Bidan Bagikan Trik Agar Janin Cepat Masuk Panggul

Do It Yourself | Jumat, 6 Agustus 2021 12:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Coba praktikkan di rumah.

Dream - Usia kehamilan sudah mendekati tanggal perkiraan persalinan. Hal yang paling membuat banyak ibu hamil galau di saat-saat tersebut adalah ketika diperiksa oleh bidan atau dokter, janin belum masuk panggul.

Harapannya, janin sudah masuk panggul dan jalan lahir mulai terbuka. Pada beberapa kondisi, si kecil belum juga mau turun ke panggul. Bidan Lanny Kuswandi, pakar hypnobirthing memberikan trik yang bisa dilakukan para ibu hamil agar janin cepat masuk panggul di Instagramnya.

Apa saja? Yuk Simak

Ajak Si Kecil Berkomunikasi
" Komunikasi itu penting. Janin kita itu pintar. Dia Bisa mendengar suara kita dan mengerti. Ajak si kecil untuk berputar dan masuk ke panggul," tulis bidan Lanny.

Ungkapkan atau afirmasi kalimat positif untuknya. Tunjukkan kasih sayang ayah bunda kepadanya dengan mengajaknya berbicara dan turun ke panggul.

Power walk
Aktivitas ini memiliki segudang manfaat untuk ibu hamil. Selain bisa membantu janin cepat masuk panggul, powerwalk juga bisa mengurangi stres dan mempermudah persalinan. Lakukan saat ada waktu. Bisa di pagi hari atau sore hari dan sambil terus berkomunikasi pada janin untuk turun ke panggul karena sudah dinanti ayah bunda.

Rutin lakukan yoga
Bunda juga bisa membantu janin masuk panggul lebih mudah dengan mengikuti yoga secara rutin. Banyak gerakan yang membantu membuka panggul seperti butterfly pose, child pose, dan malasana. Bisa mengambil kelas online atau belajar melalui Youtube.

Selamat mencoba.

 

 

Bidan Bagikan Trik Agar Janin Cepat Masuk Panggul
Ibu Hamil/ Shutterstock
2 dari 5 halaman

Rutin Latihan Jongkok Saat Hamil, Rasakan Efek Dahsyatnya

Dream - Para ibu hamil sangat dianjurkan untuk rutin berolahraga ringan. Aktif secara fisik akan membuat kondisi ibu hamil lebih fit dan juga berdampak positif bagi janin. Antara lain mengurangi rasa pegal dan nyeri, meningkatkan sirkulasi darah, menjaga penambahan berat badan naik tidak berlebihan, dan membantu tidur lebih lelap.

" Olahraga sangat bermanfaat dalam mempersiapkan tubuh untuk persalinan, melahirkan, dan pascapersalinan," kata Amanda DeGrace, pelatih olahraga bersertifikat, dikutip dari Verywell.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar ibu hamil melakukan aktivitas fisik 150 menit per minggu. Salah satu olahraga yang dianjurkan bagi ibu hamil adalah squat atau jongkok.

" Squat sangat aman untuk sebagian besar ibu hamil, dan juga sangat dianjurkan karena dapat membantu memperkuat otot dasar panggul. Squat juga meningkatkan mobilitas pinggul dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh yang membantu mempersiapkan tubuh untuk persalinan," kata DeGrace.

Menurut Carrie Pagliano, terapis fisik dan juru bicara American Physical Therapy Association, berjongkok adalah posisi melahirkan yang sebenarnya. Beberapa ibu hamil akhirnya berjongkok saat melahirkan karena membantu membuka pinggul dan mengurangi rasa sakit dan tekanan pada punggung.

" Jongkok adalah gerakan fungsional. Kita harus jongkok untuk duduk di toilet atau mengambil barang dari lantai. Ini harusnya bukan gerakan yang menakutkan," kata DeGrace.

 

3 dari 5 halaman

Posisi Tubuh yang Lebar

Untuk membantu menjaga keseimbangan, ibu hamil dapat melakukan squat dengan posisi tubuh yang lebih lebar atau menggunakan kursi atau meja demi menjaga keseimbangan tambahan.

" Saat berolahraga selama kehamilan, biasanya perlu melebarkan posisi berdiri di banyak latihan untuk memberi ruang bagi perubahan di dalam panggul, dan ruang untuk bayi dan perut yang sedang tumbuh," kata DeGrace.

Lakukan latihan squat secara perlahan dan dengan cara yang terkontrol dan terukur. Hormon relaksin akan diproduksi tubuh dengan gerakan ini dan menyebabkan ligamen serta persendian mengendur yang sangat penting bagi ibu hamil.

Saat olahraga squat lakukan dengan perlahan dan hati-hati. Pastikan juga penuhi kebutuhan cairan tubuh, jangan sampai mengalami dehidrasi.

4 dari 5 halaman

Ibu yang Stres Cenderung Hamil Anak Perempuan

Dream - Temuan dari studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Developmental Origins of Health and Disease menjelaskan cara unik untuk mengidentifikasi stres pada ibu hamil, yaitu rambut. Sampel rambut diperoleh dari ibu hamil dan diperiksa kadar kortisolnya.

Ternyata sampel yang mengandung kadar kortisol tinggi lebih sering dari ibu yang mengandung bayi perempuan. Studi yang dilakukan pada 108 ibu hamil di awal trimester pertama mereka, menemukan bahwa kadar kortisol rambut ibu dua kali lebih tinggi (300 mg/dl versus 150 mg/dl) pada wanita yang mengandung bayi perempuan. Hal ini mengarahkan peneliti untuk mempertimbangkan apakah ibu yang lebih stres pada saat pembuahan lebih mungkin untuk menyambut anak perempuan.

Bagaimana Stres Mempengaruhi Seks Janin?
Penting untuk dicatat bahwa ada pengukuran stres lain yang juga merupakan bagian dari gambaran ketika mengukur tingkat stres pada ibu hamil. “ Kita harus ingat untuk mempertimbangkan pengukuran klinis dari stres pasien juga, yang dinilai dengan beberapa skala atau kuesioner yang berbeda dalam penelitian ini,” kata Kathleen Jaeger, OB/GYN Grup Medis BJC di Missouri Baptist Medical Center.

 

5 dari 5 halaman

Stres Ubah Hormon

Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengontrol faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil. Antara lain, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok dalam hal usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, jenis kehamilan, jumlah anak, jumlah aborsi sebelumnya, risiko kehamilan atau apakah kehamilan itu diinginkan atau tidak.

Ini memungkinkan para peneliti untuk membidik hubungan potensial antara kadar kortisol dan jenis kelamin janin. Satu hipotesis adalah bahwa stres orang tua mengubah konsentrasi hormon seks melalui aktivasi sumbu HPA dan berimplikasi pada alokasi jenis kelamin.

Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian serupa lainnya. Sebuah studi pada 2010 menunjukkan penurunan jumlah kelahiran laki-laki dalam beberapa bulan setelah peristiwa tersebut. Studi tersebut menunjukkan, " rasio jenis kelamin sekunder (yaitu, kemungkinan kelahiran laki-laki) dilaporkan menurun setelah bencana alam, peristiwa polusi, dan keruntuhan ekonomi" .

Sumber: Verywell

Join Dream.co.id