Bermunculan Kluster Covid-19 di Sekolah, Dokter Beri Kritikan Pedas

Do It Yourself | Kamis, 23 September 2021 14:08

Reporter : Mutia Nugraheni

Setelah PTM diberlakukan, muncul sejumlah kluster atau penularan berkelompok Covid-19 di sekolah.

Dream - Penurunan kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir cukup signifikan. Hal ini karena pemerintah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan ketat.

Dengan menurunnya jumlah kasus, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah akhirnya diizinkan tapi dengan sejumlah persyaratan kesehatan. Sejak beberapa waktu lalu sekolah yang sudah mendapat izin, menyelenggarakan PTM.

Sayangnya setelah PTM diberlakukan, muncul sejumlah kluster atau penularan berkelompok Covid-19 di sekolah. Kasus yang paling banyak terjadi adalah di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Terkait hal ini, dr. Adaninggar, seorang spesialis penyakit dalam, yang juga relawan dari akun edukasi Covid-19 @pandemictalks, memberi kritikan keras. Menurutny jika memang sekolah dibuka dan PTM dijalankan, seluruh pihak harus benar-benar disiplin. Jangan sampai nyawa anak jadi taruhannya.

" Yuk donk please semua orang tua, guru dan siapapun yang pengen PTM benar-benar berjalan, ya yang bener donk. Tujuan PTM itu apa sih? Bener kan alasannya karena ingin anak-anak kita ga jadi loss generation?? Klo bener itu alasannya mestinya pelaksanaan dan pemantauan pelaksanaan PTMnya juga ga asal-asalan donk. Kecuali kalo tujuannya hanya menuruti ego para orang dewasa tapi alasan anak jadi pembenaran," tulis dr. Ning, sapaan akrabnya, di akun Instagram @drningz.

 

Bermunculan Kluster Covid-19 di Sekolah, Dokter Beri Kritikan Pedas
Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Kejujuran

Ia pun meminta semua pihak yang bertanggung jawab dalam hal kebijakan PTM benar-benar jujur atas kondisi di lapangan. Bukan sekadar asal menerapkan protokol kesehatan.

 dr Ning© Instagram dr Ningz

" Ngeri karena masih banyak orang di luar sana yang tidak memegang prinsip KEJUJURAN, EMPATI, dan PENGENDALIAN DIRI. Hanya memikirkan diri sendiri. Ini hal yang paling mengerikan," ungkapnya.

3 dari 6 halaman

Mulai Sekolah Tatap Muka, Pastikan Barang Ini Ada di Tas Anak

Dream - Beberapa sekolah sudah mulai menerapkan sekolah tatap muka. Sejumlah persyaratan protokol kesehatan diterapkan demi mengurangi risiko penularan Covid-19.

Mungkin sebagian besar orangtua merasa khawatir mengirimkan anak-anaknya ke sekolah. Dalam situasi seperti sekarang, tampaknya kita harus mulai beradaptasi dengan keadaan, termasuk dalam hal sekolah anak-anak.

Hal yang terpenting adalah melatih dan selalu mengingatkan buah hati kalau kondisi di sekolah jauh berbeda dan mereka harus berhati-hati. Tak boleh lepas masker, dan tetap menjaga jarak.

Siapkan juga barang-barang berikut pada tas sekolah anak. Pastikan selalu ada dalam tas, sebelum anak ke sekolah saat pandemi.

- Masker ganti
Anak-anak cenderung aktif dan masker yang dikenakan akan mudah kotor atau basah. Siapkan masker cadangan dalam tas. Masukkan dalam kantung khusus yang bersih.

Akan lebih baik siapkan masker medis dan masker kain agar bisa digunakan anak. Masker dua lapis akan lebih baik untuk perlindungan maksimal, terutama saat di sekolah.

- Hand sanitizer
Barang ini juga sangat penting agar anak bisa menggunakan setiap saat. Bisa digantung di celana atau tasnya agar anak mudah mengakses dan tak gampang hilang.

Bisa juga menyiapkan hand sanitizer yang berdesain lucu dan disukai anak. Hal ini membuat anak selalu semangat menggunakannya. Ini termasuk semprotan antivirus bakteri.

 

4 dari 6 halaman

Keperluan Pribadi Anak

- Botol minum dan bekal
Seperti yang kita tahu, kantin di sekolah selama pandemi tak diperbolehkan dibuka. Untuk itu anak-anak harus membawa minum dan makanan sendiri dari rumah. Perhitungkan durasi waktu sekolah anak.

Siapkan minuman, makanan dan camilan yang cukup. Jangan sampai anak merasa lapar dan haus di sekolah. Ingatkan anak untuk minum atau makan jauh dari teman-temannya karena harus membuka masker.

- Alat tulis
Pastikan juga seluruh alat tulis anak lengkap di dalam tas. Mulai dari pensil, pulpen, penghapus, penggaris, rautan dan perlengkapan lain. Hal ini agar anak tak perlu meminjam dan melakukan banyak kontak.

5 dari 6 halaman

Sekolah Mulai Tatap Muka, IDAI Tekankan Anak yang Sudah Vaksin Covid-19

Dream - Pada 30 Agustus 2021, sejumlah sekolah di Jakarta dan beberapa daerah sudah menggelar sekolah tatap muka. Tentunya aktivitas belajar secara langsung digelar dengan protokol kesehatan ketat.

Jumlah anak dalam kelas dibatasi, termasuk durasi tidak sepanjang seperti sebelum pandemi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan, sekolah tatap muka sebaiknya hanya dilakukan pada anak-anak di atas 12 tahun yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19.

" Syarat agar anak boleh mengikutui sekolah tatap muka untuk anak dengan usia yang sudah diwajibkan mendapat vaksin Covid-19 adalah harus sudah divaksinasi. Guru dan perangkat sekolah lainnya juga harus sudah divaksinasi," tulis IDAI dalam situs resminya Idai.or.id.

Selain itu, keputusan pembukaan sekolah harus dinilai secara berkala melalui evaluasi mingguan. Sekolah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan dan dinas pendidikan dalam memutuskan membuka/ menutup sekolah dengan memperhatikan kasus harian.

IDAI mencontohkan, jika ada kasus di sekolah maka sekolah dengan bantuan Dinas Kesehatan harus segera melakukan tracing kelas atau sekolah yang terpapar ditutup sementara. Termasuk memberitahu pihak terkait untuk mitigasi kasus.

 

6 dari 6 halaman

Pertimbangan Boleh atau Tidaknya Anak Sekolah Tatap Muka

IDAI juga mengingatkan orangtua dapat mempertimbangkan hal-hal di bawah ini dalam mengambil keputusan anak masuk sekolah. Antara lain:

- anak usia> 12 tahun yang sudah mendapat vaksin Covid-19
- anak tidak ada komorbiditas (termasuk obesitas), jika ada komorbiditas harap konsultasi dulu dengan dokter
- anak sudah dapat memahami protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengetahui apa yang boleh dilakukan untuk mencegah transmisi Covid-19 dan hal yang tidak boleh dilakukan karena berisiko tertular/ menularkan Covid-19
- guru dan petugas di sekolah telah mendapatkan vaksinasi Covid-19
- anggota keluarga di rumah sudah mendapat vaksin Covid-19

Tak hanya itu, pihak sekolah dan seluruh perangkat harus memberi tahu secara detail jika memang ada kasus Covid-19 di sekolah setelah tatap muka. Hal ini demi keselamatan dan kesehatan semua pihak.

" Diperlukan kejujuran bagi guru, perangkat sekolah, orangtua siswa mengenai kondisi kesehatan masing-masing dan tidak menutupi apabila terinfeksi Covid-19," pesan IDAI.

Join Dream.co.id