Bobot Tubuh Anak Naik Drastis Selama di Rumah, Segera Atur Jadwal Makan

Do It Yourself | Selasa, 17 November 2020 10:04
Bobot Tubuh Anak Naik Drastis Selama di Rumah, Segera Atur Jadwal Makan

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan sampai anak masuk dalam kategori obesitas.

Dream - Selama di rumah saja mungkin banyak orangtua bingung untuk membuat menu makanan bagi buah hati. Pasalnya, anak-anak terus mencari makanan dan bobotnya sudah naik drastis.

Tak ke sekolah, tak bisa bebas melakukan banyak aktivitas fisik, anak-anak memang jadi lebih banyak menghilangkan bosan lewat makanan. Bagaimana jika anak suka makan banyak, dalam arti sudah berlebihan? Apakah kebiasaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatannya kelak?

Anak selalu memegang makanan di tangan kanan dan kirinya. Rasanya mereka tidak pernah merasa kenyang terus meminta menambah makan. Kondisi cukup umum dialami oleh beberapa anak. Dikutip dari KlikDokter, hal tersebut sudah termasuk dalam gangguan perilaku makan.

Dokter Arina Heidyana menjelaskan, ada beberapa penyebab anak banyak makan, tapi tak pernah merasa kenyang, yaitu:

Anak Tidak Mendapatkan Asupan Makan yang Cukup
Selama masa tumbuh kembang, anak memang diwajibkan untuk makan tiga kali sehari dengan asupan nutrisi yang seimbang. Jika orangtua hanya memberikan makan sekitar 2 kali atau bahkan 1 kali dalam sehari, anak bisa merasa kelaparan. Mereka pun akan terdorong untuk makan dengan porsi yang sangat banyak ketika melihat makanan.

 

 

2 dari 6 halaman

Jam Makan Tidak Teratur

Tidak memiliki jadwal makan yang teratur juga bisa berdampak para perilaku makan anak. Orangtua wajib memberi makan anak dengan jadwal yang teratur setiap harinya.

Misalnya, sarapan pada pukul 08.00 pagi, makan siang pukul 12.00, dan makan sore pukul 16.00. Kita juga bisa memberikan camilan di sela-sela waktu makan siang hingga makan sore.

Terlalu Banyak Makan Cepat Saji 
Bukanya tidak boleh sama sekali anak konsumsi makanan cepat saji, hanya saja jangan terlalu sering. Makanan cepat saji mengandung karbohidrat dan gula tinggi sehingga memicu lebih cepat lapar. Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula juga berisiko diabetes di masa yang akan datang.

Jika anak banyak makan dan berlebihan, hal tersebut tidak juga sehat. Orangtua pun perlu membatasinya dengan segera.

“ Ketika berat badan anak sudah melebihi batas normal, sudah saatnya Anda mengerem anak untuk makan banyak. Anda perlu cermat dalam memberi makan dan nutrisi pada anak,” ujar dr. Arina.

 

3 dari 6 halaman

Cara Mengerem Anak yang Suka Makan Banyak

Untuk mengontrol atau mengerem porsi makan anak, mulailah dengan membuat jadwal makan anak dengan teratur. Jika kebiasaan ini terus dilakukan setiap hari, tidak ada lagi drama anak merengek minta makan setelah makan pagi, siang, atau sore.

Berikan juga camilan sehat beberapa jam setelah makan seperti buah, biskuit, atau kacang-kacangan. Alihkan perhatian anak dengan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya, bermain di luar rumah, membaca buku, membacakan dongeng, menidurkan anak, atau hanya sekadar bermain bola tangkap bersama.

Hindari makan sambil menonton karena ini berisiko tersedak dan membuat anak mengunyah lebih lama. Tidak hanya itu, makan sambil nonton juga buat anak sulit menyadari bahwa dirinya sudah kenyang.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Cari Tahu Penyebab Si Kecil Tiba-tiba Tak Nafsu Makan

Dream - Kehilangan nafsu makan pada anak harus jadi perhatian orangtua. Terutama anak balita dan remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Asupan makanan sehari-hari sangat penting untuk tumbuh kembangnya baik fisik, kognitif maupun psikologis.

Ada kalanya anak yang biasanya semangat makan, tiba-tiba sangat malas. Kehilangan nafsu makan, bahkan sampai tak mau makan sama sekali. Hal ini tentunya membuat orangtua bingung.

Terutama jika anak tak nafsu makan selama berhari-hari dan tak mau mengonsumsi apapun menu yang disediakan. Banyak faktor penyebab anak kehilangan nafsu makan.

Mungkin para orangtua penasaran mengapa anak bisa kehilangan nafsu makan secara tiba-tiba. Yuk cari tahu sebabnya. Bisa jadi buah hati sedang mengalami hal ini.

 

5 dari 6 halaman

Sakit

Anak seringkali tak menyadari keluhan pada tubuhnya. Padahal ia sedang terserang penyakit, misalnya tenggorokan sakit, hidung mampet, sakit perut atau keluhan lainnya. Saat anak menolak makan, coba periksa kondisi fisiknya.

Jika ia tak memiliki keluhan, tetap periksa suhu dan tubuhnya. Bisa jadi ada penyakit dan gangguan yang dialami dan butuh pemeriksaan dokter.

Asupan kalori ekstra

Anak bisa saja tak mau makan karena terlalu banyak camilan atau junk food dan minum minuman manis. Camilan kaya garam atau minuman tinggi gula cenderung membuat kenyang. Hal ini membuat tak mau lagi makan hidangan utama yang disediakan. Untuk itu periksa lagi menu camilan harian anak.

 

 

6 dari 6 halaman

Preferensi makanan

Pada usia balita anak dalam tahap mengembangkan preferensinya terhadap makanan tertentu. Anak juga cenderung menjadi pemilih makanan. Memberi makan paksa makanan yang tidak mereka sukai dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Sesekali ubah menu, cari bahan makanan baru atau olahan yang berbeda untuk anak. Bisa jadi lidahnya butuh tantangan rasa dan tekstur makanan yang baru.

Perubahan dalam tubuh

Pertumbuhan yang cepat dan perubahan lain pada tubuh dapat secara signifikan memengaruhi pola makan. Transformasi perkembangan pada anak dapat memengaruhi asupan makanan harian dan menyebabkan perubahan kebutuhan makanan.

Olahan menu kaya protein bisa jadi pilihan utama. Bisa juga tambah porsi, karena makin lama kebutuhan anak bertambah sesuai dengan postur tubuhnya.

Sumber: MomJunction

Join Dream.co.id