Berikan Asupan Penjaga Imunitas Saat Si Kecil Terserang Flu dan Demam

Do It Yourself | Kamis, 11 Februari 2021 08:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Saat anak mengalami flu atau demam, penting untuk memperhatikan asupan nutrisinya.

Dream – Anak-anak sangat rentan sakit karena virus dan bakteri. Hal ini lantaran mereka kerap memasukkan apa pun ke mulutnya dan sistem imunitasnya belum bekerja optimal.

Tak heran kalau anak yang berusia di bawah lima tahun sering mengalami batuk, pilek, demam, atau diare. Terutama saat musim hujan seperti sekarang, ditambah lagi situasi pandemi.

Saat anak mengalami flu atau demam, penting untuk memperhatikan asupan nutrisinya. Dengan makanan dan minuman kaya gizi bisa membantu tubuhnya bisa melawan bakteri dan virus dengan lebih baik

Ada beberapa asupan yang sangat direkomendasikan bagi anak, jika sedang mengalami flu atau demam. Apa saja?

1. Jamur

 Resep Jamur Kentang Saus Tiram
© MEN

Jamur shitake sering digunakan sebagai bahan membuat obat flu. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak jamur shitake dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu mencegah infeksi. Selain itu pada jamur shitake dan jamur lain seperti oyster dan crimini mengandung beta-glukan, yang merupakan salah satu polisakarida untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Zat tersebut karena akan mengatur sel darah putih dan menjaganya agar terhindar dari serangan kuman penyakit. Jamur juga kaya vitamin polyphenols, sterols dan zinc yang semuanya berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat dan kuat.

Ada beberapa cara untuk mengolah jamur agar jadi menu yang disukai anak, jadi topping pada pizza mini, dibuat menjadi tumisan atau diiris dan dicampur dalam telur dadar favoritnya.

 

Berikan Asupan Penjaga Imunitas Saat Si Kecil Terserang Flu dan Demam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

2. Buah kiwi

Buah hijau manis satu ini kaya akan vitamin C dan E yang mengandung antioksidan. Tidak hanya membantu meredakan pilek atau flu, tetapi juga dapat menangkalnya. Tak hanya itu, Vitamin C juga dapat meningkatkan produksi antibodi dan sel darah putih yang mampu melawan infeksi.

 20 Manfaat Kiwi untuk Kesehatan Tubuh, Kulit dan Kehamilan
© MEN

Sedangkan vitamin E dapat meningkatkan produksi immunoglobulin yang berfungsi untuk menghancurkan semua patogen yang merugikan. Berikan kiwi segera yang dingin atau buat sebagai campuran puding.

 

3 dari 6 halaman

3. Yogurt

Sekitar 80% dari sistem kekebalan tubuh berada di usus. Sehingga sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan mengkonsumsi yogurt karena mengandung probiotik. Probiotik sendiri adalah mikroorganisme hidup (bakteri baik) yang dapat membantu melawan semua bakteri jahat dan penyakit dengan cara meningkatkan jumlah sel yang akan melawan virus. Anak-anak biasanya sangat suka dengan yogurt dingin.


4. Bawang putih
Bawang putih merupakan antibiotik alami. Sifat antibakteri, antivirus, antijamur, dan anti-oksidannya dapat membantu melawan infeksi dan menangkal penyakit. Bawang putih mengandung senyawa organik berbasis sulfur, yang membuat bawang putih mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Untuk mengolahnya jadi sajian yang disukai anak, potong bawang putih lalu campur dengan tomat yang telah dipotong dadu. Taburi campuran dengan keju mozarella parut dan panggang untuk membuat pizza mini.

Sumber Todays Parent/ Laporan Yuni Puspita Dewi

4 dari 6 halaman

Edamame, Bahan Kaya Gizi untuk MPASI Bayi

Dream - Membuat menu untuk si kecil yang baru belajar makan memang penuh tantangan. Harus menggunakan bahan makanan kaya gizi, diolah dengan tepat agar bayi bisa memakannya dengan aman serta rasanya nikmat.

Salah satu yang bisa disertakan dalam menu makanan pendamping ASI (MPASI) bagi bayi 6 bulan ke atas adalah edamame. Kacang satu ini sangat kaya nutrisi, biasanya disajikan sebagai camilan di restoran Jepang.

Sangat kaya akan protein dan asam amino esensial untuk membantu pertumbuhan sel dan jaringan dalam tubuh bayi yang sedang tumbuh. Edamame juga mengandung asam lemak omega-3 yang berfungsi mendukung perkembangan otak bayi dan struktur sel.

Kaya akan folat dan vitamin B lainnya, vitamin K, tembaga, zat besi, dan zinc. Bila ingin membuat MPASI, lebih baik gunakan kacang edamame organik. Untuk menjaga kandungan gizinya, olah denga dikukus.

Setelah kacang empuk, haluskan dengan food processor dan campur dengan sedikit air. Bisa langsung diberikan pada bayi. Untuk memperkaya rasa bisa juga dicampur dengan ASI, parutan keju atau extra virgin coconut oil (EVCO).

Sumber: Fresh Homemade Baby

 

 

5 dari 6 halaman

Anak Tak Boleh Dibiarkan Makan Sambil Berdiri, Mengapa?

Dream - Saat sibuk, kita sering makan sambil melakukan hal lain. Terutama saat situasi pandemi seperti sekarang ketika harus beraktivitas di rumah. Makan sambil berdiri mungkin juga kerap dilakukan.

Hal tersebut biasanya membuat anak meniru, untuk itu orangtua harus menghindari kebiasaan makan sambil berdiri atau berjalan. Jangan sampai anak juga melakukannya karena bisa berdampak buruk pada kesehatannya.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, makan sambil berdiri justru membuat nutrisi makanan tidak terserap dengan baik. Hal ini disebabkan oleh pengosongan lambung yang terlalu cepat.

" Kalau secara medis, makan sambil berdiri bisa menyebabkan lambung untuk mengosongkan perut dalam waktu terlalu cepat," ungkap dr. Vita dikutip dari KlikDokter.

Kondisi itu membuat lambung tak punya banyak waktu dalam memecah zat-zat makanan. Akibatnya, nutrisi yang akan dicerna dan diserap usus jadi tidak maksimal. Bila tidak bisa diserap nutrisinya, akhirnya makanan yang disantap justru jadi percuma, kan?

 

6 dari 6 halaman

Perlahan

Bayangkan bila hal ini terjadi pada anak-anak. Mereka membutuhkan nutrisi yang cukup. Jika nutrisinya kurang, pertumbuhan anak jadi kurang optimal.
Makan dalam posisi duduk merupakan cara yang paling dianjurkan.

Agar anak lebih mudah menerapkannya dan nutrisi makanan terserap maksimal, ada beberapa hal yang bisa diterapkan.

1. Minta anak makan perlahan
Anak dapat merasakan lapar dan kenyang dengan lebih baik saat makan dengan lambat. Sebelum menawarkan makanan lain, tunggu setidaknya 15 menit untuk melihat apakah ia benar-benar masih lapar. Hal ini akan memberi waktu bagi otak untuk mengirimkan sinyal kenyang.

2. Pastikan Waktunya Tepat
Penting untuk memastikan bahwa anak sudah benar-benar lapar. Kalau tidak, mengajak anak makan sambil duduk akan terasa lebih sulit. Anak pun jadi merasa dipaksa.


Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id