Bidan Senior Anjurkan Ibu 'Sujud' 15 Menit Saat Bayi Sunsang

Do It Yourself | Senin, 25 Januari 2021 12:02
Bidan Senior Anjurkan Ibu 'Sujud' 15 Menit Saat Bayi Sunsang

Reporter : Mutia Nugraheni

Posisinya agak berbeda dengan sujud saat solat.

Dream - Posisi bayi dalam rahim memang tak bisa diprediksi, karena mereka begitu aktif dan bisa bergerak kapan saja. Terutama ketika ukuran tubuhnya masih kecil dan rahim begitu luas.

Idealnya, saat jelang persalinan atau ketika kehamilan berusia 36 minggu kepala janin berada di bawah dan masuk panggul. Kenyataannya tak selalu demikian, posisi bayi malah sunsang.

Ada yang kaki atau pantat di bawah, melintang atau posisi lain. Lanny Kuswandi, bidan senior yang juga pakar Hypnobirthing Indonesia memberikan trik pada ibu hamilyang posisi bayinya sunsang untuk sujud atau knee-chest position.

" Saat ada yang bertanya bagaimana mengatasi bayi sunsang, salah satu cara yang saya anjurkan adalah sering melakukan posisi sujud. Biasa disebut juga dengan knee-chest position," tulis bidan Lanny di akun Instagramnya.

 

2 dari 6 halaman

Posisi Sujud yang Benar untuk Atasi Sunsang

Menurutnya posisi ini agak berbeda dengan sujud. Ibu dianjurkan untuk menempelkan wajah dan dada di lantai. Posisi tersebut memungkinkan janin berputar lewat bantuan gravitasi. 

 Knee chest position
© Instagram Lanny Kuswandy

(knee chest position/ Instagram Lanny Kuswandi)

Bidan Lanny memberi tahu tiga cara melakukan posisi sujud untuk mengatasi bayi sunsang yaitu:

- Lakukan 3 kali sehari selama 10-15 menit
- Jangan lakukan posisi ini sehabis makan untuk mencegah makanan naik kembali dan memicu mual
- Lakukan saat janin sedang dalam keadaan aktif

Sumber : Lanny Kuswandi

3 dari 6 halaman

Kehamilan Bikin Lipatan Kulit Menggelap, Ini Sebabnya

Dream - Kulit menggelap jadi kecokelatan atau kehitaman kerap dialami para ibu hamil. Kondisi ini juga disebut sebagai hiperpigmentasi. Perubahan warna kulit jadi lebih gelap cenderung terjadi pada area lipatan.

Seperti leher, paha, atau lengan. Ini termasuk munculnya termasuk linea nigra (garis gelap di sepanjang perut), melasma (bercak gelap di wajah), dan areola yang menggelap.

Bintik-bintik, tanda lahir dan bekas luka yang ada bisa membesar dan menjadi gelap selama kehamilan. Penyebab pasti penggelapan kulit atau perubahan warna kulit pada kehamilan tidak sepenuhnya diketahui.

" Ini sering dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon tertentu selama kehamilan seperti estrogen, progesteron, dan hormon perangsang melanosit," ujar dr. Rana Choudhary, dikutip dari MomJunction.

 

4 dari 6 halaman

Jaga Kelembapan Kulit

Peregangan kulit saat hamil juga memperburuk perubahan ini. Ada beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan kemungkinan penggelapan kulit saat hamil. Antara lain, faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari, kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif) dan genetik.

Lebih dari 90% ibu hamil mengalami beberapa jenis perubahan kulit. Peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat berkontribusi pada peningkatan produksi melanin yang mungkin dimulai sejak trimester pertama kehamilan.

" Untuk mengurangi risiko tersebut, ibu bisa menggunakan produk perawatan kulit hipoalergenik. Pilih pembersih, pelembab, atau krim wajah yang tidak mengiritasi kulit atau memperburuk melasma," ujar dr. Rana.

Kabar baiknya, warna kulit pada sebagian besar ibu akan kembali normal setelah persalinan. Pastikan saja menjaga kelembapan kulit dengan baik.

5 dari 6 halaman

Ada Dua Tipe Tes Kehamilan, Ketahui Perbedaannya

Dream - Sedang menjalani program hamil atau menstruasi terlambat? Mungkin Sahabat Dream, berpikir untuk melakukan tes kehamilan. Apalagi, alat tes berupa testpack sangat mudah didapat dan harganya sangat terjangkau.

Kemungkinan hamil selalu ada jika aktif secara seksual, bahkan memakai kontrasepsi sekali pun. Lalu kapan waktu yang tepat melakukan tes kehamilan? Apapun hasil yang diharapkan baik negatif atau positif, sebaiknya jangan melakukan terlalu dini.

" Meskipun Anda mungkin ingin melakukan tes kehamilan sesegera mungkin, yang terbaik adalah menunggu sampai seminggu setelah periode yang terlewat untuk mendapatkan hasil yang paling akurat," ujar Anna Targonskay, seorang bidan profesional, dikutip dari Mom.com.

Diperlukan waktu yang cukup bagi tubuh untuk memproduksi human chorionic gonadotoprin (hCG). Zat hCG inilah yang akan dideteksi melalui tes kehamilan. yang cukup untuk didaftarkan pada tes.

 

6 dari 6 halaman

Dua jenis tes kehamilan

Menurut Mary Jane Minkin, dokter spesialis kandungan dari Yale University School of Medicine, sebenarnya hanya ada dua jenis tes kehamilan yaitu darah dan urine. Jenis tes kehamilan yang paling umum adalah tes urine.

" Tes ini bila dilakukan dengan testpack yang banyak dijual bebas untuk mengukur kadar hCG dalam urine," kata Minkin.

Ia mengatakan bahwa pada saat melewatkan menstruasi, sebagian besar tespack di pasaran akan menunjukkan hasil positif jika memang hamil. Tes lainnya adalah tes darah dan hal ini hanya bisa dilakukan di laboratorium.

" Dilakukan dengan rekomendasi dokter, tes darah untuk hCG dapat bekerja lebih awal daripada tes urine, karena lebih sensitif. Tes darah juga dapat dilakukan sejak dini untuk melihat apakah tingkat HCG meningkat dengan tepat," ungkap Minkin.

Join Dream.co.id