Bayi Lahir Prematur, Orangtua Wajib Tahu 4 Hal Ini

Bayi prematur
DO IT YOURSELF  |  23 September 2017 17:33

Banyak faktor yang memicu kelahiran prematur, hal terpenting adalah para orangtua terutama ibu jangan menyalahkan diri sendiri.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Bayi lahir prematur cenderung memicu kepanikan dan kekhawatiran para orangtua. Sebelum usia kehamilan matang, namun kontraksi sudah terjadi, ketuban sudah pecah atau kondisi janin serta ibu yang tidak stabil sehingga harus dilahirkan.

Banyak faktor yang memicu bayi lahir prematur. Deb Fraser, profesor di Faculty of Health Disciplines Athabasca University, meminta para orangtua terutama ibu tak perlu untuk
menyalahkan diri sendiri.

" Bukan salah orangtua kalau bayi lahir secara prematur. Sang ibu dan keluarga sudah berusaha dengan baik untuk menjaga si bayi di dalam rahim. Keluarga dan ibu seharusnya merasa
bersyukur karena dapat menjaga bayi dalam kandungan meskipun tak sampai usia matang karena merupakan hal yang penting bagi si bayi," ungkap Fraser, seperti dikutip dari Todays
Parent.

Menurut Fraser, pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara detail mengapa bayi lahir terlalu dini. Untuk itu, orangtua sebaiknya lebih fokus pada merawat bayi prematur dengan
baik.

Dengan kemajuan dunia kedokteran, bayi-bayi yang lahir prematur punya angkat kesempatan hidup normal dan sehat yang tinggi. Terutama jika mendapat perawatan maksimal di rumah.
Penting bagi orangtua yang memiliki bayi prematur untuk tahu hal-hal berikut.

Pasca melahirkan
Karena ukuran dan berat badannya yang cenderung kecil, bayi prematur rentan terkena masalah kesehatan. " Bayi yang berada pada kondisi prima ketika dilahirkan pun masih bisa terkena penyakit yang ditularkan oleh sang ibu.

" Apabila bayi memiliki masalah pernapasan, mereka sebaiknya diberi penanganan ekstra. Pastikan bayi dirawat di NICU agar kondisi bayi dapat selalu dipantau," ujar Fraser.

Dipantau dengan intensif
Organ-organ dan sistem dalam tubuh bayi prematur belum sempurna sepenuhnya. Pastikan bayi sudah mendapat perawatan yang maksimal dari rumah sakit sebelum pulang ke rumah. Cek temperaturnya, apakah normal atau tidak. Lalu, pastikan apakah bayi sudah bisa mengonsumsi asupan nutrisi atau tidak.

Masalah yang sering muncul
Bayi prematur sering menghadapi masalah kesehatan. Orangtua memang harus ekstra pengawasan. Masalah yang mungkin muncul antara lain kesulitan bernapas. Hal ini karena paru- patunya belum tumbuh sempurna sehingga membutuhkan oksigen tambahan dan bantuan alat medis.

Masalah lainnya yaitu temperatur yang tak stabil, pemicunya karena cadangan lemak yang berfungsi untuk mengontrol temperatur belum bekerja dengan baik pada bayi prematur. Lalu
penyakit kuning atau jaudice.

Faktanya, sekitar 60% bayi prematur mengalami penyakit kuning, kondisi yang diakibatkan oleh naiknya bilirubin, zat warna kuning yang muncul ketika sel darah merah pecah. Bayi prematur juga sering mengalami kesulitan makan dan memiliki level kadar gula rendah. Penting untuk bayi prematur mendapat asupan ASI maksimal.

Saat dibawa pulang
Bayi prematur baru diperbolehkan pulang ketika usianya sudah menginjak 36 minggu ke atas atau ketika berat badannya mencapai satndar tertentu. Untuk itu, jangan terlalu cepat ingin membawanya pulang sampai kondisinya stabil dan sehat. Hal ini demi kesehatannya di masa mendatang.

" Ketika bayi prematur sudah sehat sempurna, ia akan menjadi anak yang bersemangat dan kuat, sama seperti bayi lainnya. Ia hanya butuh perhatian dan kesabaran yang ekstra dari orangtua," ujar Fraser.

Laporan Annisa Mutiara Asharini

 

Berikut Jenis-jenis Vaksin Yang Sedang Disiapkan Pemerintah
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Berikut Jenis-jenis Vaksin Yang Sedang Disiapkan Pemerintah
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :