Bocah 9 Tahun Main Mobile Game 10 Jam Sehari, Efeknya Mengerikan

Do It Yourself | Selasa, 20 Agustus 2019 18:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Kasus ini membuat banyak orangtua panik.

Dream - Anak-anak memang sebaiknya tidak diberikan ponsel pribadi yang bisa ia gunakan setiap saat. Jika memang memberikannya gadget harus dengan syarat ketat, dan batasan yang jelas. Jangan sampai berlebihan dan kebablasan.

Satu lagi kasus kesehatan mata anak, baru saja terjadi di Hefei, China. Seorang anak berusia 9 tahun dilaporkan mengalami masalah mata serius setelah bermain mobile game selam 10 jam dalam sehari.

Bocah 9 Tahun Main Mobile Game 10 Jam Sehari, Efeknya Mengerikan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Main Game Berjam-jam

Dikutip dari Oriental Daily, dokter sebenarnya telah memperingatkan bocah tersebut untuk menghentikan atau setidaknya mengurangi bermain mobile game. Namun saat liburan musim panas sekolah, kebiasaan buruknya malah semakin menjadi

Ayah anak laki-laki itu mengatakan bahwa ketika dia tidak memperhatikan, putranya akan sering mengambil ponselnya dan bermain game selama berjam-jam. Sang ayah lalu menyadari kalau anak lelakinya jadi sering memicingkan mata.

3 dari 6 halaman

Beri Batasan

Kabarnya anak tersebut sampai mengalami juling. Dokter lalu memeriksa dan menjelaskan, pemakaian gadget pada anak tersebut membuat matanya mengalami rabun jauh, yaitu ketika bola mata terlalu panjang, sehingga sulit fokus saat melihat benda jauh.

Pemakaian gadget yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko mata silindris pada anak. Untuk itu, sangat penting bagi orangtua mengontrol penggunaan gadget pada anak-anak.

4 dari 6 halaman

Mata Anak Minus? Ingatkan untuk Pakai Kacamata

Dream - Minus pada mata anak akan sangat berdampak pada aktivitasnya sehari-hari. Baik itu saat belajar di kelas maupun bermain dengan teman-temannya. Memakai kacamata jadi solusi utama untuk mengatasi masalah ini.

Jika kondisi anak minus, pastikan buah hati selalu memakai kacamata. Jika jarang atau tak memakai kacamata, bisa memicu mata malas atau amblyopia. Yaitu kondisi saat otak cenderung ‘mempekerjakan’ salah satu mata saja. Kondisi minus pun bisa jadi bertambah parah.

5 dari 6 halaman

Mata Malas

" Kalau sering melepas kacamata, mata anak jadi lelah dan malas untuk bekerja normal. Sehingga setiap ada objek yang tidak terlihat, pasti badannya bergerak mendekat atau menjauh. Akibatnya, ukuran kacamata bisa melonjak banget," kata Nashril Ihsan, dokter Spesialis mata di Klinik Utama Mata JEC Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Anak yang mengalami peningkatan ukuran kacamata yang drastis akibat 'mata malas', masih mungkin untuk terobati. Tapi, pengobatan tersebut sayangnya belum tersedia di dalam negeri.

6 dari 6 halaman

Rutin Diperiksakan

" Sebenarnya bisa diobati dengan terapi tetes atropine. Tapi belum diterapkan di Indonesia dan masih diteliti di Singapura. Tetes atropine diklaim akan bisa mencegah minus anak supaya tidak berkembang tinggi," ujar Nashril.

Untuk itu ia menyarankan agar anak bermata minus selalu memakai kacamata. Hal yang tak kalah penting adalah memeriksakan secara rutin ke dokter mata.

 

Join Dream.co.id