Bayi Juga Butuh Ritual Skincare, Ini Daftarnya

Do It Yourself | Kamis, 13 Mei 2021 10:29
Bayi Juga Butuh Ritual Skincare, Ini Daftarnya

Reporter : Mutia Nugraheni

Pastikan kulitnya tetap lembap dan tak bermasalah.

Dream – Saat bayi berusia 6 hari, 6 minggu, atau 6 bulan, kulitnya masih sangat halus. Kita harus ekstra hari-hati dalam menjaga kesehatan kulitnya karena sangat mudah muncul reaksi seperti ruam, gatal, bentol atau keluhan lain jika kulit bayi terpapar zat tertentu.

Banyak sekali produk perawatan bayi yang dijual di pasaran dan mengklaim bisa merawat kulit bayi yang sensitif. Ingat, tak semua produk dibutuhkan si kecil. Justru pemakaian produk perawatan kulit yang berlebihan bisa membuat kulitnya bermasalah.

Lakukan perawatan berikut untuk menjaga kulit bayi selalu sehat. Layaknya orang dewasa, bayi juga butuh perawatan kulit atau skincare yang rutin.

- Jangan memandikannya setiap hari
Bayi baru lahir tak perlu mandi setiap hari. Bila terlalu sering memandikannya, kulit bayi bisa jadi mudah kering. Sebagai gantinya, gunakan waslap basah untuk membersihkan area popok dan lipatan kulit. Seperti selangkangan, serta dagu dan paha.

Bila ingin menggunakan sabun, pastikan yang tidak mengandung zat pewarna dan formulanya tidak keras, serta tak pedih di mata. Cari sabun yang bisa mencuci kelembapan kulit bayi dan bukannya malah terasa kesat setelah dimandikan.

- Ganti popok sesering mungkin
Popok sekali pakai idealnya diganti setiap 2 hingga 4 jam, baik kondisinya penuh atau tidak. Mengenakan popok berjam-jam bisa membuat kulit bayi bermasalah seperti lecet atau ruam.

Untuk itu sesekali angin-anginkan agar area intim si kecil tidak terlalu lembap. Kulit di area tersebut mudah sekali bermasalah, biasanya karena terkena urine atau bekas kotoran yang tak dibersihkan dengan baik.


2 dari 5 halaman

Jaga Kulitnya Tetap Lembap

- Ajak ke tempat teduh
Jika bayi berusia kurang dari 6 bulan, jauhkan dari sinar matahari langsung sebisa mungkin. Sahabat Dream bisa melindunginya dengan memakai payung dan kacamata bayi. Jika usianya lebih dari 6 bulan, gunakan sedikit krim tabir surya dengan SPF minimal 30. Carilah tabir surya yang mengandung titanium dioksida atau seng oksida, yang cenderung tidak mengiritasi kulit dan mata dibandingkan yang memiliki bahan seperti avobenzone, octinoxate, dan oxybenzone.

- Pelembap secukupnya
Bayi baru lahir biasanya memiliki area kulit kering dan akan mereda dengan sendirinya. Jika kulit bayi sangat kering, bisa mengoleskan petroleum jelly di area tersebut.

Seiring bertambahnya usia, pelembap yang bebas pewangi dan pewarna juga bisa digunakan. Hindari produk yang mengandung wewangian karena cenderung bisa mengiristasi kulit bayi. Oleskan pelembap secukupnya saja, jangan berlebihan.

- Perhatikan kondisi kulit
Ketika bayi berusia sekitar satu bulan, mungkin muncul sisik dan kemerahan di kulit kepalanya yang disebut cradle cap, ini adalah ruam yang umum dan perlahan akan hilang dengan sendirinya. Untuk menghilangkannya, cuci rambut bayi beberapa kali seminggu dengan sampo bayi yang lembut dan tidak pedih di mata.

Kunci menjaga kulit bayi adalah menjagaya tetap lembap. Bila kering, oleskan pelembap berformula aman. Sediakan juga krim khusus untuk ruam atau bentol karena bayi seringkali mengalaminya.

Laporan Radhika Nada/ Sumber: WebMD

3 dari 5 halaman

Perhatikan Ubun-ubun Bayi, Kenali Tandanya Jika Tak Normal

Dream - Bayi baru lahir memiliki kondisi kepala yang lunak. Terutama bagian ubun- ubun atau fontanel, yang terhubung dengan banyak saraf. Fontanel sebenarnya merupakan tulang tengkorak yang belum menyatu dengan kuat.

Dikutip dari KlikDokter, seiring berjalannya waktu, fontanel akan menutup rapat dan mengeras. Bagian belakangnya akan menutup saat anak berusia 2 bulan ke atas. Sementara bagian atasnya akan menutup dan mengeras pada usia 7-18 bulan.

Beberapa orangtua mungkin enggan menyentuh bagian ubun-ubun karena terlalu ringkih. Perubahan pada fontanel dapat memberikan petunjuk mengenai perkembangan dan kesehatan bayi Anda. Inilah sebabnya dokter anak selalu memeriksa kepala bayi dalam pemeriksaan rutin.

Ternyata ada perubahan ubun-ubun bayi yang mesti diperhatikan oleh orangtua. Bila terjadi masalah ini pada ubun-ubun bayi, segera konsultasi dengan dokter.

1. Tenggelam atau Cekung
Tanda ubun-ubun bayi tidak normal yang pertama adalah saat disentuh, bagian tersebut akan terasa cekung atau masuk ke dalam. Banyak orangtua khawatir dengan kondisi fontanel yang tenggelam. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sedang dehidrasi.

Selain fontanel yang cekung, dehidrasi parah pada bayi dapat dilihat pada popoknya yang tidak basah atau sedikit serta kurang responsif. Dehidrasi bisa disebabkan oleh diare, muntah, atau kurangnya asupan ASI.

 

4 dari 5 halaman

2. Menonjol atau Bengkak

Tak cuma cekung, ubun-ubun bayi cembung juga bisa terjadi. Jika kondisinya hanya membengkak saat bayi menangis, lalu kembali datar setelah tenang dan tidur dalam posisi menghadap ke atas, itu terbilang normal.

Bila fontanel membengkak dan tidak kembali normal mungkin merupakan tanda kondisi serius. Seperti infeksi atau pembengkakan di otak. Segera temui dokter, terutama jika bayi demam atau sangat mengantuk.

 

5 dari 5 halaman

3. Sangat Lebar atau Besar

Fontanel yang sangat besar dikhawatirkan menjadi tanda kondisi medis tertentu, seperti hipotiroidisme, sindrom Down, atau rakhitis. Rakhitis adalah gangguan pertumbuhan tulang yang terjadi ketika tulang gagal menyimpan kalsium. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh kurangnya paparan sinar matahari alias terlalu sering berada di dalam ruangan.

4. Tidak Menutup
Jika ubun-ubun tetap tidak menutup meski bayi sudah berusia satu tahun lebih, terdapat kemungkinan bahwa dia mengalami hipotiroidisme bawaan atau kongenital.
Rendahnya kadar hormon tiroid sejak lahir membuat perkembangannya terganggu.

Gejalanya meliputi wajah dan beberapa bagian tubuh yang membengkak, tungkai dan lengan yang pendek, serta lemas dan susah makan. Diperkirakan, 1 dari 2.000 bayi di Indonesia mengalami kondisi ini.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id