaan bouncer sempat memicu kontroversi setelah ditemukan 32 bayi di Amerika meninggal saat berasa di dalam ayunan. Selain itu beberapa kasus juga menunjukkan bayi terjebak di ayunan dan mengalami cedera serius.

Bagaimana pun juga ayunan memang sangat berisiko jika digunakan oleh bayi. Banyak penelitian dan makalah yang telah diterbitkan selama bertahun-tahun tentang bahaya dari bayi yang tidur di ayunan atau kursi mobil.

Salah satu penelitian di University of Arkansas berusaha melihat apa yang terjadi saat bayi berusia dua hingga enam bulan tidur di tempat yang idak datar. Dari sana ditemukan bahwa permukaan yang tak datar ini bisa membuat bayi lebih mudah berguling atau terjatuh.

Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id

Join Dream.co.id